Belajar Bertahan Hidup di Alam Liar, Anggota BPBD Bondowoso Suka Makan Daun

Posted on

Petualangan di Hutan: Keterampilan Bertahan Hidup yang Diuji

Di tengah hutan yang penuh tantangan, tidak semua orang mampu bertahan hidup. Namun bagi Zhikr Afuwwun Shabuur, atau lebih dikenal dengan panggilan Ziker, kehidupan di alam bebas justru menjadi peluang untuk mengasah kemampuan bertahan hidupnya. Sebagai anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Ziker seringkali terlibat dalam tugas-tugas darurat yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Ziker dikenal sebagai “pemakan segala” oleh rekan-rekannya di BPBD. Setiap kali melakukan tugas di area hutan, ia selalu mencoba berbagai jenis daun liar yang ditemui. Meski terdengar ekstrem, ini menjadi bagian dari pengetahuannya tentang tanaman yang bisa dikonsumsi. Ia percaya bahwa setiap tumbuhan yang ditemui harus dicoba, tetapi dengan hati-hati.

Menurut Ziker, ada beberapa ciri-ciri dasar yang bisa digunakan untuk menentukan apakah suatu tumbuhan aman untuk dikonsumsi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tidak memiliki getah putih
  • Tidak berbulu
  • Tidak berbau menyengat
  • Warna daun tidak mencolok
  • Biasanya dimakan oleh hewan liar

Namun, jika daun tersebut menimbulkan rasa pahit berlebihan, gatal, panas, atau efek seperti dicekik di tenggorokan, sebaiknya tidak dikonsumsi.

Pengetahuan ini diperoleh Ziker sejak masa SMA Negeri 1 Tenggarang ketika ia aktif dalam organisasi pecinta alam. Ia tidak tertarik pada aktivitas mendaki, tetapi lebih fokus pada belajar cara bertahan hidup di alam bebas. Selain itu, ia juga memperluas wawasannya melalui literatur daring dan tayangan petualangan.

Selain mengenali tumbuhan yang bisa dimakan, Ziker juga mahir dalam mencari sumber air di tengah hutan. Contohnya, ia bisa memanfaatkan akar tanaman Liana, batang pohon pisang, atau memurnikan air genangan. Meski air genangan sebaiknya dihindari, ia menjelaskan bahwa ada teknik darurat yang bisa digunakan jika tidak ada pilihan lain, seperti membakar batu dan mencelupkannya ke dalam air untuk mensterilkan kandungan di dalamnya.

Meskipun memiliki banyak keterampilan, Ziker pernah mengalami keracunan akibat salah mengidentifikasi daun, terutama saat kondisi fisiknya sedang menurun. Alhamdulillah, kejadian ini tidak sampai fatal, hanya menyebabkan muntah dan pusing.

Untuk siapa saja yang tersesat di hutan, Ziker menyarankan agar tetap tenang dan tidak panik. Hutan-hutan di Indonesia umumnya memiliki banyak bahan makanan dan air. Ia menyarankan penggunaan insting dan logika dalam mencari jalan keluar, seperti mencari jejak rumput yang sering dipijak manusia atau mengikuti arah aliran sungai yang biasanya mengarah ke pemukiman.

Keahlian Ziker sudah beberapa kali membantu tim BPBD Bondowoso saat bertugas di lokasi bencana. Salah satunya terjadi pada 2023 saat terjadi kebakaran hutan di Kecamatan Ijen. Logistik belum datang, sementara tim sudah kelelahan. Ziker mengambil inisiatif mencari makanan alami dari sekitar, seperti pakis hutan, buah berry liar, dan tunas palm. Makanan ini cukup untuk mengganjal perut, aman dikonsumsi meski tanpa dimasak.