Antusiasme Siswa SMA Negeri 15 Surabaya Terhadap Program Makan Bergizi Gratis
Sekolah menengah atas (SMA) Negeri 15 Surabaya kini terlihat lebih ramai dan penuh semangat sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dijalankan. Sejak Senin, 8 September 2025, antusiasme siswa terlihat jelas dari wajah mereka yang bersemangat mengikuti aktivitas belajar sehari-hari.
Program MBG ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan sekolah. Menu makanan sederhana namun lengkap disajikan sesuai standar gizi seimbang, mencakup karbohidrat, lauk, sayur, buah, dan susu. Kepala SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardijono, menyatakan bahwa program ini berjalan lancar sejak hari pertama. Pihak sekolah telah menyiapkan mekanisme pembagian makanan agar lebih tertib dan tepat sasaran.
“Mulai hari Senin (8 September 2025), program ini baru dimulai. Setiap kelas memiliki lima hingga enam anak yang akan mengambil makanan untuk teman-temannya,” ujar Johanes. Pembagian makanan dilakukan saat jam istirahat kedua agar semua siswa dapat menikmati makanan secara nyaman.
Menurut Johanes, MBG mendapat respons positif dari siswa maupun orang tua. Program ini dinilai membantu mengurangi beban keluarga sekaligus mendukung kesehatan anak-anak dalam menjalani aktivitas belajar yang padat.
Quinetta A.W., siswi kelas 12, merasa terbantu dengan adanya MBG. Ia hanya perlu membawa sedikit bekal tambahan untuk variasi, sementara kebutuhan gizi utamanya sudah terpenuhi dari program sekolah. Menurutnya, menu yang disajikan bervariasi setiap hari, termasuk ayam crispy, tahu, sayur, dan buah leci. Quinetta juga menyebutkan bahwa teman-temannya sering berebut buah yang dibagikan setiap hari.
“Anak-anak yang biasanya pilih-pilih makanan kini lebih terbuka pada sayur dan buah,” kata Quinetta. Ia menilai program ini memberikan dampak positif bagi kesehatan dan pola makan siswa.
M. Rizqon Akbar, siswa kelas 11, juga menyampaikan rasa senangnya terhadap MBG. Menurutnya, rasa makanan yang disajikan enak dan cukup mengenyangkan. Ia menyebutkan bahwa menu favoritnya adalah ayam katsu. Rizqon menilai program ini tidak hanya membantu siswa tetapi juga memberi penghematan bagi keluarga. Dengan makan siang gratis, siswa bisa lebih fokus belajar tanpa khawatir lapar.
Pihak sekolah pun melihat dampak positif dari MBG terhadap suasana belajar di kelas. Anak-anak terlihat lebih bertenaga dan konsentrasi mereka meningkat setelah mendapat asupan gizi yang memadai.
Tidak hanya di Surabaya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran MBG di SMAN 15 Surabaya menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, sekolah, dan platform digital. Dalam pelaksanaan di lapangan, program ini sudah memberi dampak positif bagi kesehatan sekaligus keceriaan siswa.
Bagi siswa, MBG bukan sekadar soal kenyang, melainkan juga pengalaman baru menikmati makanan sehat bersama teman-teman. Bagi orang tua, program ini berarti penghematan biaya dan ketenangan karena anak-anak mendapat asupan gizi seimbang.
Antusiasme yang muncul sejak hari pertama membuktikan MBG berjalan tepat sasaran. Jika keberhasilan ini diperluas ke sekolah lain, bukan tidak mungkin MBG menjadi program andalan untuk mencetak generasi sehat dan cerdas di masa depan.
