Cicipi Kelezatan Hangat Asinan di Tengah Kota Bogor: Kuliner Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu

Posted on



Bogor menawarkan beragam hidangan tradisional yang memikat selera. Salah satunya yang tetap bertahan di era serbuan gaya makan modern adalah Sekoteng Anget Asgar.

Ace (52), pemilik waralaba Kuliner Sekoteng Anget Asgar, menyebut bahwa usaha tersebut telah dimulai sejak 35 tahun lalu, yaitu di tahun 1990 ketika Kabupaten Bogor baru saja mencapai kemerdekaannya.

Di awal karir jualannya, Ace mengelilingi daerah Kota Bogor untuk menawarkan secotengnya, lalu pada tahun 2010 dia memilih sewa lokasi berjualan hingga sekarang.

“Inpirasi saya untuk memasarkan Sekoteng ini adalah karena adanya keuntungan yang cukup besar. Sejak awal membuka usaha Sekoteng ini, Alhamdulillah, saya belum pernah mengalami kerugian,” ungkap Ace beberapa waktu lalu.

Keuntungan dari Sekoteng Anget Asgar terletak pada beragamnya topping seperti kacang hijau, kacang tanah goreng, mutiara, kolang kaling, roti tawar, serta disajikan dengan kuah jahe.

Di samping itu, kotengan ini juga menggabungkan tambahan kelapa muda yang turut menarik perhatian para pengunjungnya.

Seluruh tambahan topping ini dihasilkan secara internal oleh Ace, termasuk membuat permata pearl dengan memakai tepung sago berkualitas tinggi, menyiapkan kacang tanah, serta merebus kacang hijau dan dodol.

Pada saat membuat sausnya, dia menggunakan jahe alami bersama dengan berbagai bumbu, ditambahkan pula gula pasir autentik yang memiliki warna sedikit kuning.

Pada saat penyajian, seluruh bahan tambahan dicampurkan ke dalam sebuah mangkok, setelah itu ditambahkan susu kental manis dan di atasnya diletakkan saus jahe panas.

Sekoteng Anget ini terdiri dari asakiran yang banyak serta dilengkapi dengan berbagai macam topping, menyajikan porsi yang sangat besar dengan rasa khas yang otentik.

Saus dari jahenya memiliki rasa yang manis dan segar tetapi memberikan sensasi panas di kerongkongan, menjadikannya pas untuk dinikmati pada malam hari ketika udara di kota Bogor sedang sejuk.

Kafe Sekoteng Anget Asgar telah menjadi tempat populer bagi warga Bogor dan kebanyakan tamunya adalah konsumen setia yang berasal dari seluruh bagian kota Bogor.

Tak mengherankan jika dalam satu hari, Sekoteng Anget Asgar bisa mengecohkan sampai 70 hingga 100 porsi.

“Saya pribadi sering membelinya untuk dibawa ke rumah. Secara cita rasa, Sekoteng Anget Asgar ini sangat nikmat karena rasanya yang hangat dan manis sesuai selera. Selain itu, isiannya pun cukup beragam sehingga terbilang murah dengan harga tersebut,” ungkap seorang pengunjung bernama Sanusi (32).

Kisaran harga untuk secangkir Sekoteng adalah sebesar Rp. 10.000 per porsinya. Untuk para penggemarnya yang menginginkan sajian ini, Sekoteng Anget Asgar kini dapat ditemukan dengan mudah melalui beberapa layanan pesan-antar daring seperti GoFood serta GrabFood.

Kafe Sekoteng Anget Asgar dibuka setiap harinya mulai pukul 15:00 hingga 24:00 waktu Indonesia Bagian Barat (WIB). Alamatnya terletak di Jl. Achmad Adnawijaya, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.


(Asri Yuningsih/Sekolah Vokasi IPB)