JAKARTA,
Daging adalah sumber gizi vital seperti zat besi serta vitamin B kompleks.
Nutrisi itu memiliki peran besar dalam pembentukan otot, regenerasi sel, serta menjaga daya tahan tubuh.
Walaupun amat baik untuk kesejahteraan tubuh, metode memakan daging harus diwaspadai.
Mengonsumsi daging bersama beberapa jenis pangan atau minuman dapat menghambat penyerapan gizi, melambatkan proses pencernaan, dan bahkan menyebabkan masalah kesehatan.
Sangat penting untuk memahami campuran makanan dan minuman yang harus dijauhi ketika sedang menyantap daging agar dapat mempertahankan keseimbangan nutrisi serta menjaga fungsi tubuh secara optimal.
Menurut informasi dari situs Eating Well, berikut ini adalah beberapa jenis makanan serta minuman yang sebaiknya tidak dimakan atau diminum secara bersamaan dengan daging:
1. Minuman berkafein
Mengonsumsi kopi atau teh sesudah memakan daging bisa menurunkan nilai nutrisi yang semestinya terambil.
Berdasarkan beberapa riset, kandungan kafein pada kopi serta senyawa tanin di dalam teh dapat membatasi absorpsi zat besi oleh tubuh.
Studi mengungkapkan bahwa meminum kopi bersamaan dengan makan hamburger dapat mengurangi penyerapan zat besi sebanyak hampir 40%.
Sehingga, tubuh tidak dapat mengabsorpsi nutrisi esensial dari daging dengan optimal dan hal ini bisa memicu defisiensi zat besi.
Di samping itu, kopi dan teh memiliki sifat asam dan dapat memicu peningkatan produksi asam di perut.
Apabila di konsumsi bersamaan dengan hidangan berat seperti daging, dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.
Sebagian orang bisa mengalami keadaan buncit di perut, sakit pada bagian lambung, atau masalah pencernaan yang lain.
Untuk orang dengan kondisi seperti gastritis atau GERD, sebaiknya hindari sepenuhnya penggunaan gabungan tersebut.
2. Makanan tinggi gula
Daging menghabiskan lebih lama dalam proses pencernaan. Selain itu, enzim yang digunakan untuk mendigesti daging beragam dibandingkan dengan enzim yang bekerja pada makanan bertepung atau gula.
Mengonsumsi gula dalam takaran besar bisa mengacaukan cara kerja sistem pencernaan terhadap daging.
Itu bisa mengakibatkan pencernaan yang kurang optimal serta timbulnya gangguan perut seperti bengkak.
Makanan serta minuman yang manis bisa meningkatkan tingkat glukosa dalam darah secara pesat, yang kemudian mengakibatkan kenaikan insulin.
Ini dapat menjadi permasalahan bila dicampurkan dengan daging, yang proses pencernaanannya lebih lamban.
3. Telur
Campuran telur dan daging bisa memberatkan kerja saluran pencernaan.
Lemak dan protein membutuhkan enzim yang berbeda untuk diolah, dan campuran kedua zatzat ini dalam porsi besar dapat menghambat laju pencernaan.
Badan perlu berusaha ekstra dalam memecah makanan.
Energi yang semestinya dipakai untuk tugas-tugas lain justru teralihkan ke sistem pencernaan, menyebabkan rasa kantuk dan loyo.
Di samping itu, sistem pencernaan yang melambat bisa menimbulkan sejumlah gangguan pada saluran cerna seperti bengkak, terjadinya gas, serta ketidaknyamanan di area perut.
Manfaat lemak dari campuran tersebut juga bisa menambah peluang timbulnya gangguan kesehatan dalam jangka waktu lama, contohnya adalah penyakit jantung dan kegemukan, apalagi bila dimakan dengan frekuensi yang tinggi.
4. Susu
Mengonsumsi susu setelah menyantap daging atau mengepadukan keduanya bisa menyebabkan berbagai gangguan pada sistem pencernaan.
Sebagai contoh adalah penumpukan gas dalam perut, bengkak, sensasi tak enak, nyeri abdominal, serta pusing muntah, dan beragam gejala lainnya.
Ini disebabkan oleh fakta bahwa susu dan daging adalah sumber protein. Ketika kedua makanan tersebut dikonsumsi bersama-sama, hal itu bisa menghambat proses pencernaan, yang berimbas pada sistem pencernaan dan memiliki potensi untuk menimbulkan masalah seperti refluks asam.
5. Semangka
Semangka terkenal sebagai buah yang menyejukkan dan dapat membantu mengurangi panas dalam tubuh.
Oleh karena ciri khas ini, banyak orang meyakini bahwa semangka dapat berfungsi sebagai penyeimbang alami rasa “hangat” sesudah mengonsumsi daging, terlebih daging merah yang memiliki kadar kolesterol serta lemak jenuh tinggi.
Seringkali, semangka digunakan sebagai hidangan penutup setelah menyantap makanan berat yang mengandalkan daging.
Akan tetapi, praktik tersebut ternyata tidak seluruhnya akurat. Meski semangka benar-benar dapat menenangkan sensasi kepanasan dalam tubuh, memakannya secara langsung sesudah menyantap daging malahan bisa mengacaukan sistem pencernaan.
Tak heran daging butuh waktu cukup lama untuk dicerna akibat kadar protein serta lemak di dalamnya.
Di sisi lain, semangka merupakan buah yang cepat dicerna dan memiliki kandungan air yang sangat tinggi.
Ketika semangka dikonsumsi setelah daging, perbedaan waktu pencernaan ini dapat menyebabkan gangguan di lambung, seperti kembung, rasa penuh, hingga fermentasi makanan yang belum tercerna sempurna.
Di samping itu, reaksi “netralisasi” semangka terhadap kehangatan tubuh yang disebabkan oleh pemasukan daging dapat mengurangi efisiensi dalam penyerapan gizi.
