Pengalaman Hidup di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang Berbeda dari Kota Metropolitan Lainnya
Hidup di Ibu Kota Nusantara (IKN) menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan kota-kota metropolitan lain di Indonesia. Mulai dari air keran yang bisa langsung diminum hingga tinggal di dekat satwa liar, IKN menghadirkan konsep peradaban baru yang unik dan inovatif. Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw.
Fasilitas Dasar dengan Standar Internasional
Menurut Troy, fasilitas dasar di hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun kantor pemerintahan sudah memenuhi standar internasional. Salah satu contohnya adalah sistem air bersih yang digunakan di IKN. “Di unit hunian tempat kami tinggal, buka keran airnya bisa langsung diminum. Debit air baku dan air minum kita memiliki volume tampung 16 juta meter kubik dari Bendungan Sepaku Semoi,” ujarnya.
Selain itu, IKN dirancang sebagai 10-minute city, di mana mobilitas penduduk lebih mudah dan efisien. Penduduk diharapkan menggunakan transportasi umum berbasis listrik, bersepeda, atau berjalan kaki untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Kendaraan berbahan bakar fosil akan diperkenalkan secara bertahap.
Lingkungan yang Segar dan Hijau
Udara di IKN terasa segar karena tingkat polusi yang rendah. Troy menjelaskan bahwa warga IKN bisa melakukan aktivitas seperti jogging pagi atau berjalan kaki ke kantor. “Ini waktunya kita kembali menghormati alam,” tambahnya.
Selain itu, IKN juga menghadirkan lingkungan yang hijau dan ramah lingkungan. Warga harus terbiasa bertemu dengan hewan liar karena IKN dibangun tanpa merusak ekosistem hutan monokultur. “Kami harus membiasakan diri bertemu hewan liar. Kemarin kami lihat ada Beruang Madu, hewan khas Kalimantan Timur. Kami juga melihat burung-burung yang jarang ditemui di kota lain,” jelas Troy.
Budaya Baru dalam Pengelolaan Sampah dan Perokokan
Budaya baru juga diterapkan dalam pengelolaan sampah. Warga IKN dilarang membuang sampah sembarangan dan wajib memilah sampah organik serta anorganik. Aturan merokok juga diterapkan secara ketat. Warga hanya boleh merokok di titik-titik tertentu dan dilarang merokok sambil berjalan di sembarang tempat.
Konsep Forest City dan Sponge City
IKN juga menerapkan konsep Forest City, di mana wilayah perkotaan dikembangkan dengan menggabungkan elemen hutan. Proses ini dilakukan secara bertahap, mulai dari penanaman bibit tanaman di area Mentawir hingga penanaman di lingkungan IKN. Setiap dua minggu sekali, pegawai IKN melakukan kegiatan penanaman sebagai bagian dari lifestyle mereka.
Selain itu, IKN juga menerapkan konsep Sponge City atau Water Resilience City. Embung-embung dibangun khusus untuk menurunkan suhu dan meningkatkan keseimbangan lingkungan. Inisiatif ini juga mencakup penebaran ikan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Edukasi dan Kesadaran Lingkungan
Penduduk IKN diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Mereka diajarkan untuk memilah sampah dan tidak membuangnya sembarangan. Selain itu, para tamu yang berkunjung ke IKN juga diberikan panduan dan himbauan agar tetap menjaga kebersihan dan kesadaran lingkungan.



