Sejarah Berdirinya Toteles Bake House
Di sebuah dapur produksi di Batam yang tak pernah benar-benar tidur, suara mixer terdengar bersahutan. Loyang-loyang beradu, dan karyawan hilir mudik menjaga adonannya agar mengembang sempurna. Hampir setiap jam, ada saja aneka kue dan roti yang dihasilkan. Aromanya menggugah selera. Di sinilah Toteles Bake House meniti hari-harinya di sebuah pabrik di kawasan Tunas Bizpark, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Dari sebuah usaha yang pernah dimulai dari gerobak kecil di pinggir jalan, kini Toteles menjelma menjadi salah satu merek kuliner yang paling dikenal di Batam. Tak cuma itu, dari awalnya satu cabang, kini bertambah menjadi enam; lima di Batam, satu di Kudus, Jawa Tengah–kampung halaman Risyanto (33), pemilik Toteles Bake House.
Dari Teknisi ke Kuliner
Masih ingat di benak pria yang akrab disapa Mas Aris itu, ia datang ke Batam 2012 lalu. Namun tak langsung berjualan. Sama seperti perantau lainnya, peraih juara 1 Kategori Anak Muda se-Sumatera untuk Inovasi Produk 2017 mewakili Kepri ini sempat bekerja di perusahaan swasta di Muka Kuning kala itu. Ia menjadi teknisi di sana. Setelah 3 tahun di Batam, kontrak kerjanya berakhir. Mau tak mau, Aris harus mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidupnya di tanah rantau.
Ia mempertimbangkan menjadi wirausaha. Salah satu impiannya, bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Awal titik balik Aris menjadi seorang wirausaha dimulai pada 2015. Di tahun itulah ia nekat memulai usaha donat kentang di pinggir jalan dengan gerobak. Padahal Aris tak punya keterampilan tata boga sama sekali.
“Saya ingin buka usaha. Karena bingung mau usaha apa. Saya pilih kuliner. Saya hobi makan kue, terutama donat,” ujar Aris sambil tertawa, dalam satu kesempatan wawancara dengan PasarModern.com.
Usaha donat kentang waktu itu belum seramai seperti sekarang. Aris memanfaatkan peluang tersebut. Jangan dikira modal awalnya besar. Aris bahkan tak punya banyak tabungan kala itu. Satu-satunya barang berharga miliknya cuma laptop. Akhirnya, ia terpaksa merelakan barang tersebut dijual demi modal usahanya.
“Modalnya nekat banget, Rp1.900.000 hasil dari menjual laptop. Tapi ini jangan ditiru ya! Karena orang mulai usaha itu beda-beda. Ada yang memang mentalnya sudah siap. Tapi intinya jangan dipaksain. Karena proses orangkan beda-beda,” katanya mengingatkan.
Ujian Naik Kelas
Namanya hidup, pasti ada ujian. Hal ini juga berlaku bagi Aris. Jika di tahun awal usahanya berjalan mulus, tidak dengan tahun kedua dan ketiga. Ia pernah merasakan jatuh bangun merintis usahanya. Bahkan nyaris bangkrut, dengan utang ratusan juta.
“Tahun pertama (2015), ramai. Tapi tahun 2016-2018 itu masa paling berat. Saya pernah gagal pegang proyek besar, akhirnya banyak utang,” tutur pria kelahiran Kudus ini.
Bagi seorang anak rantau yang tinggal sendirian di Batam tanpa keluarga, kondisi seperti ini tentu berat. “Tapi alhamdulillah bisa terlewati,” ujarnya.
Perlahan, Aris kembali bangkit. Bahkan di tahun 2018, ia berhasil membuka cabang pertama Toteles Bake House di Villa Pesona Asri, Batam Center. Aris mengubah konsep jualannya dari semula gerobak ke toko bakery. Dari awalnya hanya donat kentang menjadi jajanan pasar dan oleh-oleh.
Mengapa Toteles? Nama ini diambil dari nama media sosial (medsos) Aris. Ia sendiri pengagum filsuf dan ilmuwan Yunani Kuno, Aristoteles. “Saya beri nama Toteles karena unik dan beda,” tutur pemilik akun Instagram @mas_aries_toteles ini.
Tembus Pasar Singapura
Pelanggan Toteles kini datang dari berbagai kalangan: perusahaan swasta, instansi pemerintah, masyarakat umum, hingga Singapura. Lokasi Batam yang berdekatan dengan Singapura membuka peluang besar, dan Toteles memanfaatkannya dengan baik. Pesanan dari Singapura sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini.
“Ada reseller yang rutin mengirim pesanan setiap minggu. Mereka beli untuk dijual lagi di sana,” katanya. Selain itu, ada juga pelanggan yang datang langsung ke Batam untuk membawa pulang produk Toteles.
