Cara Mendaki Puncak Monas

Posted on

Monas: Pengalaman Naik ke Pelataran Puncak yang Menakjubkan

Monumen Nasional atau Monas menjadi ikon Jakarta dan salah satu destinasi wisata paling populer di ibu kota. Meski begitu, banyak orang masih belum mengetahui bagaimana cara naik ke pelataran puncak Monas yang berada pada ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Tugu ini dibangun pada tahun 1961 dan baru diresmikan pada 1975. Selama puluhan tahun, Monas menyimpan banyak sejarah penting Indonesia.

Di lantai dasar Monas terdapat museum yang menampilkan diorama perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan. Terdapat juga Ruang Kemerdekaan yang menyimpan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, rekaman suara Bung Karno saat memproklamasikan kemerdekaan, serta bendera pusaka. Namun, yang paling menarik bagi pengunjung adalah pelataran puncak Monas.

Pengunjung dapat melihat Jakarta dari empat arah mata angin. Jika cuaca cerah, mereka bisa melihat Laut Jawa di sebelah utara dan Gunung Salak di selatan. Di setiap sudut pelataran terdapat teropong yang bisa digunakan secara gratis untuk melihat kejauhan.

Sistem Antre dan Jadwal Pembelian Tiket

Menurut Pemandu Wisata Monas, Abdul Aziz, kini pengunjung tidak perlu berdiri mengantre berjam-jam untuk mendapat giliran naik lift ke pelataran puncak. Pengelola kini menerapkan sistem antre per sesi saat pembelian tiket. Ada sembilan sesi per hari, mulai dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Sistem ini diberlakukan pada masa Gubernur Anies Baswedan dan membuat pengunjung lebih mudah karena tidak perlu mengantre berbaris seperti dulu.

Setiap sesi berlangsung selama satu jam dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang. Total pengunjung per hari mencapai 1.800 orang, namun pada akhir pekan hingga malam bisa mencapai tambahan 600 orang.

Cara Membeli Tiket ke Monas

Area Monas dibuka sejak pukul 6 pagi. Banyak orang menggunakan lapangan Monas sebagai tempat untuk berolahraga dan berfoto-foto. Namun, Tugu Monas sendiri hanya dibuka dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00 di hari kerja dan sampai pukul 22.00 di akhir pekan.

Selama jam buka, pengunjung bisa naik ke pelataran puncaknya. Untuk itu, pengunjung harus membeli tiket dengan harga Rp 24.000 untuk dewasa, Rp 13.000 untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Tiket ini sudah termasuk akses masuk Museum, Ruang Kemerdekaan, dan pelataran puncak.

Tiket bisa dibeli menggunakan JakCard atau kartu yang diterbitkan Bank DKI. Satu kartu bisa digunakan untuk lebih dari satu tiket. Pembelian hanya bisa dilakukan langsung atau offline, tidak ada sistem online atau booking. Bagi yang tidak memiliki JakCard, pengunjung bisa membeli kartu tersebut langsung di lokasi dengan uang tunai atau QRIS. Satu kartu dijual seharga Rp 50.000, sudah termasuk saldo sebesar Rp 20.000. Pengunjung bisa mengisi ulang di lokasi sesuai kebutuhan.

Pengalaman Naik ke Pelataran Puncak Monas

Setelah memiliki tiket, pengunjung bisa masuk lift sesuai sesi yang dijadwalkan. Jika tidak hadir pada sesi yang sudah dijadwalkan, tiket akan hangus. Lift hanya bisa menampung delapan orang sekali angkut. Pelataran puncak Monas berada di lantai 3, sementara lantai 2 adalah pelataran cawan tempat Ruang Kemerdekaan berada.

Pelataran puncak Monas berupa ruangan semi terbuka dengan tembok berlapis marmer setinggi dada orang dewasa. Di atasnya dipasang besi pengaman. Karena bersifat semi terbuka, embusan angin terasa sangat kencang. Di setiap sudut pelataran terdapat teropong yang bisa digunakan bergantian untuk melihat kejauhan. Dulu teropong ini menggunakan koin, tetapi kini gratis. Teropong ini usianya baru sekitar lima tahun. “Baru digunakan dua minggu, tiba-tiba pandemi Covid,” ujar Aziz.