Kuliner Legendaris yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Berkunjung ke Kota Malang
Kota Malang, dikenal dengan cuaca yang sejuk dan pemandangan alam yang menarik, tidak hanya menawarkan wisata alam dan taman bermain anak-anak yang seru. Selain itu, kota ini juga memiliki ragam kuliner yang sangat lezat dan memanjakan lidah. Jika Mama berkunjung ke kota terbesar kedua di Jawa Timur ini, jangan lupa untuk mencoba beberapa kuliner legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Berikut adalah 7 kuliner legendaris di Malang yang layak dicoba:
1. Warung Sate Gebug
Warung Sate Gebug sudah melegenda sejak lebih dari 100 tahun lalu. Berdiri sejak tahun 1920 di Jalan Jenderal Basuki Rachmat No. 113A, Kota Malang, warung ini tidak pernah berpindah tempat dan tidak memiliki cabang sama sekali. Yang membuat sate di sini unik adalah proses pengolahan daging sapi yang dilakukan dengan cara gebug atau dipukul hingga lunak sebelum dimasak. Harga menu di sini mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 30.000.
2. Tahu Lontong Lonceng
Bagi pecinta makanan berbumbu kacang, Tahu Lontong Lonceng adalah salah satu pilihan yang wajib dicoba. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1935 dan terletak di Jalan Laksamana Martadinata No. 66, Kota Malang. Ada tiga jenis menu yang bisa Mama coba, yaitu tahu telur lontong tahu telur nasi, dan tahu lontong biasa, dengan harga mulai dari Rp 11.000.
3. Depot Rawon Nguling
Depot Rawon Nguling adalah salah satu warung makan rawon legendaris di Malang yang sudah berdiri sejak tahun 1942. Berlokasi di Jl. Zainul Arifin No.62, Klojen, Malang, depot ini menyajikan nasi rawon dengan kuah rempah yang khas. Selain rawon, ada beberapa makanan khas Jawa Timur lainnya yang bisa Mama coba. Harga mulai dari Rp 22.000 hingga Rp 55.000.
4. Depot Hok Lay
Depot Hok Lay sudah berdiri sejak tahun 1946 di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 10, Klojen, Malang. Awalnya merupakan warung es, usaha ini berkembang hingga menyajikan berbagai hidangan lezat. Nama “Hok Lay” berasal dari bahasa Hokkian yang berarti rezeki datanglah. Ciri khas dari depot ini adalah desain klasik yang masih dipertahankan sejak tahun 40-an. Menu andalannya adalah pangsit cwimie yang berisi pangsit renyah, daging ayam, bawang goreng, dan daun bawang, dengan harga mulai dari Rp 15.000 per mangkuk.
5. Soto Ayam Lombok
Soto Ayam Lombok dibuka sejak tahun 1955 oleh H. Abdulrahman dan hingga kini tetap menjadi favorit para penikmat kuliner. Meskipun nama “Lombok” disematkan karena lokasi awalnya di Jalan Lombok No. 1, Kasin, Kota Malang, bukan berarti soto ini berasal dari Lombok. Kini, Soto Ayam Lombok dijalankan oleh generasi ketiga keluarga H. Abdulrahman dengan resep yang tetap autentik. Ada tiga pilihan menu, yaitu soto ayam biasa, istimewa, dan spesial, dengan harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 40.000.
6. Sego Goreng Resek
Awalnya, tempat makan ini berada dekat dengan tempat pembuangan sampah, sehingga diberi nama “resek” yang berarti sampah. Berdiri sejak tahun 1959, sego resek yang mirip dengan nasi mawut khas Jawa Timur ini tetap konsisten dan bertahan hingga puluhan tahun. Mama bisa menambahkan lauk seperti telur, rempela hati, kepala dan sayap ayam. Untuk mencicipi sepiring sego resek, Mama cukup merogoh kocek mulai dari Rp 12.000.
7. Rujak Cingur Bude Ruk
Meski terletak di gang sempit, Rujak Cingur Bude Ruk yang sudah berdiri sejak tahun 1960 tetap diminati oleh para pencinta kuliner. Makanan ini terdiri dari campuran berbagai sayuran, cingur sapi, serta bumbu kacang dan petis yang khas. Untuk mencicipi seposisi rujak cingur Bude Ruk yang ada di Jalan Soeroeji No. 17 Gang 1, Kepanjen, Malang, Mama cukup merogoh kocek mulai dari Rp 15.000.
Itulah 7 kuliner legendaris di Malang yang patut dicoba saat berkunjung ke kota ini. Semoga Mama bisa merasakan kelezatan dan keunikan dari setiap hidangan tersebut.



