Fakta Unik Ubi Jalar: Manisnya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

Posted on


Pikiran Rakyat Kalsel

– Seringkali dianggap sekadar camilan murah meriah atau pengganti nasi, ubi jalar ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa.

Umbi berwarna oranye, ungu, atau putih ini bukan hanya lezat, tetapi juga kaya nutrisi penting yang mampu menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.

Tak heran, ubi jalar kini semakin dilirik sebagai makanan fungsional yang patut masuk dalam daftar menu harian kita. Kekayaan nutrisi pada ubi jalar menjadikannya bintang di piring sehat Anda.

Faktanya, dalam setiap 100 gram ubi jalar rebus, terkandung sekitar 100 kalori dengan karbohidrat kompleks, serat, serta protein dan lemak yang sangat rendah. Namun, yang paling menonjol adalah kandungan vitamin dan mineralnya.

“Ubi jalar, terutama varietas oranye, adalah sumber beta-karoten yang sangat baik, prekursor Vitamin A yang esensial untuk penglihatan,” ujar seorang ahli gizi.

Selain itu, umbi ini juga mengandung Vitamin C, B6, B5, E, serta mineral penting seperti kalium, mangan, tembaga, fosfor, zat besi, dan kalsium.

Khusus ubi jalar ungu, ia kaya akan antosianin, antioksidan kuat yang memberikan warna khas pada umbi ini.

Salah satu manfaat paling terkenal dari ubi jalar adalah kemampuannya menjaga kesehatan mata. Kandungan beta-karoten yang melimpah pada ubi jalar oranye secara efektif diubah tubuh menjadi Vitamin A.

Vitamin ini krusial untuk menjaga kesehatan retina, melindungi mata dari degenerasi makula, dan mencegah kondisi mata kering. Bahkan, satu ubi jalar ukuran sedang bisa memenuhi lebih dari 100% kebutuhan harian Vitamin A Anda, menjadikannya ‘pelindung’ mata alami yang murah dan efektif.

Fakta yang menarik lainya ialah ubi jalar juga adalah pahlawan bagi sistem kekebalan tubuh Anda. Kombinasi Vitamin C, dan berbagai antioksidan lainnya dalam ubi jalar berperan aktif dalam merangsang produksi sel darah putih.

Sel-sel ini adalah garda terdepan pertahanan tubuh kita melawan infeksi dan penyakit, sehingga konsumsi rutin ubi jalar dapat membantu Anda tetap sehat dan jarang sakit.

Ubi jalar kaya akan serat larut dan tidak larut, yang sangat efektif dalam melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit,” jelas para pakar kesehatan dari Halodoc.

Serat ini juga bertindak sebagai prebiotik, nutrisi bagi bakteri baik di usus, yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan mikrobioma dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Meskipun rasanya manis, ubi jalar ternyata cukup bersahabat dengan kadar gula darah. Ubi jalar memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, terutama jika direbus atau dikukus, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis setelah dikonsumsi.

Serat di dalamnya turut berperan dalam memperlambat penyerapan glukosa, menjadikan ubi jalar pilihan karbohidrat yang baik bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mengontrol kadar gula darah.

Manfaat ubi jalar juga merambah pada kesehatan jantung. Kandungan seratnya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Selain itu, kalium yang tinggi pada ubi jalar berperan vital dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengontrol tekanan darah. Dengan tekanan darah yang terkontrol dan kolesterol yang seimbang, risiko penyakit jantung pun dapat diminimalisir.

Tidak berhenti sampai di situ, penelitian menunjukkan potensi anti-kanker pada ubi jalar, terutama varietas ungu. Antioksidan kuat seperti beta-karoten dan antosianin bekerja melawan radikal bebas dalam tubuh, yang merupakan penyebab utama kerusakan sel dan perkembangan sel kanker.

“Beberapa studi awal menunjukkan bahwa ubi jalar ungu memiliki senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker,” demikian dikutip dari riset yang dipublikasikan di PubMed Central.

Dengan segala manfaatnya, dari menjaga kesehatan mata, meningkatkan imunitas, menyehatkan pencernaan, mengontrol gula darah, hingga mendukung upaya penurunan berat badan dan bahkan berpotensi melawan kanker, ubi jalar layak mendapatkan tempat istimewa di meja makan.

Variasikan cara pengolahannya, mulai dari direbus, dikukus, hingga dipanggang, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari umbi manis ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *