Harga Pangan Bandar Lampung 2 Agustus: Cabai dan Daging Turun, Beras Naik

Posted on

Perubahan Harga Pangan di Bandar Lampung pada 2 Agustus 2025

Pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, harga pangan di Kota Bandar Lampung mengalami variasi yang cukup signifikan. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara yang lain justru turun. Hal ini menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama menjelang akhir pekan ketika kebutuhan konsumsi rumah tangga biasanya meningkat.

Berikut adalah rincian perubahan harga berbagai komoditas pangan di Bandar Lampung:

Beras

  • Beras Premium: Naik dari Rp15.500 menjadi Rp16.000 per kilogram.
  • Beras Medium: Stabil di angka Rp14.000 per kilogram.
  • Beras SPHP: Tetap seharga Rp12.500 per kilogram, tetap menjadi pilihan yang terjangkau.

Bawang

  • Bawang Merah: Kenaikan tajam dari Rp51.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.
  • Bawang Putih Bonggol: Turun sedikit dari Rp32.500 menjadi Rp32.000 per kilogram.

Cabai

  • Cabai Merah Keriting: Turun dari Rp31.500 menjadi Rp28.000 per kilogram.
  • Cabai Merah Besar: Turun dari Rp31.500 menjadi Rp30.000 per kilogram.
  • Cabai Rawit Merah: Menurun signifikan dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

Daging

  • Daging Sapi Murni: Turun sedikit dari Rp127.500 menjadi Rp125.000 per kilogram.
  • Daging Ayam Ras: Turun dari Rp35.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.

Telur dan Gula

  • Telur Ayam Ras: Stabil di angka Rp27.000 per kilogram.
  • Gula Konsumsi: Turun tajam dari Rp27.250 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Minyak Goreng

  • Minyak Goreng Kemasan: Turun dari Rp19.500 menjadi Rp19.000 per liter.
  • Minyak Goreng Curah: Turun dari Rp18.000 menjadi Rp17.000 per liter.

Tepung

  • Tepung Terigu (Curah): Naik dari Rp10.500 menjadi Rp11.000 per kilogram.
  • Tepung Terigu Kemasan: Tetap di angka Rp13.000 per kilogram.

Ikan

  • Ikan Kembung: Stabil di angka Rp35.000 per kilogram.
  • Ikan Tongkol: Tetap berada di Rp30.000 per kilogram.
  • Ikan Bandeng: Turun dari Rp32.500 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Garam

  • Garam Halus Beryodium: Tetap di angka Rp16.000 per kilogram.

Perubahan harga pangan ini menunjukkan dinamika pasar yang harus terus dipantau oleh masyarakat dan pelaku usaha. Fluktuasi harga dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pasokan, permintaan, serta kondisi cuaca. Dengan informasi yang akurat dan terkini, masyarakat dapat membuat keputusan konsumsi yang lebih bijak dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *