Pengalaman Wisata Muslim di Hong Kong
Menghabiskan waktu liburan bersama rekan-rekan dari berbagai kalangan ternyata bisa menjadi pengalaman yang sangat menarik. Salah satu pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika saya menerima undangan untuk berkunjung ke Hong Kong, kota yang dikenal sebagai pusat hiburan dan pariwisata internasional. Meski awalnya saya mengira acara ini akan lebih serius seperti konferensi atau workshop, ternyata justru sebaliknya. Undangan ini adalah sebuah tur wisata yang diselenggarakan oleh pihak tertentu dengan tujuan memperkenalkan destinasi-destinasi menarik di Hong Kong.
Selama lima hari perjalanan, saya mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh para wisatawan Muslim, seperti di mana tempat makan halal dan tempat shalat yang tersedia. Berikut adalah beberapa penemuan menarik selama perjalanan tersebut.
Hotel yang Ramah dengan Wisatawan Muslim
Salah satu hotel yang menyediakan fasilitas khusus bagi wisatawan Muslim adalah The Mira Hong Kong Hotel. Terletak di Kowloon, hotel ini memiliki tamu dari berbagai belahan dunia, termasuk banyak wisatawan asing. Meskipun mayoritas tamu tidak Muslim, hotel ini tetap memberikan keramahan khusus kepada tamu Muslim.
Di dalam kamar hotel, terdapat Al Quran dan petunjuk arah kiblat. Untuk sarapan dan makan malam, tamu dapat memilih menu halal yang tersedia di dua restoran utama, yaitu Cuisine Cuisine Resto dan Yamm Resto. Di sini juga tersedia informasi mengenai makanan non halal dengan label “Caution” agar tamu tidak salah memilih. Beberapa menu favorit antara lain salmon, ayam, nasi goreng, dan lobster. Saya sendiri sangat menikmati hidangan Crispy chicken with cuttlefish sliced almond and lemon tea.
Menurut Alexander Wassermann, Kepala Divisi Layanan The Mira Hong Kong Hotel, proses memasak untuk makanan halal dipisahkan dari masakan non halal. Hal ini dilakukan karena hotel ini sudah memiliki sertifikasi halal.
Masjid-Masjid di Hong Kong
Bagi wisatawan Muslim, mengunjungi masjid merupakan bagian penting dari perjalanan. Di Hong Kong, ada beberapa masjid yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Jamia Mosque, yang merupakan masjid tertua di kota ini. Masjid ini terletak di No. 30, Shelley Street, Mid-Levels, Hong Kong. Masjid ini dibangun pada tahun 1840-an dan diperluas pada tahun 1915. Arsitektur masjid ini unik dengan bentuk persegi panjang dan pintu masuk serta jendela melengkung bergaya Arab.
Selain itu, ada juga Kowloon Mosque yang merupakan masjid terbesar di Hong Kong. Masjid ini terletak di persimpangan Nathan Road dan Haiphong Road, Tsim Sha Tsui. Dengan kapasitas hingga 3.500 jamaah, masjid ini menjadi pusat ibadah dan pertemuan umat Muslim. Arsitektur masjid ini sangat indah dengan empat menara setinggi 11 meter, lantai dan fasad marmer putih, serta jendela berkisi-kisi indah.
Aktivitas Wisata Lain di Hong Kong
Selain mengunjungi masjid, wisatawan juga bisa mencoba aktivitas unik seperti memancing ikan tanpa kail di Pulau Lamma. Aktivitas ini sangat menarik karena memancing tanpa menggunakan kail. Tamu hanya perlu melemparkan umpan dan menunggu ikan menggigit. Jika tidak tepat saatnya, ikan bisa lepas.
Setelah memancing, wisatawan bisa melanjutkan dengan santap siang di Rainbow Resto, sebuah restoran bersertifikat halal di Pulau Lamma. Di sini, tamu bisa menikmati menu seafood seperti kepiting dan ikan rainbow merah. Restoran ini juga menyediakan tempat shalat lengkap dengan sajadah.
Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa Hong Kong benar-benar ramah terhadap wisatawan Muslim. Mulai dari tempat tinggal, makanan halal, hingga tempat ibadah, semua tersedia dengan nyaman dan mudah diakses. Ini membuat perjalanan ke Hong Kong semakin menyenangkan.