Meski belum membuka gerai resmi di Singapura, potensi tersebut diyakininya tetap ada. Toteles juga menjalin kerja sama dengan pihak maskapai. “Toteles menyediakan konsumsi untuk event maskapai, kegiatan internal, termasuk ketika ada pesawat delay. Jadi kalau penumpang menemukan produk Toteles snack box di pesawat, itu memang dari kami,” ujar Aris.
Persiapan Cabang Keenam di Batam
Buah dari ketekunan, keuletan dan kesabaran Aris dibantu timnya, kini Toteles telah memiliki lima cabang di Batam. Selain di Villa Pesona Asri, Toteles hadir di Komplek Ruko Golden Wealth I Tiban tahun 2020 atau di masa Covid-19. Kemudian di Ruko KDA Junction, Belian. Cabang keempatnya di Batam berada di kawasan Nagoya di Komplek Lumbung Rejeki, Lubuk Baja. Toteles juga memiliki pabrik di kawasan industri Tunas Bizpark.
Oktober 2025 kemarin, Aris baru membuka cabang Toteles kelima di Batam, tepatnya di Graha Nusa, Batu Aji. Selain di Batam, Aris juga punya satu cabang Toteles di Kudus, di depan RSUD Mardi Rahayu Kudus. Cabang itu dikelola timnya dan sudah jalan beberapa tahun sebelum Aris membuka Cabang di Nagoya.
Ia memang punya impian sebelumnya, Toteles bisa merambah Pulau Jawa. Dan mimpi itu terwujud. Kini Aris bersiap dengan cabang keenam Toteles di Batam. Senyum Aris mengembang. Ia tak berhenti mengucap syukur atas pencapaian yang didapatnya saat ini.
Tips Sukses dan Pencapaian Toteles Bake House
Setelah melewati jatuh bangun, bereksperimen dengan rasa, dan menghadapi persaingan kuliner yang kian padat, Aris berdiri lebih percaya diri dari sebelumnya. Ia bersiap membuka cabang baru di Bengkong. Sebuah lompatan yang mungkin tak pernah Aris bayangkan ketika pertama kali menjajarkan donat kentangnya di pinggir jalan.
Di depan kamera yang merekam aktivitasnya sore itu, Aris tampak lebih matang, dan lebih tenang. Pria itu berdiri dengan latar bangunan Hotel Grand Mercure Batam Centre di belakangnya. Ia mempromosikan cabang baru Toteles dengan gaya khasnya–apa adanya, tulus, dan penuh energi.
“Bismillah, ini cabang buat warga Bengkong dan sekitarnya. Lokasinya di sini,” ujar Aris di Instagramnya, Rabu (12/11/2025) dengan mata berbinar. Letak tempat usahanya ini berseberangan dengan hotel bintang 5 di kawasan Batam Center tersebut.
Di unggahan lainnya, Aris merekam progres renovasi ruko dua lantai yang akan menjadi toko barunya. Ia juga tak sungkan mengajak pengikut Instagramnya, untuk memberi saran pembangunan cabang baru Toteles. Rencananya cabang di Bengkong ini akan dibuat mirip seperti cabang kelima di Batu Aji. Ada tempat makan, dan bisa nongkrong. Namun ia terbuka untuk saran lainnya.
Berawal dari pesisir Batam, Toteles Bake House terus memperluas jangkauan, hingga produknya semakin dikenal luas oleh masyarakat. 10 tahun bersama Toteles, Aris berusaha mewujudkan impian mulianya, yakni membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Dari hanya seorang diri kala merintis usahanya, lalu bisa merekrut orang. Jumlah karyawannya kini mencapai ratusan orang.
Aris membagikan tips bisnisnya yang bisa dijadikan referensi. “Kuncinya konsisten dan terus berinovasi. Cari tahu apa masalah pelanggan, lalu beri solusi. Kalau jual makanan, enak itu wajib. Kemasan harus menarik. Pelayanan juga harus jadi nilai tambah,” ujarnya.
Dari sisi pola pikir, ia menyarankan untuk menekuni apa yang dilakukan, konsisten, terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Satu hal yang tak kalah penting, buat konten promosi di medsos. “Zaman digital menuntut kita aktif di semua kanal. Jadi jualannya boleh tradisional, tapi kemasannya harus digital. Semua platform yang bisa jadi jalur pemasaran harus dimaksimalkan,” kata Aris.
Hal lain, jatuh bangun dalam bisnis merupakan hal biasa. “Saat memilih memulai bisnis, berarti kita harus siap dengan untung-rugi serta masalah yang datang. Masalah tidak akan selesai; yang penting dinikmati prosesnya. Kalau lagi tidak semangat, ingat lagi tujuan awal. Kalau capek, istirahat dulu. Yang penting tidak berhenti,” ujarnya.



