–Kementerian Pertanian (Kementan) mengkonfirmasi bahwa stok bawang merah di seluruh negeri saat ini terkendali dengan baik. Warga dimohon untuk tidak khawatir tentang harga yang pernah naik drastis.
Sebagaimana dikenal, harga bawang merah pernah mencapai level Rp 60 ribu di beberapa wilayah menjelang hari raya Idul Fitri. Kenaikan harga bawang merah ini diduga disebabkan oleh kondisi iklim yang tidak baik.
Menurut seorang pegawai dari Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Suminto, kondisi tersebut terjadi karena belum kembali normalnya kegiatan transaksi di pasar baik secara grosir maupun ritel. Faktor kurangnya jumlah pekerja akibat cuti Lebaran turut mempengaruhi situasi ini.
Namun, pada saat ini, dengan berakhirnya periode liburan, aliran produk dari pusat produksi ke pasar-pasar besar perlahan membaik. Akibatnya, stok bawang merah yang merupakan indikator harga di tingkat nasional terus mengalami peningkatan yang positif.
“Mulai hari Jumat tanggal 4 April pagi, sebanyak 18 truk dengan total bobot mencapai 64 ton bawang merah telah dikirim ke PIKJ. Diperkirakan minggu depan situasinya akan kembali seperti biasa. Biasanya di kondisi normal, jumlah pengiriman bawang merah ke induk tempat tersebut berkisar antara 25 kendaraan atau setara dengan 90-100 ton per harinya,” jelas Suminto.
Ini pun dikonfirmasi oleh Jhon Munthe, salah satu pedagang bawang merah di PIKJ. Ia memprediksi bahwa kegiatan usaha akan kembali stabil menjelang akhir minggu. “Minggu depan mungkin saja sudah seperti biasanya. Sebab Idul Fitri telah berakhir,” jelas Jhon Munthe.
Harga bawang merah di Pasar Ikan Purwakarta Jaya (PIKJ) untuk varian premium berada dalam rentang antaraRp 40.000 sampai dengan Rp 45.000 per kilogram, sementara itu harga untuk mutu menengah berkisar pada angka Rp 35.000 hingga Rp 38.000 setiap kilonya. Selain asalnya dari daerah seperti Brebes, Indramayu dan Kendal, sekarang pasokan bawang pun datang dari Solok, yang terletak di Sumatera Barat.
Ujang, petani bawang merah asal Cimenyan, Kabupaten Bandung, mengonfirmasi pengiriman bawang merah baru sekitar 30 persen. Ini karena lapak di pasar masih banyak yang belum buka. Bahkan, di beberapa pasar baru 25 persen dari normal.
Harga tetap berada dalam rentang antara Rp30.000 sampai dengan Rp40.000 untuk tipe Batuijo. Saat ini, musim panennya terjadi pada bulan April dan Mei.
nyambung
“sedang berada di wilayah Bandung Raya serta sekitarnya,” terangkan Ujang.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Andi Muhammad Idil Fitri menegaskan, ketersediaan pasokan bawang merah sangat mencukupi. Berdasar
Early Warning System
Bawang Merah Nasional, hasil panen yang dapat dikonsumsi pada bulan April melebihi 100.000 ton.
“Stok di bulan April setelah Lebaran pada dasarnya aman. Banyak hasil panen dari Indramayu, Pantura, Solok, serta Bandung Raya sudah siap untuk memastikan ketersediaan stok nasional,” terang Andi Muhammad Idil Fitri.
Kementan juga mengatakan akan melanjutkan komunikasi erat bersama pihak-pihak berwenang di daerah serta stakeholder lainnya.
Champion
Bawang merah di sejumlah area pengeproduksian. Tindakan tersebut diambil guna memastikan proses pendistribusian berlangsung tanpa hambatan, mengendalikan kestabilan harga, dan mempertahankan kelengkapan pasokan bawang merah untuk publik.
