Kementan Pastikan Pasokan Bawang Merah Nasional Kembali Normal
Kementerian Pertanian (Kementan) telah memastikan bahwa pasokan bawang merah di tingkat nasional kembali stabil. Harga bawang merah di berbagai wilayah, baik di pasar grosir maupun eceran, juga mulai kembali normal setelah sebelumnya mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau sentra-sentra produksi bawang merah seperti Nganjuk, Malang, Bandung, Garut, Cirebon, dan Brebes. Selain itu, Kementan juga berkoordinasi dengan para petani dan dinas pertanian setempat untuk memastikan produksi tetap berjalan lancar.
Menurut laporan yang diterima, pada Senin (11/8/2025), pasokan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai 106 ton per hari. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya berkisar antara 80–90 ton per hari. Di pasar grosir, harga bawang merah turun rata-rata sekitar Rp 5.000 per kilogram. Sementara itu, di pasar eceran di Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa, tren harga juga mulai menurun.
Di wilayah Sumatera, terutama di Sumatera Utara, Aceh, Riau, dan Sumatera Barat, pasokan bawang merah sempat terganggu akibat penurunan produksi dari sentra utama Solok. Namun, sejak awal Agustus 2025, beberapa sentra telah memasuki musim panen, sehingga pasokan mulai meningkat.
Agung menjelaskan bahwa kekeringan pada bulan Mei hingga Juli menyebabkan gagal panen dan mundurnya jadwal tanam di beberapa wilayah Jawa. Namun, pada bulan Agustus hingga September, wilayah Nganjuk diperkirakan akan panen seluas 5.000 hektare, Bima Raya (Sumbawa, Dompu, dan Bima) 2.000 hektare, Brebes 3.600 hektare, serta Probolinggo 700 hektare. Dengan produktivitas rata-rata 12–14 ton per hektare, pasokan bawang merah di pasaran diharapkan kembali normal.
Sejak tahun 2017, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada bawang merah. Setiap tahun, Indonesia juga rutin melakukan ekspor bawang merah. Data Kementan menunjukkan bahwa produksi bawang merah pada 2024 mencapai 2,08 juta ton (konde basah) atau sekitar 1,35 juta ton rogol kering panen. Angka ini melebihi kebutuhan nasional sebesar 1,2 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 150 ribu ton per tahun.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa harga bawang merah di tingkat konsumen saat ini adalah Rp 47.008 per kilogram, turun dari sebelumnya sebesar Rp 54.510 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah juga turun menjadi Rp 43.879 per kilogram dari sebelumnya Rp 53.504 per kilogram.
Selain bawang merah dan cabai, beberapa komoditas pangan lainnya juga mengalami perubahan harga. Berikut adalah daftar harga pangan di tingkat eceran secara nasional:
- Beras premium: Rp 16.215 per kg (turun dari Rp 16.272 per kg)
- Beras medium: Rp 14.338 per kg (turun dari Rp 14.484 per kg)
- Beras SPHP: Rp 12.576 per kg (turun dari Rp 12.679 per kg)
- Jagung tingkat peternak: Rp 6.334 per kg (turun dari Rp 6.404 per kg)
- Kedelai biji kering impor: Rp 10.666 per kg (turun dari Rp 10.763 per kg)
- Bawang putih bonggol: Rp 37.256 per kg (turun dari Rp 38.696 per kg)
- Cabai merah keriting: Rp 43.879 per kg (naik dari Rp 43.504 per kg)
- Cabai merah besar: Rp 43.315 per kg (turun dari Rp 43.510 per kg)
- Daging sapi murni: Rp 133.234 per kg (turun dari Rp 135.210 per kg)
- Daging ayam ras: Rp 36.064 per kg (naik dari Rp 35.322 per kg)
- Telur ayam ras: Rp 29.492 per kg (turun dari Rp 29.747 per kg)
- Gula konsumsi: Rp 18.077 per kg (turun dari Rp 18.270 per kg)
- Minyak goreng kemasan: Rp 21.205 per liter (naik dari Rp 20.878 per liter)
- Minyak goreng curah: Rp 17.206 per liter (turun dari Rp 17.524 per liter)
- Minyakita: Rp 17.169 per liter (turun dari Rp 17.558 per liter)
- Tepung terigu curah: Rp 9.917 per kg (naik dari Rp 9.832 per kg)
- Tepung terigu kemasan: Rp 12.856 per kg (turun dari Rp 13.002 per kg)
- Ikan kembung: Rp 41.990 per kg (naik dari Rp 41.547 per kg)
- Ikan tongkol: Rp 35.414 per kg (naik dari Rp 34.569 per kg)
- Ikan bandeng: Rp 35.290 per kg (naik dari Rp 34.571 per kg)
- Garam konsumsi: Rp 10.972 per kg (turun dari Rp 11.656 per kg)
- Daging kerbau beku impor: Rp 103.013 per kg (turun dari Rp 106.611 per kg)
- Daging kerbau segar lokal: Rp 135.313 per kg (turun dari Rp 141.196 per kg)
Dengan kondisi tersebut, Kementan optimistis bahwa pasokan bawang merah dan berbagai komoditas pangan lainnya akan tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan.
