Warga Desa Minggirsari Kabupaten Blitar Sulap Pinggiran Sungai Jadi Pasar Wisata Kuliner Kali Brantas

Posted on

Pasar Wisata Kuliner Kali Brantas Jadi Daya Tarik Baru di Desa Minggirsari

Desa Minggirsari, yang berada di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, kini memiliki tempat wisata baru yang menarik perhatian masyarakat. Kawasan pinggir Kali Brantas telah diubah menjadi Pasar Wisata Kuliner yang menghadirkan berbagai makanan tradisional dan jajanan pasar khas tempo dulu.

Pasar ini menyediakan berbagai hidangan seperti nasi tiwul, nasi ampok (jagung), pecel punten, serta berbagai jenis jajanan pasar dan minuman tradisional. Konsep yang diusung sangat unik karena suasana pasar dibuat seperti masa lalu, dengan lokasi yang berada di bawah rerimbunan pohon bambu. Hal ini memberikan kesan klasik dan alami bagi pengunjung.

Inisiatif dari Warga Setempat

Pembuatan Pasar Wisata Kuliner Kali Brantas dilakukan secara mandiri oleh warga setempat. Ide ini muncul dari keinginan warga untuk memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar Kali Brantas. Dengan melibatkan komunitas Paguyuban Watu Bonang, warga kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk merealisasikan rencana tersebut.

Kepala Desa Minggirsari, Eko Hariadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini dimulai dari ibu-ibu dan bapak-bapak di lingkungan paguyuban. Mereka bersama-sama membersihkan area dan membuat meja serta tempat duduk sendiri tanpa bantuan luar. Pemerintah desa hanya bertindak sebagai pendamping dalam proses pembangunan.

Buka Setiap Minggu Pertama dan Ketiga

Pasar Wisata Kuliner Kali Brantas mulai beroperasi pada 1 Juni 2025. Pasar buka dua kali dalam sebulan, yaitu pada minggu pertama dan ketiga. Meski baru saja dibuka, antusiasme masyarakat sangat besar. Pengunjung tidak hanya berasal dari Desa Minggirsari sendiri, tetapi juga dari daerah lain seperti Talun dan Sutojayan.

Menurut Eko, pasar ini tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati makanan tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Para ibu rumah tangga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan berjualan di pasar ini.

Berbagai Aktivitas yang Menarik

Selain menikmati makanan khas, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas wisata air seperti rafting di Kali Brantas. Ini menambah daya tarik pasar kuliner yang kini menjadi tujuan wisata yang menarik.

Ketua PKK Desa Minggirsari, Dewi Nuvita, mengatakan bahwa jumlah pengunjung terus meningkat. Ia sendiri ikut berjualan lopis ketan di pasar ini. Awalnya ia hanya memasak 5 kilogram, namun kini jumlahnya ditingkatkan menjadi 10 kilogram per minggu. Lopis ketannya habis dalam waktu singkat, mulai dari pukul 06.00 hingga 08.30 WIB.

Dewi menambahkan bahwa keberadaan pasar ini membantu ekonomi para ibu rumah tangga. PKK juga membuka warung di lokasi pasar, sehingga anggota bisa menitipkan makanan dan minuman untuk dijual.

Pengalaman Pengunjung yang Mengesankan

Salah satu pengunjung, Dina, mengatakan bahwa konsep pasar ini sangat bagus. Saat berkunjung, ia merasa seperti kembali ke masa lalu. Suasana di bawah pohon bambu dan di tepi sungai membuatnya betah berada di lokasi.

Harga makanan juga sangat terjangkau, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 15.000. Lokasi yang nyaman membuat banyak orang ingin datang kembali untuk menikmati suasana dan hidangan tradisional yang lezat.