Edukasi Gizi Berkelanjutan untuk Tumbuh Kembang Optimal Anak

Posted on



PasarModern.com

– Makanan Pendamping ASI (MPASI) memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, terutama saat memasuki usia 6 bulan ke atas.

Pada fase ini, kebutuhan gizi anak semakin meningkat dan tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI, sehingga diperlukan MPASI yang tepat, bergizi seimbang, serta sesuai dengan tahapan usia.

Pemberian MPASI yang optimal tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan pembentukan kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi inilah yang mendorong berbagai pihak untuk terus berperan aktif dalam edukasi gizi anak.

Memasuki tahun 2026, SUN, brand makanan pendamping ASI (MPASI) dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan gizi anak Indonesia melalui Gerakan Lahap Makan SUN yang telah terlaksana sejak tahun 2025.

Program edukasi ini diawali di Kota Malang dan Bogor sebagai pembuka rangkaian kegiatan tahun 2026, sebelum dilanjutkan ke sekitar seratus kota/kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.

Gerakan Lahap Makan SUN: Edukasi Langsung dari Dokter Anak dan Duta Posyandu

Melalui Gerakan Lahap Makan SUN, para ibu akan mendapatkan edukasi langsung dari dokter anak serta dukungan dari ibu kader PKK sebagai Duta Lahap Makan SUN.

Gerakan Lahap Makan SUN hadir sebagai gerakan yang mengedukasi sekaligus telah menginspirasi lebih dari 90 ribu ibu dan kader Posyandu mengenai langkah-langkah praktis pemberian makan anak yang tepat, termasuk pentingnya menghadirkan variasi menu MPASI yang beragam dan bergizi, guna membantu mengurangi risiko Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak.

Etyk Hartuti, Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengatakan, “Gerakan Tutup Mulut pada anak atau yang sering dikenal dengan GTM merupakan kondisi yang sering terjadi dan bisa muncul berulang pada fase tumbuh kembang yang berbeda.

Melalui Gerakan Lahap Makan SUN, kami ingin hadir sebagai sahabat bagi para ibu untuk belajar bersama, saling berbagi, dan menemukan solusi yang bisa diterapkan untuk mendukung upaya pemenuhan gizi anak.”

Hal yang sama ditegaskan pula oleh dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed dalam kegiatan Gerakan Lahap Makan SUN di Malang (14/01), bahwa GTM tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak, terutama di masa awal pertumbuhan yang krusial.

“Kebutuhan gizi anak sangat tinggi, sementara kapasitas lambung bayi masih terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan yang cukup besar setara dengan 11 potong daging ayam. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk menyiapkan makanan padat gizi sekaligus membuat anak mau makan sehingga gizi bisa masuk ke dalam tubuhnya,” jelas dr. Centa.

3 Metode Lahap Makan ala SUN

SUN memperkenalkan 3 Metode Lahap Makan ala SUN, yang mencakup:

Pemberian makan saat lapar dan tidak mengantuk

Variasi rasa dan tekstur sesuai usia

* Cara pemberian makan yang tepat

Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan mengajak para ibu untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengkreasikan variasi menu MPASI yang lebih beragam, agar pengalaman makan jadi menyenangkan.

Pentingnya Kreativitas Ibu dalam Menyiapkan MPASI

Sebagai bagian dari edukasi Gerakan Lahap Makan SUN, SUN mendorong para ibu untuk berkreasi menghadirkan cita rasa masakan Indonesia melalui penggunaan bumbu dan rempah yang aman sejak bayi.

“Kami mengajak ibu untuk tidak ragu mengenalkan MPASI dengan rasa masakan Indonesia sejak dini. Bumbu seperti bawang merah dan bawang putih memberikan rasa gurih alami, sementara daun jeruk menghadirkan aroma segar. Tentunya digunakan dengan takaran dan pengolahan yang sesuai untuk bayi,” ujar Etyk.

Senada dengan itu, dr. Ayuca Zarry, Sp.A menjelaskan bahwa anak akan lebih lahap jika diberikan menu yang memiliki variasi rasa dan aroma yang menggugah selera.

“MPASI yang dikreasikan dengan menarik akan memberikan pengalaman makan yang menyenangkan bagi anak sehingga kebutuhan gizinya pun lebih mudah terpenuhi,” jelas dr. Ayuca di dalam kegiatan Gerakan Lahap Makan SUN di Bogor (20/01).

Tak hanya soal tampilan, penggunaan bumbu dan rempah juga menjadi sorotan. Menurut dr. Ayuca, bumbu rempah aman dikenalkan sejak dini asal dikelola dengan benar.

Harapannya, dengan aroma yang lebih ‘berani’ anak menjadi lebih antusias dan kebutuhan gizinya tercukupi dengan optimal.

Demo Masak MPASI Berbasis Pangan Lokal

Duta Lahap Makan SUN perwakilan Bogor, Hj. Aas Kusdianawati, turut memberikan contoh langsung melalui demo masak MPASI berbasis pangan lokal berupa Bubur Ayam Spesial ala SUN yang dikreasikan dengan bumbu dan rempah agar anak lebih lahap makan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para ibu untuk tetap memperhatikan kelengkapan gizi MPASI.

“Jangan lupa untuk mengombinasikan bahan pangan lokal yang mudah didapat, seperti talas, bayam, dan ayam, dengan SUN sehingga MPASI menjadi lebih lezat dan bernutrisi,” ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan SUN Dampingi Ibu Indonesia

Sebagai bubur bayi yang telah dipercaya oleh para ibu Indonesia selama lebih dari 30 tahun, SUN terus menghadirkan inovasi produk untuk membantu bayi makan lebih lahap.

SUN Cinta Rasa Indonesia, terinspirasi dari cita rasa masakan Indonesia: Liwet Ayam Kampung, Soto Ayam, dan Opor Ayam, menjadi solusi MPASI yang praktis di tengah keterbatasan waktu dan proses memasak, serta kekhawatiran Ibu akan penggunaan bumbu dan rempah.

Bubur SUN juga aman dan bernutrisi, diperkaya Esenutri dengan kandungan tinggi zat besi dan omega 3 dan 6 untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.

“Melalui kolaborasi dengan dokter, kader posyandu, dan duta lahap makan SUN, kami berharap semakin banyak ibu yang percaya diri dalam menyiapkan MPASI dan membantu anak makan lebih lahap.

Komitmen ini akan terus kami lanjutkan di tahun 2026 dengan memperluas Gerakan Lahap Makan SUN ke lebih banyak ibu dan keluarga di seluruh Indonesia untuk mendukung generasi Indonesia yang sehat menuju Indonesia Emas,” tutup Etyk.

Seluruh produk SUN telah tersertifikasi BPOM dan memenuhi standar The Codex Alimentarius Commission sebagai acuan internasional keamanan pangan, tanpa pengawet dan tanpa perisa tambahan.

Dengan komitmen ini, SUN menghadirkan ketenangan bagi para ibu dalam memberikan MPASI terbaik bagi buah hati.

Moms bisa ikuti terus keseruan kegiatan SUN melalui kanal https://sunmpasi.co.id/ dan IG @kasihsun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *