Sekarang ini, kita mengenal seledri sebagai hiasan atau penyedap dalam masakan. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa di balik ukurannya yang kecil dan aromanya yang khas, seledri ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.
Celery, sayuran berdaun hijau ini tidak hanya memiliki rasa yang kaya, tetapi juga kaya akan nutrisi. Bisa dikonsumsi dalam bentuk jus seledri, lalapan, campuran salad, hingga tumisan. Penasaran apa saja manfaat seledri yang bisa kamu dapatkan?
Kandungan Nutrisi dalam Seledri
Dalam 100 gram seledri, terdapat berbagai nutrisi penting seperti:
- 93 gram air
- 4,5 gram karbohidrat
- 2 gram serat
- 1 gram protein
- 0,1 gram lemak
- 260 mg kalium
- 50 mg kalsium
- 40 mg fosfor
- 64 mg natrium
Tidak hanya itu, seledri juga mengandung vitamin A, B, C, E, folat, serta antioksidan seperti beta-karoten, lutein, zeaxanthin, dan flavonoid yang sangat baik untuk menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit.
10 Manfaat Seledri untuk Kesehatan Tubuh
Manfaat seledri bagi kesehatan tubuh, pun tidak diragukan lagi. Sayuran ini kaya akan serat, karbohidrat, dan protein. Selain itu, seledri juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Berkat kandungan nutrisi dan antioksidan di dalamnya, ada banyak manfaat seledri yang baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari alodokter.com, berikut 10 manfaat seledri bagi kesehatan tubuh yang belum banyak orang mengetahui:
-
Bantu Turunkan Berat Badan
Seledri memiliki kalori rendah tetapi seratnya tinggi, membuatmu kenyang lebih lama. Sangat cocok untuk kamu yang sedang menjalankan program diet. Minum
jus seledri
sebelum makan juga bisa membantu mengontrol nafsu makan, lho!
-
Pencernaan Lancar
Kandungan air dan seratnya dapat membantu memperlancar buang air besar (BAB) dan mencegah konstipasi. Cocok dikonsumsi dalam bentuk lalapan atau ditambahkan ke dalam sup untuk memperlancar sistem pencernaan.
-
Redakan Nyeri Saat Menstruasi
Seledri juga dapat membantu mengurangi kram dan perut kembung selama haid. Mineral dan air dalam seledri membantu merilekskan otot perut, sehingga rasa sakit dapat berkurang secara alami.
-
Menjaga Kesehatan Mata
Karena mengandung vitamin A dan lutein, seledri sangat baik untuk menjaga penglihatan tetap tajam dan mencegah penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula.
-
Turunkan Tekanan Darah
Senyawa phthalide dalam seledri membantu merilekskan pembuluh darah, sementara kandungan kaliumnya menjaga tekanan darah tetap stabil. Ini menjadikan seledri cocok untuk penderita hipertensi.
-
Jaga Kesehatan Jantung
Selain menurunkan tekanan darah, seledri juga membantu menurunkan kolesterol. Kombinasi serat, antioksidan, dan kalium dalam seledri dapat mencegah plak di pembuluh darah, menjaga jantung tetap sehat.
-
Stabilkan Gula Darah
Karena memiliki indeks glikemik rendah, seledri tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes sebagai camilan sehat atau dijadikan jus penurun gula darah.
-
Tingkatkan Daya Ingat
Biji seledri mengandung senyawa unik bernama
BuPh
, yang dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak dan daya ingat. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan biji seledri punya potensi mencegah Alzheimer!
-
Mencegah Anemia
One tablespoon of celery seeds can contribute about 17% of daily iron needs. This is very helpful in preventing or overcoming anemia, especially for those who have low blood.
-
Lawan Radikal Bebas & Cegah Kanker
Antioksidan seperti flavonoid dan vitamin C dalam seledri berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas—faktor utama penyebab kanker. Mengonsumsi seledri secara rutin bisa menjadi langkah preventif yang efektif!
Cara Mengonsumsi Seledri yang Benar
Anda bisa menikmati seledri dengan berbagai cara:
- Dijadikan jus segar
- Dicampur dalam smoothie hijau
- Tambahkan ke dalam sup, salad, atau tumisan
- Konsumsi biji seledri sebagai suplemen alami
Tips:
Before consumption, make sure to wash the celery under running water to avoid pesticides or bacteria.
Even though celery is beneficial, excessive consumption or consumption without medical supervision can also have negative effects, especially for people with certain medical conditions. Consult your doctor if you have chronic diseases, allergies, or are undergoing special treatment.
***



