Peran Gen Z dalam Industri Perhotelan dan Kuliner
Industri perhotelan dan kuliner kini sedang mengalami transformasi yang signifikan, terutama dengan kehadiran generasi muda yang dikenal sebagai Gen Z. Generasi ini telah mulai memengaruhi berbagai aspek industri, termasuk cara kerja, komunikasi, dan inovasi. Namun, hal ini juga membawa tantangan bagi generasi sebelumnya dalam memahami dan menanamkan nilai-nilai hospitalitas kepada mereka.
Dalam sebuah diskusi interaktif yang diadakan oleh Enam Mata Co&Solutions, para pemimpin hotel dan restoran lokal berkumpul untuk membahas bagaimana menyikapi kehadiran Gen Z dan memaksimalkan potensi mereka. Diskusi ini bertema “Lead with Heart, Embrace Innovation” (Memimpin dengan Hati, Merangkul Inovasi), yang menekankan pentingnya kombinasi antara empati dan teknologi dalam membangun hubungan yang baik dengan generasi muda.
Pendekatan yang Tepat untuk Memimpin Gen Z
Yohanes Sulistiyono Hadi, eksekutif di bidang perhotelan sekaligus trainer Enam Mata, membuka sesi diskusi dengan mengundang Leo Adrian, seorang mahasiswa teknologi kedirgantaraan yang tertarik pada industri perhotelan. Ia menjelaskan bahwa Gen Z ingin bekerja dalam lingkungan yang nyaman tanpa tekanan berlebihan. Menurut Leo, ketika tugas diberikan, mereka lebih suka diberi kebebasan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan mereka, bukan diawasi secara ketat.
Yohanes berbagi pengalamannya dalam bekerja bersama Gen Z. Menurutnya, setiap generasi memiliki keunikan masing-masing, dan sebagai pemimpin, ia percaya bahwa memahami kebiasaan dan minat dari tim muda adalah kunci utama. Dengan mengajak tim bermain futsal, Yohanes menciptakan ruang untuk berdiskusi dan memahami aspirasi mereka.
Inovasi Teknologi dan Keterampilan Digital
Gen Z dikenal memiliki kreativitas tinggi dan kefasihan dalam menggunakan teknologi. Mereka cenderung lebih mudah beradaptasi dengan alat digital dan inovasi baru. Yohanes menilai bahwa Gen Z dapat menjadi sumber energi baru dalam industri perhotelan dan kuliner, terutama dalam pengoptimalan teknologi.
Namun, meskipun mereka mahir dalam teknologi, Gen Z masih membutuhkan bimbingan dalam beberapa aspek seperti kemampuan berbicara di depan publik, kepercayaan diri, dan navigasi lingkungan kerja. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting dalam memberikan pengalaman yang baik kepada tamu melalui interaksi yang mendekatkan dan umpan balik positif.
Lima Aspek Penting yang Harus Dipahami Pemimpin
Berdasarkan pengalaman Yohanes yang telah lebih dari 30 tahun di industri perhotelan, ia menyarankan lima aspek penting yang harus dipahami oleh pemimpin:
- Mentorship dan Coaching: Supervisi biasa tidak cukup. Pemimpin perlu memberikan pendampingan dan bimbingan yang lebih personal.
- Ruang Aman untuk Belajar: Membangun suasana yang aman dan nyaman agar Gen Z merasa nyaman untuk belajar dan berbicara.
- Jenjang Karier yang Jelas: Memberikan gambaran jelas tentang jalur karier yang realistis, bukan hanya janji-janji kosong.
- Inklusivitas dan Hormat: Menciptakan lingkungan yang inklusif, menghargai keberagaman, kesetaraan, dan integritas.
- Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan teknologi dan pembelajaran visual yang sesuai dengan kebiasaan Gen Z, serta memberikan apresiasi melalui testimoni.
Revolusi Industri Perhotelan: Digital Trust dan Human Touch
Nikolaus Katuuk, direktur Sentinel Technology, memperkenalkan konsep “Digital Trust, Human Touch” sebagai revolusi dalam industri perhotelan dan kuliner. Ia menekankan bahwa manusia tetap menjadi prioritas, baik sebagai tamu maupun staf. Teknologi, menurutnya, harus digunakan untuk mengelola dan melindungi data sensitif, serta membangun kepercayaan.
Ia menegaskan bahwa teknologi harus dipandang sebagai sistem, bukan sekadar alat. Sistem ini tidak boleh salah, karena akan berdampak langsung pada pengalaman tamu.
Peran Teknologi dalam Pemasaran Digital
Jimmy Situmeang, praktisi e-commerce, berbagi pengalamannya dalam mengelola pemasaran digital untuk hotel dan restoran. Menurutnya, media sosial sudah menjadi saluran komersial yang penting. Jika industri tidak beradaptasi, maka bisnis bisa kehilangan daya tarik dan keterlibatan dengan konsumen.
Enam Mata Co&Solutions dan Forum Berkelanjutan
Direktur Enam Mata Co&Solutions, Suraika Pradita, menyatakan bahwa forum ini akan diadakan secara rutin. Topik-topik seputar hospitalitas akan terus dibahas, mulai dari manajemen keuangan hingga persiapan pensiun bagi para pemimpin di industri perhotelan dan kuliner. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kapasitas profesional dan pribadi para pemimpin, sehingga merek lokal dapat mencapai standar industri modern.



