Persiapan Tahlilan 7 Hari Mpok Alpa, Keluarga Sajikan Makanan Kesukaan Almarhumah

Posted on

Persiapan Tahlilan Tujuh Hari untuk Mpok Alpa

Menjelang peringatan tahlilan tujuh hari meninggalnya Mpok Alpa, suasana di kediaman keluarga terasa hangat namun penuh haru. Sejak pagi hari, sanak saudara dan tetangga sudah sibuk membantu persiapan acara doa bersama yang digelar untuk mengenang sosok komedian ternama tersebut. Acara ini menjadi momen penting bagi keluarga dan kerabat untuk menyampaikan rasa duka serta mengenang kebaikan almarhumah.

Salah satu hal yang istimewa dalam persiapan kali ini adalah hidangan yang disajikan. Pihak keluarga memutuskan untuk menyajikan makanan kesukaan Mpok Alpa semasa hidup sebagai bentuk penghormatan dan kenangan manis. Makanan ini tidak hanya berupa menu biasa, tetapi juga memiliki makna khusus karena berkaitan dengan selera dan kebiasaan almarhumah.

Tika, asisten Mpok Alpa di Ciganjur, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa persiapan makanan telah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa pada malam ketujuh ini, mereka akan menyajikan hidangan-hidangan yang memang menjadi favorit almarhumah.

“Kita sudah menyiapkan dari beberapa hari kemarin. Malam ini kita akan masak makanan-makanan yang memang jadi favorit beliau,” ujar Tika.

Beberapa menu yang dipersiapkan antara lain sop kambing, pepes mujair, ikan gurame, jengkol, ikan asin, dan cacap ikan mas. Semua hidangan ini dipilih karena merupakan makanan yang sering disantap oleh Mpok Alpa. Tika menambahkan bahwa hidangan-hidangan ini akan disajikan kepada tamu-tamu yang hadir, terutama teman-teman kerja dan sesama artis.

Selain itu, ada cerita unik terkait penyembelihan domba yang akan menjadi bagian dari acara tahlilan. Suami Mpok Alpa pernah bernazar jika istrinya selamat dari operasi dan bisa pulang dalam keadaan sehat, maka ia akan menyembelih seekor domba. Kini, nazar tersebut telah direalisasikan.

“Saya suami saya bernazar kalau almarhumah sembuh dan pulang ke rumah sehat, maka kita akan motong domba. Rencananya di vila, tapi kalau tidak memungkinkan ya di rumah. Dan alhamdulillah sudah direalisasikan kemarin. Saya sudah masak sop kambing tadi dan siap disantap malam ini,” jelas Tika.

Namun, proses memasak hidangan kesukaan Mpok Alpa ternyata menjadi momen penuh air mata bagi Tika. Saat ia berbelanja bahan dan menyiapkan hidangan, kenangan tentang almarhumah kembali menghiasi pikirannya.

“Iya, saat saya belanja ke pasar dan memotong sayuran, saya langsung merasa sedih. Saya tidak tahu bagaimana rasanya nanti setelah sop matang, apakah semua orang akan menikmatinya, tapi beliau tidak lagi bisa ikut makan. Pastinya, saya tetap menangis karena memang rasanya sulit,” tambahnya.

Tika juga mengingat kebiasaan Mpok Alpa yang sering melakukan video call saat ia memasak, terutama jika itu adalah menu yang diminta khusus.

“Saya biasanya selalu video call beliau saat memasak, terutama jika beliau meminta makanan tertentu. ‘Kak, nih bentar lagi matang, jangan makan dulu.’ ‘Iya Tika, gue dari pagi belum makan, nungguin sop lo,’ katanya. ‘Ya udah bentar lagi, aku mandi, langsung OTW ke rumah.’ Tapi sekarang, tidak ada lagi chat seperti itu,” ujar Tika.

Selain itu, Tika juga mengungkapkan bahwa Mpok Alpa sangat menyukai masakan buatannya. Menurutnya, almarhumah sering meminta dibuatkan berbagai masakan setelah menonton video orang makan di media sosial.

“Beliau sering menonton video-video orang makan, lalu bertanya, ‘Kak Tika, lu bisa enggak masak ini?’ Jika saya bilang bisa, pasti dia langsung approve. ‘Pokoknya kalau masakan lu gue enggak nolak deh’ kata dia. ‘Pasti cocok di lidah gue,’ dia selalu bilang begitu,” tutur Tika.