Tiga Mahasiswa UNM Bawa Inovasi Kuliner ke Olimpiade Vokasi UB 2025

Posted on

Olimpiade Vokasi Indonesia Kembali Digelar, UB Malang Jadi Tuan Rumah

Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia) ke-10 2025 kembali digelar. Kali ini, Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara bergengsi ini. Event yang diikuti oleh ribuan mahasiswa vokasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini menawarkan berbagai kompetisi yang menantang dan mengasah kreativitas peserta.

Sebanyak 400 kelompok mahasiswa berkompetisi dalam 7 kategori lomba dengan total 24 tangkai perlombaan. Setiap kelompok terdiri dari 3 hingga 5 orang yang saling bersaing dalam berbagai bidang seperti kuliner, desain digital, pengembangan aplikasi, keamanan siber, hospitality, serta pertanian modern.

Salah satu peserta yang turut berpartisipasi adalah Rizky Amalia, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia datang jauh-jauh dari Makassar untuk mengikuti ajang Olivia 2025. Ini merupakan kali pertama UNM ikut serta dalam event ini. Rizky dan dua rekannya menjadi perwakilan universitasnya dalam kompetisi yang berfokus pada bidang tourism dan hospitality.

Rizky menjelaskan bahwa mereka akan menciptakan inovasi kuliner tradisional yang dimodernisasi. Mereka akan membuat berbagai jenis pastry, seperti puff pastry atau varian lainnya. Untuk memperkuat ide tersebut, Rizky memiliki rencana khusus dengan menggunakan bahan dasar apel Malang sebagai salah satu bahan utamanya.

“Kami ingin menang, tapi kami tidak terlalu berharap terlalu banyak,” ujarnya. “Yang terpenting adalah pengalaman, karena dengan mengikuti acara ini, kami bisa lebih semangat dan termotivasi dalam mengembangkan inovasi.”

Persiapan Matang Sebelum Kompetisi

Sebagai mahasiswa semester lima, Rizky dan timnya telah melakukan berbagai persiapan matang sebelum tampil di hadapan juri. Mereka tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada presentasi dan konsep yang akan disampaikan.

Pihak penyelenggara, Forum Pendidikan Tinggi Vokasi se-Indonesia, mempercayai UB sebagai tuan rumah karena reputasi dan kapasitas universitas tersebut. Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, Ph.D., menyebutkan bahwa UB dipilih setelah sebelumnya memberikan delegasi terbanyak dalam Olivia IX di Makassar.

“Ini membuktikan bahwa UB memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan acara vokasi yang berkualitas,” tambahnya.

Peserta Gen Z yang Inovatif

Dari total 1.043 proposal yang masuk, sebanyak 400 tim akhirnya terpilih sebagai finalis. Mayoritas peserta adalah mahasiswa Gen Z yang penuh ide segar dan kreatif. Mereka tidak hanya menunjukkan kompetensi akademik, tetapi juga menawarkan solusi terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan.

Lomba-lomba dalam Olivia 2025 tersebar di berbagai lokasi kampus UB, mulai dari Gedung Fakultas Vokasi, FIB, Filkom, FTP, hingga kampus 2 di kawasan Dieng. Hasil dan prestasi peserta akan dicatat dalam sistem pangkalan data Belmawa Kemendikbudristek sebagai indikator kinerja utama (IKU) bagi perguruan tinggi masing-masing.

Target UB sebagai Tujuan Rumah

Sebagai tuan rumah, Fakultas Vokasi UB mengirimkan 21 tim finalis dari 24 tangkai lomba. Mawardi berharap dapat meraih prestasi sekaligus menjadi penyelenggara yang sukses dan membanggakan.

Ajang Olivia ke-10 ini akan berakhir pada Kamis, 31 Juli 2025, dengan pengumuman pemenang yang digelar sore hari di lingkungan kampus UB. Diharapkan Olivia dapat memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai garda depan dalam menciptakan SDM unggul yang siap pakai dan selaras dengan kebutuhan industri.

Data nasional menunjukkan bahwa 80 persen lulusan vokasi di Indonesia terserap langsung oleh industri. Hal ini menunjukkan kuatnya link and match antara pendidikan vokasi dan dunia kerja. Dengan adanya Olivia, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan memberikan peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang.