Pengungkapan Sumber Makanan dan Minuman Santri yang Terjebak
Pada peristiwa ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, seorang santri bernama Taufan Saputra Dewa (13 tahun) berhasil selamat setelah mendapatkan suplai makanan dan minuman dari petugas penyelamat. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (29/9/2025), saat para santri sedang melaksanakan salat asar berjamaah.
Taufan, yang berasal dari Dupak, Surabaya, baru ikut dalam rakaat kedua ketika bangunan tiba-tiba roboh. Ia tertimpa puing dan terjebak dalam posisi telentang, dengan jarak seng hanya sekitar tiga jari dari wajahnya. Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi Taufan pada Rabu sore (1/10/2025). Saat ini, ia masih menjalani perawatan medis akibat luka pada kaki kirinya.
Peran Santri dalam Proses Pengecoran Bangunan
Terkuak bahwa beberapa santri juga turut membantu proses pengecoran di Ponpes Al Khoziny. Hal ini diungkap oleh Rizki Ramadhan, seorang santri di ponpes tersebut. Ia mengaku membantu pembangunan di lantai paling atas, pengecoran. Namun, kejadian tragis terjadi ketika bangunan tersebut ambruk.
Menurut Kepala Subdirektorat Pengendali Operasi Bencana dan Kondisi Membayakan Manusia dari Direktorat Operasi Kantor Basarnas Pusat, Emi Freezer, penyebab ambruknya bangunan tiga lantai itu adalah kegagalan konstruksi. Struktur bangunan pancake mengacu pada jenis reruntuhan progresif di mana lantai bangunan runtuh secara vertikal dan bertumpuk akibat kegagalan elemen menahan beban.
Upaya Penyelamatan Korban
Tim SAR gabungan terus melakukan komunikasi dan menyuplai makan minum serta infus kepada korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan Ponpes. Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, upaya ini memungkinkan korban dapat bertahan lebih lama alias lebih dari batas waktu krusial 72 jam.
Sejauh ini, kondisi para korban masih memberikan tanda-tanda kehidupan serta mendapatkan suplai oksigen, makan minum, hingga infus dan vitamin serta obat-obatan dari petugas. Dalam operasi SAR ini, pihaknya akan terus memprioritaskan para korban dengan status kesadaran merah untuk terus mendapatkan suplai-suplai vital tersebut sembari menanti upaya tim SAR gabungan untuk menembus reruntuhan.
Korban Memberi Sinyal Kehidupan
Pihak Ponpes Al Khoziny mengatakan, terdapat santri yang masih tertimbun memukul-mukul beton bangunan memberikan sinyal kehidupan. Suara seperti retakan pun terdengar. Ketua Alumni Pusat Al Khoziny Sidoarjo, Zainal Abidin, mengatakan bahwa teman-teman yang masih ada di dalam tumpukan itu seperti secara naluri kepengin mendapatkan pertolongan dengan memukul-mukul beton.
Beredar rekaman video yang diperoleh dari regu penyelamat Surabaya dalam proses evakuasi santri. Tim berhasil berkomunikasi dengan dua korban yang masih terjebak. Petugas berbincang dengan santri bernama Yusuf dan Haikal, yang memberikan informasi tentang kondisi mereka.
Evaluasi Keselamatan Bangunan
Peristiwa ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny ini menimbulkan kepanikan di kalangan santri dan warga sekitar. Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja tanpa henti selama beberapa hari. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya bangunan musala tersebut. Diduga, struktur bangunan tidak mampu menahan beban, namun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.
Pihak ponpes dan otoritas terkait diminta untuk mengevaluasi keselamatan bangunan agar kejadian serupa tidak terulang. Terlebih kejadian ini menyebabkan banyak korban luka.
Tim SAR Menghadapi Tantangan Berat
Dari 15 titik korban di bawah reruntuhan bangunan, delapan korban di antaranya dalam tingkat kesadaran warna hitam alias tidak bisa berkomunikasi. Sementara tujuh lainnya berada di tingkat kesadaran merah atau masih bisa berkomunikasi dengan petugas. Freezer menyebut bahwa hingga kini tim penyelamatan gabungan telah berhasil mengevakuasi 11 korban dari bawah reruntuhan. Dari 11 korban tersebut tiga diantaranya meninggal dunia.
Kondisi ini membuat akses ke sisi lainnya hanya bisa dijangkau dengan interaksi suara atau verbal. Selain itu, flexible search cam dapat dimasukkan ke celah kecil yang berada di himpitan kolom tiang utama.
Kesimpulan
Ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny menjadi peringatan penting tentang pentingnya evaluasi keselamatan bangunan. Tim SAR terus berupaya keras untuk menyelamatkan korban, meskipun menghadapi tantangan berat. Dengan bantuan teknologi dan komunikasi, harapan untuk menyelamatkan lebih banyak korban tetap terbuka.
