Menjelajahi Bubur Memek: Kuliner Unik dan Mengejutkan dari Aceh yang Tak Terlupakan

Posted on

Indonesia bukan saja menyuguhkan pengalaman spiritual dan fisik melalui pesonanya yang luar biasa dalam hal alam dan budaya. Namun, negara ini juga merawat selera setiap orang dengan masakannya yang asli dan rasanya yang tiada tandingnya. Di samping menarik perhatian lidah dengan makanan berbumbu kompleks tersebut, nama-nama hidangan juga ikut serta memberikan kontribusi unik.

Mengunjungi Simeulue, Aceh, Anda akan menemukan sebuah bubur yang telah berhasil menyita perhatian publik secara luas di media sosial. Nama buburnya adalah Bubur Memek.
Yup
, kamu
nggak
salah baca.

Bubur ini populer tidak berkat rasanya, melainkan nama yang digunakan yang dianggap kasar dan tabu bagi beberapa orang. Karakter ‘E’ dalam istilah “memek” dieja mirip dengan kata “gemar”. Menariknya, bubur Memek telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2019.
lho
Bela!

Walaupun nama buahnya unik, tektsturnya yang halus layaknya bubur serta rasa manisnya yang berasal dari pisang menjadikan ini sebagai pilihan tepat untuk memuaskan lapar.

Sejarah bubur memek

Pemberian nama untuk hidangan ini cukup menggoda dan bisa menaikkan salah satu alis mata. Mengapa demikian? Karena dalam Bahasa Indonesia, istilah “memek” berarti vagina, meskipun digunakan secara kasar.

Mengapa nama bubur ini disebut memek? Keanekaragaman bahasa daerah di Indonesia menyebabkan perbedaan makna istilah bisa terjadi di tiap wilayahnya. Demikian pula halnya dengan kata memek. Di Aceh, memek bermula dari frasa mamemek yang memiliki arti mengunyah atau menggigit.

Kata ini muncul dari kebiasaan para leluhur Aceh mengunyah ketan dengan pisang. Dari sanalah, lahir istilah mamemek atau memek yang menjadi kata di Aceh. Walaupun cenderung berkonotasi negatif, nama memek tak boleh berganti karena sudah dianggap sebagai budaya paten dari warisan leluhur.

Bagaimana rasanya bubur memek?

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bubur memek merupakan sajian yang lembut dengan cita rasa manis. Dalam proses pembuatan, masakan khas ini mengandalkan pisang, beras ketan, serta santan sebagai komponen utamanya.

Saat mengecapnya, lidah Anda akan menyentuh kombinasi halus dari daging pisang yang berpadu apik dengan butir-butir nasi ketan yang sedikit lebih tekstur. Ini tentunya menghadirkan sebuah petualangan rasa tersendiri di mulut Anda. Aroma nasi yang telah dipanggang juga ikut serta memanjakan indra penciuman seolah-olah menjadi semacam aromaterapi, mampu membuat jiwa Anda merasa tenang dan damai.

Selain memiliki tekstur lembut namun agak kasar, bubur ini juga menghadirkan beragam cita rasa. Rasa manis pisang senada dengan kegurihan santan, ditambah sentuhan asin tipis dari garam yang membantu menciptakan keseimbangan dalam setiap suapan. Untuk melengkapi hidangan tersebut, bubur diberi topping es untuk meningkatkan flavor dan memberikan efek segar saat dikonsumsi.

Sudah bisa membayangkan rasanya, Bela? Jika iya, Popbela ingin mengajak Anda mencoba membuat bubur khas rumahan ini. Gunakan beras ketan, pisang, santan, garam, dan gula sebagai bahannya.
yuk
lihat resepnya di bawah ini!

Resep bubur memek


Bahan-bahan:

  • 10 Batangan pisang sudah dikupas kulitnya
  • 150 gram beras ketan, direndam selama 3 jam
  • 200 ml Santan cair
  • garam
  • 150 gr gula pasir
  • 30 gr gula merah
  • Es secukupnya


Cara membuat:

1. Dalam wadah terpisah, haluskan pisang yang telah dikupas dengan cara menumbuknya secara kasar. Ini bertujuan untuk mempertahankan tekstur pada pisang tersebut.

2. Persiapkan wajan, kemudian sangrai beras ketan sampai aromanya memancarkan baunya yang harum dan gurih.

3. Kemudian, nyalakan kompor pada suhu menengah. Pasangkan wajan atau panci ke atasnya.

4.Secara bertahap, masukkan santan, gula, garam, pisang tumbuk, dan beras ketan yang disangrai.

5. Campurkan semuanya secara rata lalu masak hingga sekitar satu jam atau sampai mendapatkan tektur yang kental. Anda dapat menyesuaikan tingkat kekentalannya dengan menambahkan lagi santan jika diperlukan.

6. Setelah mencapai tahap kematangan yang tepat, pindahkan ke dalam mangkuk. Bubur memek dapat disajikan panas untuk dinikmati langsung. Tetapi Anda juga memiliki opsi untuk menyimpannya di lemari pendingin atau menambahkan beberapa es batu agar semakin nikmat dan menyegarkan.

Sudah mulai jarang ditemukan

Sudah lama warga Simuelue mengonsumsi bubur memek sebagai bagian dari masakan harian mereka. Selain itu, bubur ini sangat fleksibel dan dapat dinikmati baik sebagai camilan maupun hidangan utama.

Akan tetapi, seiring berjalan waktu, bubur memek semakin sulit ditemukan karena tidak tahan lama. Menggunakan santan sebagai bahannya, bubur tersebut cepat basi jika tidak langsung dimakan. Ini tentunya mengakibatkan peningkatan popularitasnya menjadi lebih rendah dibanding makanan khas Aceh yang lain.

Meskipun demikian, Anda tetap dapat menemui bubur memek dalam beberapa kesempatan terbatas, misalnya saat Ramadan, pernikahan, pertemuan keluarga, atau acara formal lainnya. Terlebih lagi, bubur ini merupakan hidangan yang sangat enak untuk digunakan sebagai buka puasa.

Meskipun rasanya yang enak berbanding terbalik dengan nama yang provokatif dan kasar, bubur memek merupakan hidangan sedap yang patut dicoba. Mau mengujinya juga, Bela?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *