Daftar 12 Kuliner Malam di Yogyakarta yang Selalu Ramai dari Buka Sampai Pagi
Yogyakarta dikenal sebagai kota yang tidak pernah tidur, terutama saat malam tiba. Berbagai jajanan kuliner mulai berdiri dari sore hingga dini hari, bahkan ada yang buka sampai pagi. Tidak hanya menyediakan makanan lezat, beberapa tempat ini juga memiliki rasa khas yang membuat para pengunjung ingin kembali lagi. Berikut adalah 12 jajanan kuliner malam di Yogyakarta yang selalu ramai dan wajib dicoba.
1. Warung Sate Samirono
Warung Sate Samirono sudah menjadi ikon kuliner malam Jogja sejak tahun 1977. Tempat ini terkenal dengan beragam pilihan sate seperti sate ayam, sate kambing, sate buntel, hingga sate bebek yang empuk dan kaya bumbu. Aroma bakaran satenya saja sudah cukup membuat siapa pun tergoda.
Selain sate, warung ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, gulai, dan tongseng yang tak kalah menggugah selera. Keunggulan lainnya, Warung Sate Samirono buka 24 jam. Jadi, mau datang dini hari atau pagi buta sekalipun, perut tetap bisa terpuaskan.
2. Nasi Teri Gejayan
Nasi Teri Gejayan bukan sekadar warung makan biasa, melainkan kuliner legendaris yang sudah eksis sejak era 1970-an. Ciri khasnya terletak pada nasi putih hangat yang dicampur teri pedas gurih, menciptakan perpaduan rasa asin, pedas, dan nikmat di setiap suapan.
Berbeda dari kebanyakan warung teri yang menyajikan nasi kucing, di sini porsinya lebih mengenyangkan. Harganya pun ramah di kantong, mulai dari belasan ribu rupiah, dengan pilihan lauk tambahan seperti gudeg, ayam, telur, tempe, dan berbagai sayuran.
3. Lesehan SBTB Terang Bulan Malioboro
Kalau sedang berada di kawasan Malioboro, Lesehan SBTB Terang Bulan wajib disinggahi. Warung lesehan ini terkenal dengan suasana santainya dan menu khas Jogja yang selalu jadi favorit wisatawan maupun warga lokal.
Bebek goreng yang renyah dan gudeg dengan cita rasa autentik menjadi menu andalan. Ditambah harga yang terjangkau, mulai dari puluhan ribu rupiah, membuat tempat ini selalu ramai. Lesehan SBTB Terang Bulan buka dari sore hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.
4. Gudeg Mercon Bu Tinah
Gudeg Mercon Bu Tinah hadir sebagai alternatif gudeg bagi pencinta pedas. Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang manis, gudeg di sini justru terkenal dengan sensasi pedas “mercon” yang menggigit lidah.
Rasa pedasnya berasal dari sambal krecek super pedas yang berpadu dengan kuah santan gurih. Kombinasi ini membuat Gudeg Mercon Bu Tinah selalu diburu, terutama oleh mereka yang ingin mencicipi gudeg dengan rasa ekstrem.
5. Mie Nyemek Bus City
Mie Nyemek Bus City sudah menemani malam warga Jogja sejak 2002. Terletak di kawasan Mergangsan, warung ini terkenal dengan olahan mie instan yang dimasak dengan cara khusus, bukan sekadar direbus biasa.
Mienya dimasak bersama bawang putih, cabai rawit, kecap, dan sayuran segar seperti sawi. Hasilnya, mie nyemek dengan kuah sedikit, rasa gurih pedas, dan aroma yang menggoda. Cocok disantap saat malam makin larut.
6. Soto Sampah
Meski namanya terdengar ekstrem, Soto Sampah justru menjadi salah satu ikon kuliner malam Jogja sejak tahun 1970-an. Nama “sampah” merujuk pada tampilannya yang penuh isian hingga terlihat berantakan.
Dalam satu porsi, kamu akan menemukan bihun, toge, kol, daging, hingga gajih sapi yang melimpah. Kuahnya kaya rempah dan gurih, membuat soto ini terasa nendang meski harganya sangat terjangkau.
7. Gudeg Bromo Bu Tekluk
Gudeg Bromo Bu Tekluk dikenal sebagai gudeg basah legendaris yang sudah ada sejak 1984. Ciri khasnya terletak pada gudeg yang disiram areh gurih dan sambal krecek pedas berbahan kulit kerbau.
Tekstur kreceknya lebih kenyal dan kuat dibandingkan krecek sapi biasa. Warung ini hanya buka mulai pukul 23.00 malam hingga habis, sering kali sampai menjelang subuh. Tak heran kalau antreannya selalu panjang.
8. Oseng Mercon Bu Narti
Bagi pencinta pedas sejati, Oseng Mercon Bu Narti adalah surga kuliner malam. Menu andalannya berupa oseng daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan tulang muda yang dimasak dengan bumbu super pedas.
Sensasi “meledak” di mulut jadi daya tarik utama tempat ini. Berlokasi di kawasan KH Ahmad Dahlan, Oseng Mercon Bu Narti buka dari sore hingga tengah malam dan hampir selalu ramai.
9. Angkringan Kopi Jos Lik Man
Angkringan Lik Man adalah legenda kuliner malam Jogja yang berdiri sejak 1967. Tempat ini terkenal dengan kopi jos, minuman unik berupa kopi panas yang diberi arang membara langsung ke dalam gelas.
Aroma khas dari arang panas berpadu dengan kopi menciptakan sensasi rasa yang berbeda. Terletak dekat Stasiun Tugu, angkringan ini buka dari sore hingga dini hari dan selalu dipadati pengunjung.
10. Bakmi Jawa Pak Pele
Bakmi Jawa Pak Pele menjadi destinasi wajib bagi pencinta bakmi autentik. Keistimewaannya terletak pada penggunaan telur bebek dan ayam kampung untuk menghasilkan rasa gurih alami tanpa amis.
Pilihan menunya lengkap, mulai dari bakmi goreng, bakmi godok, hingga bakmi nyemek. Warung ini buka dari sore hingga sekitar pukul 23.00 malam dan selalu ramai pembeli.
11. Getuk, Klepon, dan Onde-onde Rahaya Wirobrajan
Buat pencinta jajanan tradisional, Rahaya Wirobrajan adalah surga manisan malam. Getuk, klepon, dan onde-onde di sini terkenal lembut dengan rasa manis pas.
Jajanan ini sering diburu sebagai camilan malam atau oleh-oleh. Meski sederhana, kualitas rasa dan konsistensinya membuat tempat ini selalu ramai.
12. Gultik Bang Jago
Gulai Tikungan atau gultik ala Bang Jago menjadi pilihan pas untuk makan malam ringan. Sepiring nasi dengan kuah gulai hangat dan potongan daging sapi ini terasa nikmat, apalagi disantap saat malam dingin.
Harganya terjangkau dan porsinya pas untuk ganjal perut sebelum pulang. Tak heran jika Gultik Bang Jago selalu ramai hingga larut malam.
Penutup
Itulah 12 jajanan kuliner malam di Yogyakarta yang terkenal ramai dari buka sampai pagi. Kalau kamu punya rekomendasi kuliner malam Jogja lainnya, jangan ragu buat menambahkannya ke daftar buruan berikutnya.
