PR JABAR
– Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan pendamping ASI atau MPASI. Ini merupakan tahap penting dalam tumbuh kembang anak karena nutrisi tambahan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tidak lagi cukup hanya dari ASI. Namun, satu pertanyaan sering muncul di kalangan orang tua: bolehkah menambahkan gula dan garam dalam makanan MPASI?
Aturan Penggunaan Gula dan Garam dalam MPASI
Pemberian gula dan garam pada bayi tidak dilarang total, tetapi perlu sangat dibatasi. Berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asupan gula tambahan sebaiknya kurang dari 5% dari total kalori harian untuk anak di bawah dua tahun. Lebih dianjurkan untuk memberikan gula alami yang terdapat dalam buah-buahan segar, bukan dalam bentuk jus buah maupun makanan olahan yang mengandung pemanis tambahan.
Demikian pula dengan garam. Bayi berusia 6–12 bulan hanya memerlukan sekitar 370 mg natrium per hari, sementara anak usia 1–3 tahun memerlukan sekitar 800 mg per hari. Jumlah ini setara dengan kurang dari 1 gram garam per hari, dan kebutuhan tersebut sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan segar seperti daging, ikan, telur, atau kacang-kacangan.
Beberapa contoh bahan pangan segar yang tinggi kandungan natriumnya antara lain:
-
100 gram hati ayam segar: 1.068 mg natrium
-
100 gram ikan teri segar: 554 mg natrium
-
100 gram kacang hijau rebus: 447 mg natrium
-
100 gram telur ayam kampung: 190 mg natrium
Artinya, tanpa perlu menambahkan garam dapur, anak sebenarnya sudah mendapatkan natrium dari makanan alami yang disiapkan.
Pengganti Garam dan Gula dalam MPASI
To enhance the flavor of baby’s first solid foods (MPASI) without adding salt or sugar, experts recommend using natural seasonings such as red onion, garlic, ginger, tomato, and spices that do not contain MSG. These seasonings are not only safe for babies, but also help introduce various natural flavors from an early age so that children do not become dependent on excessive sweet and salty tastes.
Selain bumbu alami, tekstur dan suhu makanan juga memengaruhi selera makan bayi. MPASI yang disajikan hangat dan memiliki tekstur yang tepat—tidak terlalu kasar atau terltoo lembut—akan lebih menarik dan mudah diterima oleh bayi.
Kesetaraan Penyesuaian Makanan Keluarga untuk MPASI
For children over 1 year old, complementary foods can be prepared from the family menu. However, it is important to ensure that the baby’s food is separated before additional seasonings such as salt and sugar are mixed in. This process is important so that the baby continues to receive food that meets their nutritional needs.
Meskipun praktis, banyak orang tua yang mengabaikan tahap pemisahan ini dan langsung memberikan makanan keluarga yang telah dibumbui. Padahal, pembiasaan ini bisa mempengaruhi kebiasaan makan anak hingga dewasa, termasuk kecenderungan memilih makanan tinggi garam dan gula.
Global guidelines also emphasize that baby food should not be given additional sugar or salt, especially if the food is a ready-to-eat processed product. Products such as baby biscuits, instant cereals, or canned foods intended for children often already contain sweeteners and preservatives, albeit in small amounts. Therefore, it is important for parents to read the ingredient labels before purchasing baby food products.
Risiko Gula dan Garam Berlebih pada Bayi
Konsumsi berlebih gula dan garam di awal kehidupan anak bisa menimbulkan dampak jangka panjang. Asupan gula tinggi dapat menyebabkan kelebihan energi, risiko obesitas, dan masalah gigi seperti karies. Sedangkan garam berlebih dapat memberatkan kerja ginjal yang belum berkembang sempurna, meningkatkan risiko hipertensi, dan mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh bayi.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan asin atau manis sejak dini akan mengembangkan preferensi terhadap rasa tersebut seumur hidup. Hal ini membuat mereka cenderung menghindari makanan sehat seperti sayur dan buah, serta lebih tertarik pada makanan olahan yang tinggi kalori.
Tip Praktis Menyajikan MPASI Sehat dan Alami
-
Gunakan bahan segar
: Pilih sayuran, buah, daging, dan sumber protein lainnya yang bebas bahan pengawet. -
Hindari makanan bayi yang instan
: Meskipun praktis, banyak produk instan mengandung gula atau garam tersembunyi. -
Memasak MPASI sendiri di rumah
Ini adalah cara paling aman untuk mengontrol kualitas dan kandungan nutrisi makanan bayi. -
Mengajarkan bayi untuk menerima rasa alami
: Tanpa menambahkan gula dan garam, bayi akan belajar menikmati rasa asli dari bahan makanan. -
Konsultasikan kepada tenaga kesehatan
: Jika ragu dalam menyusun menu MPASI, sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi anak.
MPASI adalah dasar awal untuk membangun pola makan sehat seumur hidup. Kebiasaan rasa alami sejak dini akan membentuk preferensi rasa yang sehat dan menjauhkan anak dari risiko penyakit kronis di masa depan.



