Kuliner Legendaris Muntilan: Petualangan Rasa Roti, Jenang, dan Nasi Brongkos dengan Sejarah Kekayaannya

Posted on


GALAMDIANEWS

– Pagi hari di Jalan Pemuda, Muntilan, terasa berbeda dibanding kota lain di sekitar Magelang. Di tengah deru kendaraan dan kesibukan warga, aroma manis jenang dodol menyeruak dari sebuah toko tua bercat putih dengan papan nama “Nyonya Pang” yang mulai pudar termakan waktu. Toko ini tak sekadar berjualan kudapan lawas, tapi menyimpan sepotong sejarah kuliner Indonesia yang masih hidup hingga hari ini.

Ketika semua serba instan dan seragam, justru tempat-tempat seperti ini yang kembali diburu. Wisatawan mencari rasa autentik yang bisa dikaitkan dengan kenangan masa kecil, atau bahkan sekadar jadi latar Instagram dengan nuansa vintage. Toko-toko lawas pun kembali naik daun, bukan hanya karena rasanya, tapi karena ceritanya—dan Toko Nyonya Pang menjadi simbol dari kebangkitan itu.

Apalagi setelah disebut dalam serial populer Netflix “Gadis Kretek”, nama Nyonya Pang langsung viral. Disebut sebagai toko pembuat wajik dalam adegan berlatar “Kota M” (Muntilan), toko ini kembali mencuri perhatian. Tagar seperti #JenangNyonyaPang dan #KulinerLegendarisMuntilan mulai ramai di TikTok dan Instagram. Bagi para wisatawan, mengunjungi tempat ini bukan hanya soal mencicipi makanan, tapi juga soal menyelami jejak sejarah kuliner Indonesia yang bertahan lebih dari satu abad.


Toko Nyonya Pang: Rasa dan Tradisi Sejak 1912




  • Lokasi: Jl. Pemuda No. 71, Muntilan

  • Usia: 113 tahun (sejak 1912)

  • Generasi saat ini: Dikelola oleh Imanuel Jeffrey Leevianto (generasi ke-6)

Didirikan pada tahun 1912 oleh Ny. Lauw Kie Pang, toko ini awalnya hanya menjual jenang dodol dan wajik untuk acara hajatan seperti lamaran dan pernikahan. Produk-produk ini dijajakan keliling menggunakan

tenong

(wadah bambu) sebelum akhirnya memiliki toko tetap di rumah sejak tahun 1950. Kini, toko ini menjadi satu-satunya usaha kuliner di Muntilan yang benar-benar telah bertahan lebih dari 100 tahun.

Rahasia panjang umur toko ini? Selain mempertahankan rasa dan resep asli, keluarga pengelola juga selalu memprioritaskan pendidikan. Setiap generasi dibekali ilmu manajemen modern tanpa meninggalkan akar tradisi.


Apa Saja yang Bisa Dibeli di Toko Nyonya Pang?

Lebih dari sekadar jenang dodol, toko ini kini menjual lebih dari 40 jenis kudapan tradisional. Sebagian besar produk merupakan hasil kolaborasi dengan UMKM sekitar, dengan sistem titip jual. Ini membuat suasana tokonya terasa seperti galeri kuliner khas Jawa yang hidup.


Rekomendasi jajanan wajib coba:

  • Jenang dodol dan wajik (best seller)

  • Kue lapis dan tape ketan

  • Klepon, moho, miku, dan kue mangkuk

  • Lidah kucing dan getuk panggang

  • Buntil dan putri mandi


Pro tip

: Datang pagi agar bisa mendapatkan produk paling segar langsung dari dapur.


Warung Bu Darmo: Nasi Brongkos dan Rasa Rumah Sejak 1960-an




  • Lokasi: Jl. Tambakan No. 5, Muntilan

  • Menu andalan: Nasi brongkos, sambal goreng ati, oseng tempe

  • Harga: Rp15.000–Rp25.000/porsi

Warung sederhana yang tak pernah sepi ini berdiri sejak era 1960-an dan kini dikelola oleh generasi kedua. Awalnya hanya menyediakan lima menu, kini sudah berkembang menjadi 20-an masakan rumahan khas Jawa. Meski sempat dikira berdiri sejak 1920, data terkini menyebutkan warung ini eksis sejak awal Orde Baru.

Warung Bu Darmo menawarkan rasa khas rumahan dengan porsi cukup besar dan harga bersahabat. Tempat duduknya sederhana, tapi justru itulah yang membuat tempat ini nyaman dan otentik.


Toko Moro Seneng: Roti Tradisional Sejak 1967


  • Lokasi: Jl. Raya Semarang–Yogya, Muntilan

  • Produk unggulan: Roti semir, roti sobek klasik

  • Proses pembuatan: Hingga 8 jam, tanpa mesin

Toko ini berdiri sejak 1967 oleh Ny. Christiana dan kini diteruskan oleh cucunya, Dicky Pramono. Roti-roti yang dijual tetap dibuat dengan resep lawas dan tanpa bahan pengawet. Ada lebih dari 200 varian jajanan, dari yang manis hingga gurih, semuanya dibuat secara tradisional.

Yang istimewa, toko ini memiliki suasana yang masih mempertahankan model toko kelontong zaman dulu—lengkap dengan etalase kayu dan rak kaca.


Rute Wisata Kuliner Legendaris di Muntilan


Rekomendasi perjalanan sehari:


  • Pagi

    : Mulai dari Toko Nyonya Pang untuk beli oleh-oleh


  • Siang

    : Makan di Warung Bu Darmo


  • Sore

    : Camilan penutup di Toko Moro Seneng


Estimasi budget:

  • Nyonya Pang: Rp10.000–Rp25.000 per item

  • Bu Darmo: Rp15.000–Rp25.000 per porsi

  • Moro Seneng: Rp5.000–Rp20.000 per roti


Waktu terbaik berkunjung:


  • Weekday pagi

    : Produk masih lengkap dan bisa ngobrol dengan pemilik


  • Weekend siang

    : Ramai, tapi cocok untuk konten sosial


Menemukan Rasa, Cerita, dan Waktu di Muntilan

Kuliner legendaris di Muntilan adalah tentang lebih dari sekadar rasa. Ia adalah pintu menuju cerita masa lalu, nilai keluarga, dan warisan budaya yang masih dijaga hingga kini. Dari toko roti berusia seabad hingga warung makan yang bertahan melawan zaman, Muntilan membuktikan bahwa orisinalitas tak akan pernah mati gaya.***