Makanan Khas Indonesia yang Terinspirasi dari Budaya Belanda
Selama lebih dari 350 tahun penjajahan Belanda di Indonesia, banyak hal yang terbawa dan berubah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Salah satunya adalah dalam bidang kuliner. Banyak hidangan populer di Indonesia kini memiliki akar sejarah yang berasal dari budaya Belanda. Meskipun beberapa di antaranya telah mengalami perubahan dalam nama, rasa, atau bentuk, mereka tetap menjadi bagian penting dari identitas makanan nusantara.
Berikut adalah lima makanan tradisional Indonesia yang terinspirasi dari era penjajahan Belanda:
1. Klappertaart
Klappertaart, yang sangat dikenal di Manado, ternyata memiliki asal usul dari budaya Belanda. Awalnya, klappertaart merupakan hasil eksperimen dari para noni Belanda yang ingin menciptakan kue tart dengan isi kelapa. Namun, akhirnya dimodifikasi dengan menambahkan kismis, bubuk kayu manis, susu, dan kenari.
Makanan ini memiliki rasa yang manis dan gurih, cocok sebagai camilan penutup. Tekstur yang lembut dan aroma rempah yang khas membuat klappertaart menjadi favorit banyak orang.
2. Selat Solo
Selat Solo adalah hidangan yang sangat dikenal oleh warga Surakarta. Hidangan ini terdiri dari daging sapi yang disajikan mirip steak, tetapi dengan kuah. Penyajiannya juga berbeda karena dilengkapi dengan sayuran.
Cerita di balik selat solo cukup menarik. Makanan ini dibuat oleh koki istana Kasultanan yang menggabungkan dua menu favorit, yaitu steak (kesukaan Belanda) dan nasi serta sayur (kesukaan Sri Susuhunan).
3. Lapis Legit
Lapis legit, yang dikenal dengan nama spekkoek di Belanda, merupakan camilan manis yang berasal dari masa kolonial. Dulu, lapis legit digunakan sebagai hidangan untuk menjamu tamu kolonial dan diberi nama rijsttafel.
Dengan rasa yang legit dan tampilan berlapis, lapis legit membutuhkan sekitar 20 kuning telur untuk satu porsi. Hal ini membuat rasanya sangat lembut dan menggugah selera.
4. Perkedel
Perkedel adalah makanan sederhana yang terkenal di Indonesia. Awalnya, makanan ini bernama frikadeller di Belanda. Nama tersebut kemudian disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia sehingga menjadi perkedel.
Hidangan ini hanya membutuhkan dua bahan utama, yaitu kentang dan telur. Meski sederhana, perkedel menjadi lauk pendamping nasi yang disukai banyak orang.
5. Kastengels
Kastengels adalah jajanan yang sering ditemui saat Idul Fitri. Asalnya dari Belanda, kastengels memiliki tekstur renyah dan gurih keju. Di Indonesia, bentuk kastengels berbeda dengan di negara asalnya. Di Belanda, kastengels berbentuk seperti gorengan lumpia keju, sedangkan di Indonesia, camilan ini memiliki bentuk kotak kecil dan pendek.
Akulturasi Budaya dalam Makanan
Banyak makanan yang dulunya berasal dari Belanda kini telah berubah sesuai dengan lidah lokal. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Dari klappertaart hingga kastengels, setiap hidangan memiliki cerita dan nilai sejarah yang unik. Dengan perubahan nama, rasa, dan bentuk, makanan-makanan ini menjadi simbol dari akulturasi budaya yang kaya dan dinamis.



