Malioboro dan Tojoyo: Rasa Legendaris di Kota Kuliner Yogyakarta

Posted on

Sejarah Rasa yang Menggugah Selera di Malioboro

Di tengah keramaian Malioboro, tempat yang selalu penuh dengan kehidupan dan suara, terdapat sebuah bangunan yang menyimpan kisah panjang. Di sana, aroma ayam goreng yang khas menyebar, mengundang pengunjung untuk mencicipi rasa yang telah menjadi legenda. Restoran Tojoyo, yang baru saja membuka cabangnya di Jalan A Yani 106, Malioboro, adalah salah satu tempat makan yang tak hanya menawarkan hidangan lezat, tetapi juga memiliki cerita yang dalam.

Tagline “Rasa Tradisi, Selera Generasi” yang diusung Tojoyo bukan sekadar kata-kata. Setiap hidangan yang disajikan, baik itu ayam goreng atau jeroan sapi, adalah hasil dari perjalanan seorang perempuan tangguh bernama Tutik Herwanti. Kehidupannya yang penuh perjuangan dan dedikasi membangun bisnis kuliner ini menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Perjalanan Awal yang Penuh Keberanian

Kisah Tojoyo dimulai pada tahun 1998 ketika Tutik, yang berusia 39 tahun saat itu, membuat keputusan besar. Ia meninggalkan pekerjaannya di PT Bakrie Brothers dan memilih untuk memulai sesuatu yang lebih dekat dengan hatinya—memasak. Bersama dua kerabatnya, ia belajar langsung dari dapur Tojoyo di Solo. Dari sana, petualangan rasa dimulai.

Tutik membuka kedai pertamanya di Jalan Ratna, Bekasi. Menu andalannya, ayam goreng Tojoyo dan Soto Kudus, berhasil menarik banyak pelanggan. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tetapi juga karena kehangatan yang ditawarkan oleh restoran tersebut.

Warisan Rasa yang Tak Pernah Hilang

Sampai hari ini, resep yang diracik oleh Tutik masih hidup. Ayam goreng Tojoyo tetap digoreng dengan teknik khusus hingga berwarna keemasan, kulitnya renyah, dan dagingnya tetap lembut dan juicy. Sementara itu, menu jeroan seperti hati, paru, dan babat sapi pun tidak kalah menggoda. Diolah dengan cara khusus agar teksturnya empuk dan rasa gurihnya meresap ke dalam.

Tojoyo di Malioboro tidak hanya menyajikan rasa yang menggugah lidah, tetapi juga desain interior yang nyaman dan bersih. Tempat ini cocok untuk makan sendiri atau bersama keluarga. Untuk yang ingin cepat, tersedia layanan take away dengan kemasan eksklusif. Bahkan, pelanggan bisa menikmati free WiFi jika ingin bersantai lebih lama.

Lokasi Strategis dan Pengalaman Unik

Yogyakarta adalah kota yang memiliki standar tinggi dalam hal kuliner. Namun, Tojoyo hadir dengan “bekal” yang lengkap. Lokasinya strategis, hanya beberapa langkah dari keramaian Malioboro, dan menawarkan sesuatu yang jarang ditemukan di tempat lain—ayam goreng dan jeroan sapi premium yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki cerita.

Tojoyo menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang nostalgia yang disajikan dalam piring hangat. Racikan tangan dingin almarhumah Tutik Herwanti terus hidup melalui rasa yang disajikan.

Cabang yang Terus Berkembang

Setelah sukses di Kawasan Gandaria Jakarta dan sempat membuka cabang di Bali sebelum akhirnya tutup pasca Bom Bali, kini Tojoyo telah menapakkan jejaknya di BSD Tangerang Selatan dan Malioboro Yogyakarta. Tiap cabang berdiri dengan semangat yang sama—menghidangkan cinta yang dibumbui ketekunan dan cita rasa.

Restoran Tojoyo di Malioboro buka setiap hari pukul 08.00–24.00. Lokasinya cukup berjalan kaki dari titik nol kilometer. Jika kamu pencinta ayam goreng autentik, atau penasaran mencicip jeroan sapi dengan cita rasa istimewa, Tojoyo bisa jadi jawabannya.

Yogyakarta kini tak hanya soal gudeg atau bakpia. Ada Tojoyo, warisan rasa yang datang dari hati seorang ibu dan kini menjadi bagian dari denyut kuliner kota ini. Jadi, sudah siap menggigit kenangan?