Harga Beras dan Komoditas Pokok Turun di Pasar Nasional
Pada hari Kamis (14/8/2025), harga berbagai komoditas pokok seperti beras, cabai, bawang, dan sejumlah kebutuhan makanan lainnya mengalami penurunan. Hal ini tercatat dalam Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diumumkan pukul 08.00 WIB.
Harga Beras Menurun di Berbagai Zona
Harga rata-rata nasional beras premium mencapai Rp15.864/kg, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp16.101/kg. Meskipun mengalami penurunan, harga beras premium masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yang ditetapkan sebesar Rp14.900/kg.
Di tingkat zona, harga beras premium menunjukkan perbedaan. Zona I, yang meliputi wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, memiliki harga sebesar Rp15.364/kg. Sementara itu, zona II dan III masing-masing dibanderol Rp16.341/kg dan Rp16.000/kg. Penurunan terbesar terjadi di zona III, di mana harga sebelumnya mencapai Rp18.143/kg.
Untuk beras medium, harga di zona I mencapai Rp13.876/kg, zona II sebesar Rp14.055/kg, dan zona III sebesar Rp15.000/kg. HET beras medium di zona I ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, zona II senilai Rp13.100 per kilogram, dan zona III sebesar Rp13.500 per kilogram.
Panel Harga Bapanas juga mencatat bahwa harga SPHP Bulog sedikit meningkat dari HET nasional Rp12.500 per kilogram menjadi Rp12.573 per kilogram di tingkat konsumen. Namun, harga SPHP di semua wilayah tetap berada di bawah HET. Di zona I, harga SPHP mencapai Rp12.335/kg, sementara di zona II sebesar Rp12.831 per kilogram.
Penurunan Harga Minyak Goreng dan Gula
Selain beras, harga minyak goreng kemasan juga turun menjadi Rp20.046/liter, turun dari harga sebelumnya sebesar Rp20.849/liter. Harga minyak goreng curah juga mengalami penurunan menjadi Rp16.860/liter. Sementara itu, MinyaKita dapat dibeli dengan harga rata-rata Rp17.113/liter.
Gula dan garam konsumsi masing-masing dibanderol dengan harga Rp18.000 per kilogram dan Rp10.877/kg.
Penurunan Harga Cabai dan Bawang
Penurunan harga juga terjadi pada cabai. Rata-rata harga cabai rawit merah di tingkat konsumen turun menjadi Rp45.420/kg, dari sebelumnya Rp51.773/kg. Meski demikian, harga ini masih berada di bawah rentang harga acuan penjualan (HAP) nasional yang berkisar antara Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.
Cabai merah keriting juga mengalami penurunan harga menjadi Rp39.219/kg dari sebelumnya Rp44.267/kg. Sedangkan cabai merah besar turun dari Rp44.637/kg menjadi Rp40.850/kg.
Harga bawang putih bonggol secara nasional mencapai Rp35.500 per kilogram, berada dalam rentang HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah di tingkat konsumen melampaui HAP nasional sebesar Rp45.900 per kilogram.
Harga Kedelai dan Jagung
Harga rata-rata kedelai biji kering impor di tingkat konsumen mencapai Rp10.447 per kilogram, sedangkan jagung pakan tingkat peternak dipatok sebesar Rp5.570 per kilogram.
Perubahan Harga Daging dan Ikan
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras rata-rata mencapai Rp34.737/kg. Sementara itu, harga telur ayam ras turun dari Rp29.728/kg menjadi Rp28.799/kg.
Harga ikan juga mengalami variasi. Ikan tongkol dan ikan bandeng masing-masing turun menjadi Rp34.655 per kilogram dan Rp33.245 per kilogram. Sebaliknya, harga ikan kembung naik menjadi Rp42.467/kg.
Daging sapi murni sedikit melonjak dari Rp134.020/kg menjadi Rp134.410/kg. Sementara itu, harga daging kerbau beku impor turun menjadi Rp103.333/kg. Daging kerbau segar lokal juga mengalami penurunan dari Rp137.727/kg menjadi Rp135.000 per kg.



