– Di tengah hiruk pikuk Kota Tasikmalaya yang tak pernah tidur, di mana setiap sudut jalan seolah menawarkan godaan kuliner yang menggiurkan, dari seblak pedas yang membakar lidah hingga aneka camilan kekinian yang merajai media sosial, sebuah semangat juang membara hadir dari sosok Irfan Nurfalah (26).
Ia bukanlah pemain lama di kancah bisnis makanan, melainkan seorang perintis yang dengan berani menjejakkan kaki di medan persaingan sengit ini, membawa serta impian besar dan resep untuk sebuah hidangan sederhana namun legendaris yakni Mie Ayam dengan ‘brand’ Tiga Putra.
Mie ayam sendiri adalah salah satu kuliner favorit di Indonesia yang memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Hidangan ini sederhana namun kaya rasa, dan bisa ditemukan di hampir setiap sudut kota, mulai dari gerobak kaki lima hingga restoran mewah.
Irfan sadar betul bahwa persaingan di Kota Tasikmalaya sangat ketat. Berbagai jenis kuliner, mulai dari jajanan kaki lima yang viral hingga restoran modern, terus bermunculan dan menawarkan inovasi.
Namun, hal itu justru memacunya untuk lebih keras lagi berinovasi dan memastikan kualitas mie ayamnya mampu bersaing. Ia percaya bahwa dengan ketekunan, konsistensi rasa, dan pelayanan yang prima, mie ayamnya akan mampu mencuri perhatian dan hati para pecinta kuliner di kota ini. Ini adalah sebuah pertarungan cita rasa dan dedikasi, dan Irfan siap menghadapinya.
Mie Ayam Tiga Putra mulai dirintisnya pada 1 Februari 2025. Walau baru beberapa bulan buka, Irfan tetap optimis usaha kuliner yang dijalaninya pelan-pelan akan mengalami perkembangan.
“Saya mulai merintis Mie Ayam Tiga Putra ini pada awal Februari 2025. Dengan niat ingin mengembangkan usaha dan ide-ide dari orang tua,” ujar Irfan kepada
.pikiran-rakyat.com
pada Senin, 23 Juni 2025.
Pemuda lulusan salah satu SMK di Kota Tasikmalaya ini menuturkan selain Mie Ayam ceker, mie ayam baso, mie ayam kepala dan mie ayam sayap di kedainya yang beralamat di Jalan Letjen Mashudi Perempatan Jalan Ciburuyan ini juga menyediakan minuman dingin, cilok goang dan cendol.
Untuk harga mie ayam di kedainya kata Irfan relatif murah meriah.
“Harga untuk satu porsi mie ayam di kedai kami yakni mulai Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Untuk cendol Rp 5 ribu sementara untuk cilok goang Rp 10 ribu,” kata pemuda kelahiran tahun 1996 ini.
Irfan Nurfalah melangkah maju dengan penuh keyakinan dan bertekad membuktikan bahwa optimisme bukanlah sekadar kata, melainkan sebuah kekuatan pendorong.
Meski usianya di dunia kuliner, Mie Ayam Tiga Putra masih terbilang muda, baru beberapa bulan beroperasi di tengah gemuruh Kota Tasikmalaya yang tak pernah sepi dari aroma makanan, Irfan tidak gentar. Ia memegang teguh keyakinan bahwa kualitas resep keluarga, konsistensi rasa, dan pelayanan yang tulus akan menjadi magnet yang tak terbantahkan bagi para pencinta kuliner.
Optimismenya bukan tanpa dasar; setiap mangkuk yang disajikan adalah buah dari kerja keras dan dedikasi, menawarkan lebih dari sekadar makanan, melainkan pengalaman rasa yang hangat dan otentik. Dengan semangat pantang menyerah, Irfan yakin bahwa dalam waktu tidak terlalu lama, Mie Ayam Tiga Putra akan mampu memikat hati dan lidah setiap pelanggan, menjadikannya salah satu destinasi kuliner favorit baru di Kota Santri.
“Rasakan kehangatan Mie Ayam Tiga Putra, sebuah hidangan istimewa yang bukan sekadar sajian, melainkan warisan rasa. Diracik dengan cermat menggunakan resep keluarga. Setiap mangkuk Mie Ayam Tiga Putra menghadirkan perpaduan sempurna antara mie kenyal, ayam berbumbu khas yang gurih, dan sentuhan rempah pilihan yang telah disempurnakan dari generasi ke generasi,” ujar Irfan sedikit berpromosi.
“Mie Ayam Tiga Putra bukan hanya mie ayam biasa. Ini adalah cita rasa nostalgia yang membawa kenangan akan masakan rumah, disajikan dengan sepenuh hati dari dapur keluarga kami langsung ke mangkuk Anda,” pungkasnya.***



