Harga Pangan Turun, dari Cabai hingga Beras Kini Lebih Murah

Posted on


PasarModern.com

Harga berbagai bahan pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Jumat pukul 08.00 WIB, komoditas seperti cabai, beras, dan daging mulai mengalami penyesuaian harga.

Kondisi ini memberi angin segar bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi pangan.

Cabai rawit merah yang sebelumnya sempat melonjak, kini tercatat turun menjadi Rp57.570 per kilogram dari harga sebelumnya Rp64.311 per kg.

Penurunan ini cukup signifikan dan menjadi salah satu faktor utama yang menenangkan pasar, mengingat cabai merupakan bahan pokok penting di hampir semua masakan Indonesia.

Sementara itu, harga bawang merah juga mengalami penurunan dari Rp44.007 menjadi Rp42.074 per kilogram.

Cabai merah keriting turun menjadi Rp38.457 per kg dari sebelumnya Rp42.853, dan cabai merah besar turun dari Rp41.732 menjadi Rp34.620 per kg.

Tren serupa juga terjadi pada bawang putih bonggol yang kini berada di harga Rp37.640 per kg dari sebelumnya Rp38.974.

Di sisi lain, beras premium tercatat turun tipis dari Rp15.901 menjadi Rp15.817 per kg. Penurunan juga terjadi pada beras medium yang kini dihargai Rp13.931 dari sebelumnya Rp14.168 per kg.

Meski demikian, harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) justru mengalami kenaikan, dari Rp12.568 menjadi Rp13.000 per kg.

Hal ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras di tengah fluktuasi pasar.

Harga komoditas jagung untuk peternak juga menurun, dari Rp6.162 menjadi Rp5.945 per kg.

Begitu pula dengan kedelai biji kering impor yang kini dihargai Rp10.693 dari sebelumnya Rp10.830 per kg.

Penyesuaian harga ini memberi kelegaan bagi pelaku usaha peternakan dan industri pengolahan makanan berbasis kedelai.

Sektor protein hewani juga menunjukkan penurunan harga.

Daging sapi murni kini berada di angka Rp133.777 per kg dari sebelumnya Rp135.084, sedangkan daging ayam ras turun menjadi Rp33.876 per kg dari Rp34.953.

Telur ayam ras kini dijual seharga Rp28.565 per kg, turun dari sebelumnya Rp29.277.

Penurunan harga juga menyentuh komoditas lain seperti gula konsumsi, dari Rp18.415 menjadi Rp18.281 per kg.

Minyak goreng kemasan turun dari Rp20.847 menjadi Rp20.164 per liter, minyak goreng curah dari Rp17.522 ke Rp17.369, dan Minyakita dari Rp17.577 menjadi Rp17.167 per liter.

Komoditas pangan olahan seperti tepung terigu curah kini dihargai Rp9.510 per kg dari sebelumnya Rp9.764.

Namun, berbeda dengan tren lainnya, tepung terigu kemasan justru naik dari Rp12.020 menjadi Rp12.400 per kg, yang kemungkinan dipengaruhi oleh proses pengemasan dan distribusi.

Ikan kembung juga ikut mengalami penurunan harga dari Rp41.806 menjadi Rp40.850 per kg.

Di sisi lain, ikan tongkol dan bandeng menunjukkan kenaikan harga.

Tongkol naik sedikit dari Rp33.881 menjadi Rp33.971 per kg, sedangkan bandeng dari Rp34.457 menjadi Rp35.098 per kg.

Garam konsumsi juga tercatat turun tipis dari Rp11.665 ke Rp11.056 per kg. Sementara itu, harga daging kerbau baik impor maupun lokal juga menunjukkan tren menurun.

Daging kerbau beku impor turun dari Rp104.047 menjadi Rp95.714 per kg, sedangkan daging kerbau segar lokal dari Rp142.391 menjadi Rp135.714 per kg.

Secara umum, kondisi harga pangan nasional saat ini mengarah pada stabilisasi pasokan dan harga.

Meski sebagian komoditas masih menunjukkan variasi, mayoritas harga kebutuhan pokok cenderung menurun.

Ini memberi sinyal positif menjelang paruh kedua tahun 2025, di mana pemerintah dan pelaku usaha pangan diharapkan tetap menjaga distribusi dan pasokan agar tidak terjadi lonjakan kembali.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *