Wulan, Keponakan Dedi Mulyadi, Sukses Jual Gorengan Lebih Besar dari Gaji Honorer

Posted on

Sosok Wulan, Keponakan Dedi Mulyadi yang Sukses Berjualan Gorengan

Keponakan Dedi Mulyadi, yaitu Siti Wulan Rosdiani Nurfalah, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Ia dikenal sebagai sosok yang sukses dalam berjualan gorengan, bahkan penghasilannya lebih besar dibandingkan gaji seorang guru honorer.

Cerita tentang Wulan pertama kali diungkap oleh Dedi Mulyadi saat ia berkunjung ke area Agroforestry Gunung Hejo di Purwakarta pada Sabtu (5/7/2025). Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa setiap minggu, Wulan bisa mengantongi pendapatan hingga Rp3 juta dari usaha jualan bala-bala. Angka tersebut jauh melebihi gaji bulanan yang diterimanya sebagai pegawai honorer.

Wulan adalah seorang tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Sejak bergabung pada tahun 2011, ia awalnya menerima gaji sekitar Rp1.200.000 per bulan. Namun, pada tahun 2024, gajinya meningkat menjadi Rp2.000.000 per bulan.

Meski memiliki pekerjaan tetap sebagai tenaga honorer, Wulan juga menjalani usaha sampingan berupa berjualan gorengan. Ia biasanya berdagang seminggu sekali, tepatnya setiap hari Minggu, di kawasan wisata Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat. Selain bala-bala, ia juga menjual minuman seperti kopi gula aren dan paket nasi timbel ayam goreng.

“Omzet jualan saya mencapai Rp2 juta lebih dalam seminggu,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa selain menjual gorengan, ia juga menjual berbagai jenis minuman dan paket makanan lainnya. Pendapatan yang diperolehnya bahkan jauh lebih besar daripada gaji bulanan sebagai tenaga honorer.

Selain berjualan di Lembur Pakuan, Wulan juga sering membawa dagangannya ke tempat kerja. Ia mengatakan bahwa teman-temannya di kantor sangat menikmati produk yang ia jual.

Sebelum menjadi tenaga honorer, Wulan pernah bekerja sebagai perawat di RSUD Banyuasih hingga tahun 2016. Setelah itu, ia dipindahkan ke puskesmas pada tahun 2017. Kegiatan berjualannya dimulai setelah ia melihat semakin tingginya jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Lembur Pakuan.

Kebetulan, orang tuanya memiliki saung di area sawah yang kini menjadi lokasi wisata. Dari situlah lahir ide untuk membuka usaha yang dinamai “Saung Solokan”. Ia mulai berdagang di sana sejak pukul 06.00 WIB hingga semua barang dagangannya ludes terjual, biasanya sekitar pukul 12.00 WIB.

Mayoritas pelanggan Wulan berasal dari luar kota dan datang sebagai wisatawan. Meskipun sibuk menjalani usaha sampingannya, Wulan tetap setia menjalani tugasnya sebagai tenaga kesehatan di puskesmas karena merasa sudah mencintai profesinya.

Ia menganggap pekerjaannya itu sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat Purwakarta. Saat ini, Wulan telah terdaftar sebagai peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namanya sudah tercatat dalam sistem milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), namun ia belum mendapatkan kepastian mengenai kapan akan resmi diangkat.

Wulan juga menyampaikan bahwa gaji tenaga honorer saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan agar tenaga honorer yang sudah lama bekerja diprioritaskan untuk diangkat secara otomatis dan tanpa tes. Ia berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan bagi tenaga perawat yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.