Kuliner Legendaris yang Harus Dicoba Saat Berkunjung ke Semarang
Semarang, kota yang sering diidentikkan dengan tempat wisata seperti Kota Lama atau Lawang Sewu, ternyata memiliki sisi lain yang tak kalah menarik. Di balik keindahan alam dan sejarahnya, Semarang juga menyimpan berbagai hidangan lezat yang telah bertahan selama puluhan tahun. Beberapa dari kuliner ini bahkan sudah menjadi ikon yang dikenal oleh masyarakat lokal maupun para wisatawan.
Berikut adalah lima kuliner legendaris yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Semarang:
Es Puter Cong Lik
Es puter ini menjadi salah satu ikon kuliner malam di Pecinan Semarang. Didirikan pada tahun 1982, Es Puter Cong Lik memiliki ciri khas yang berbeda dari es krim biasanya. Bahan utamanya menggunakan santan sebagai pengganti susu, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa khas yang khas. Nama “Cong Lik” berasal dari kata “Kacung Cilik”, yang merupakan kisah sederhana yang kini melekat kuat pada merek ini. Varian rasanya pun beragam, mulai dari coklat, alpukat, durian hingga kopyor. Lokasinya berada di Jl. KH Ahmad Dahlan No.11 dan buka hingga larut malam.
Tahu Gimbal Pak Man / Pak H. Edy
Tahu Gimbal Pak Man adalah hidangan khas Semarang yang telah ada sejak tahun 1972. Makanan ini terdiri dari tahu goreng, lontong, taoge, telur, dan gimbal (bakwan udang goreng) sebagai ciri khasnya. Seluruh bahan disiram dengan saus kacang yang dicampur petis, menciptakan perpaduan rasa manis, gurih, asin, dan pedas dalam satu piring. Lokasi warung ini berada di Jl. Plampitan No.54, Semarang Tengah.
Asem-asem Koh Liem
Asem-asem Koh Liem sudah menjadi menu favorit sejak tahun 1978. Kuah segarnya yang asam, pedas, dan sedikit manis berpadu dengan potongan daging sapi empuk serta sayuran segar. Menu ini semakin nikmat jika disantap bersama nasi putih hangat dan gimbal udang renyah. Warungnya berlokasi di Jl. Karanganyar No.28 dan masih tetap menjadi representasi cita rasa segar khas Semarang.
Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar
Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar adalah hidangan unik yang tidak menggunakan santan seperti gulai pada umumnya. Makanan ini menggunakan kelapa sangrai dan bumbu rempah untuk menghasilkan kuah yang lebih ringan tapi tetap kaya aroma. Kelezatannya bisa kamu temukan di kawasan Kota Lama, tepatnya di belakang Gereja Blenduk.
Toko Oen
Toko Oen adalah restoran klasik yang berdiri sejak tahun 1936. Bangunan yang masih mempertahankan nuansa lawas dari era kolonial Belanda membuat tempat ini menjadi tempat yang istimewa. Menu yang ditawarkan pun unik, mulai dari hidangan klasik Eropa seperti bitterballen dan kroket hingga makanan khas Indonesia. Tak ketinggalan, es krim tradisional racikan mereka juga menjadi favorit banyak pengunjung. Lokasinya ada di Jl. Pemuda No.52, Semarang Tengah.
Dari es puter sederhana hingga restoran bergaya kolonial, setiap hidangan legendaris Semarang membawa cerita dan sejarah di dalamnya. Saat berkunjung ke Semarang, jangan hanya singgah di Lumpia Gang Lombok, tapi juga coba lima kuliner ikonik ini untuk merasakan kekayaan rasa Kota Atlas.
