Penutupan Bisnis Kuliner Artis dan Dampaknya pada Karyawan
Beberapa artis Tanah Air yang sebelumnya aktif dalam dunia bisnis, khususnya di bidang kuliner, akhirnya memutuskan untuk menutup usaha mereka. Hal ini berdampak langsung terhadap ribuan karyawan yang sebelumnya bekerja di bawah naungan merek-merek tersebut. Salah satu yang paling dikenal adalah Ashanty, yang mengambil keputusan untuk menutup 15 toko kue miliknya.
Daftar Bisnis Kuliner Artis yang Tutup
1. Ashanty
Ashanty memulai bisnis kuliner dengan merek Lu’miere pada tahun 2020. Produk utama dari brand ini antara lain lava cake, shokupan, Japanese roll, dan crispy puff. Setelah lima tahun beroperasi, Ashanty memutuskan untuk menutup seluruh gerai Lu’miere pada 31 Juli 2025. Ia menyebut alasan penutupan ini sebagai faktor internal, meskipun tidak menjelaskan secara detail.
Menurut Ashanty, masalah utama adalah konsistensi mutu produk. Ia menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utamanya. “Aku orangnya idealis dengan kualitas,” ujarnya. Meski penjualan tidak menurun, ia merasa tidak bisa menerima perbedaan kualitas antar produk.
2. Ruben Onsu
Ruben Onsu pernah menjalankan restoran Bensunda yang memiliki konsep all you can eat. Restoran ini mulai beroperasi pada 2019. Sayangnya, usaha ini hanya bertahan beberapa waktu dan akhirnya ditutup. Hingga kini, penyebab pasti penutupan Bensunda masih belum diketahui.
3. Raffi Ahmad
Raffi Ahmad juga pernah mencoba peruntungan di bidang kuliner. Pada Maret 2024, ia bersama RANS Entertainment meluncurkan Rans Nusantara Hebat, sebuah pusat kuliner yang sempat menarik perhatian publik. Namun, usaha ini hanya bertahan kurang dari satu tahun dan resmi tutup pada Februari 2025.
4. Ayu Ting Ting
Ayu Ting Ting turut meramaikan tren kue kekinian dengan membuka toko kue bernama Kuenya Ayu di wilayah Jabodetabek. Usaha ini dimulai pada 2017 dan sempat menarik perhatian publik. Namun, bisnis tersebut hanya bertahan dua tahun sebelum resmi ditutup pada 2019.
Dampak pada Karyawan
Penutupan 15 toko Lu’miere berdampak pada sekitar 200 karyawan. Ashanty mengatakan bahwa pemberitahuan telah diberikan kepada tim sejak dua hingga tiga bulan sebelumnya. Meski usaha lama ditutup, Ashanty telah menyiapkan usaha baru berupa bakmi ayam dan es campur. Keputusan ini diambil karena masih ada sisa masa sewa tempat hingga September tahun depan.
Usaha baru ini juga menjadi upaya untuk tetap memberdayakan sekitar 50 karyawan yang setia bekerja bersamanya. “Aku enggak mau mecat karyawan aku yang masih ada,” ujarnya.
Kelola Usaha Sendiri
Ashanty akan mengelola usaha baru ini sendirian tanpa melibatkan partner. Di luar urusan bisnis, ia juga sedang menghadapi tekanan dari berbagai sisi, termasuk masalah penipuan dan tekanan akademik selama menjalani studi S3. Kondisi ini membuatnya mengalami stres berat hingga berkonsultasi dengan psikiater.
Saat ditanya kemungkinan Lu’miere dibuka kembali di masa depan, Ashanty menegaskan bahwa jika pun itu terjadi, akan dikelola sepenuhnya oleh dirinya. “Ya kalau pun akan buka lagi, 100 persen akan saya jalanin,” pungkasnya.



