Menjelajahi Sensasi Street Food Thailand: Dari SomTam Hingga Longan Pandan

Posted on

Laporan oleh jurnalis Tribun Jabar, Putri Puspita


, BANDUNG

– Penduduk Bandung sekarang dapat menikmati secara langsung camilan khas Thailand yang autentik dan segar, disuguhkan langsung oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bidang kuliner yang membawa rasanya negeri Gajah Putih dalam acara Roadshow Kuliner Viral Indonesia.

Acara gastronomi yang diselenggarakan dari tanggal 12 hingga 22 Juni 2025 mendatang menyedot perhatian para peserta dengan penawaran ragam hidangan lezat yang menggoda selera.

Bermacam-macam tenant di sana terlihat sangat dipadati oleh para pembeli, dan pastinya mereka perlu bersabar antri agar dapat mencicipi semua hidangan yang tersedia.

Hidangan tradisional Thailand juga dapat ditemui misalnya di kedai Longan Pandan dan gerai Chatuchak Yindee.

Liana dari Longan Pandan menyebut bahwa minuman tradisional asli Thailand ini populer disebut sebagai nam leyai dalam bahasa lokalnya, dan merupakan varian unik dari longan pandan yang berasal dari Thailand.

Minuman ini mencampurkan cairan gula pandan alami bersama dengan buah kelengkeng import dari Bangkok, memberikan pengalaman rasa manis, sejuk, dan wangi yang istimewa.

“Airnya berasal dari sarinya gula aren alami dan murni. Kami menggunakan kelengkeng segar, bukan yang dalam kaleng. Setiap buah dikupas secara perorangan sehingga rasanya menjadi lebih otentik,” ungkap Liana ketika ditemui di area parkir Trans Studio Mall, Jl. Gatot Subroto No 289, Selasa (17/6/2025).

Walaupun banyak pengusaha lebih suka menggunakan kelengeng kalengan untuk kemudahan, Liana malah ingin mengevaluasi kualitas serta rasanya yang alami pada minuman tersebut.

Keseruan masyarakat Bandung terhadap Longan Pandan sungguh menakjubkan. Antrean panjangpun tampak di mana para pengunjung datang dengan rasa ingin tahu yang besar tentang kelezatan minuman tersebut.

“Mereka merasa penasaran sebab sangat jarang orang menggunakan buah delima segar. Apalagi setelah mereka mengetahui bahwa buah tersebut diimpor langsung dari Thailand, hal itu semakin membuatnya menarik,” jelasnya.

Harga untuk minuman ini berkisar antara Rp35.000 sampai Rp50.000 per sajian. Varian ukuran besar yang dapat dibagi oleh empat orang memiliki hargaRp98.000.

Pada saat bersamaan, petugas pengawas tenant di bilik Chatuchak Yindee bernama Fauzi menyebutkan bahwa terdapat aneka hidangan pinggir jalan khas Thailand yang membangkitkan nafsu makan. Tiga pilihan favoritnya meliputi Kiamboy, Somtam, serta Mangga Berlendir Ketan.

“KIAMBOY adalah irisan buah yang dilapisi dengan tepung khas Thailand. Ini memiliki rasa manis, asam segar dari jeruk, serta sedikit cabai yang menambah kepedasan. Rasanya utama adalah campuran asam, manis, dan segar,” terang Fauzi.

Variasi buah pada Kiamboy sangat bervariasi misalnya stroberi, manga, anggur, jeruk, hingga delima dan dapat disesuaikan menyesuaikan keinginan para pengunjung.

Di samping itu, ada pula Somtam, hidangan salad khas Thailand terkenal dengan rasanya yang pedas, asam, dan menyegarkan.

“Somtam dibuat dari cabai, bawang putih, udang kering, kacang tanah, kecap ikan, air perasan jeruk nipis, dan gula merah,” katanya.

Tidak kalah mengundang perhatian, pilihan menu akhirnya adalah Mango Sticky Rice, sebuah dessert tradisional asli Thailand yang berisi nasi ketan dilumuri dengan susu kelapa pekat ala Thailand, dan dihidangkan bersama irisan mangga lezat.

“Santan asli Thailand memiliki rasa yang lebih gurih dengan tekstur yang pekat, membuatnya berbeda dibandingkan nasi ketan biasa,” jelas Fauzi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *