Kuliner Khas Bogor: 5 Tempat Wajib Coba untuk Menikmati Jajanan Tradisional yang Menggoda dan Membuatmu Rindu Kota Hujan

Posted on



– Kota Bogor, yang populer disebut sebagai Kota Hujan, tidak hanya terkenal karena pesona alamnya dan suhu sejuknya, namun juga gudang makanannya yang memikat lidah.

Satu makanan legendaris yang menjadi simbol sarapan pagi di Bogor adalah Cungkring.

Cungkring adalah hidangan klasik asli Bogor yang dibuat dari bagian kepala dan tendon sapi, dilumuri dengan saus kacang tebal yang rasanya manis-dan-gurih, dan dihidangkan bersama lontong serta krupuk.

Secara umum terlihat seperti sate atau gado-gado, tetapi rasa khasnya unik dan tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Untuk para vlogger makanan dan penyuka masakan asli, mencari cungkring pada waktu subuh di Kota Bogor merupakan suatu pengalaman yang harus dicoba.

Berikut ini adalah 5 tempat legendaris penyedia cungkring terbaik di Bogor menurut ulasan para foodvloger lokal yang sudah mencoba langsung kelezatannya.

1. Tempat Nongkrong Pak Jumat – Ikona Legendaris Sejak Tahun 1975

Jalan Suryakencana, di hadapan Vihara Dhanagun, Kecamatan Bogor Tengah

Dibuka: Pukul 06.00 hingga tutup (umumnya kira-kira pukul 09.00)

Tidak lengkap rasanya membicarakan cungkring tanpa menyebut Cungkring Pak Jumat.

Warung kaki lima tersebut sudah ada sejak 1975 dan dikenal sebagai tempat tersembunyi yang populer di kalangan turis serta penduduk setempat.

Vlogger makanan seperti Tanboy Kun serta Ken & Grat pernah mengatakan bahwa Cungkring Pak Jumat merupakan “rasa asli yang tak berubah sejak dulu hingga kini.”

Daging kikil yang kenyal, bagian kepala sapi yang empuk, ditambah saus kacang yang manis menghasilkan kombinasi yang pas ketika disajikan bersama lontong dan parutan kelapa goreng.

Saran dari para vlogger makanan: kunjungi tempat tersebut di awal hari sebelum pukul 8 untuk menghindari kekosongan stok!

2. Cungkring Pak Ade – Varian Pedas yang Memikat

Jalan Pengadilan, Bogor Tengah (di belakang Balai Kota)

Buka: 06.00 – 10.00

Tempat nongrong milik Pak Ade sangat disukai oleh banyak orang lantaran pilihan saus kacangnya yang dapat diatur ke tingkat kepedasan yang lebih tinggi mengikuti permintaan mereka.

Inilah pilihan utama bagi para penjelajah makanan yang menyukai pengalaman cita rasa yang lebih krispi.

Sejumlah vlogger makanan memberikan apresiasinya pada kikil dengan tekstur yang lebih crispy serta saus kacang yang tak begitu manis, sesuatu yang disukai oleh orang-orang yang cenderung menghindari rasa yang terlalu kuat.

Ukuran potongan kerupuknya pun lebih besar, menghadirkan sensasi kriuk yang memuaskan.

3. Cungkring Mang Kumis – Tradisional dan Stabil

Jalan Ciwaringin, di dekat Stasiun Bogor

Buka: 06.00 – 09.00

Mang Kumis terkenal karena porsiannya yang besar dan harganya yang sungguh murah hati.

Posisi yang sangat baik berdekatan dengan stasiun menjadikan tempat ini sebagai pilihan utama untuk sarapan bagi pekerja yang mencari makanan cepat namun lezat.

Keunikan dari hidangan ini terletak pada sambal kacang yang ditambahkan dengan secuil gula aren, menghasilkan cita rasa manis dan gurih yang semakin kompleks.

Beberapa foodvloger menyebutnya sebagai “sajian cungkring yang terasa seperti buatan nenek di rumah — penuh nostalgia dan kehangatan.”

4. Tempat Duduk Milik Bu Ida – Pilihan Utama untuk Para Ibu dan Keluarga

Pasar Anyar Bogor, yang berada di dekat gerbang utamanya.

Buka: 05.30 – 09.30

Diantaranya keramaian pasar, ada sebuah gerobak kecil milik Bu Ida yang senantiasa diburu oleh para pelanggan setia.

Tempat Cungkring Bu Ida dikenal karena variasi potongan sapi yang lebih banyak: di samping kepala dan kikil, kadang-kadang dia juga menawarkan lidah atau pipi sapi.

Para food content creator menyukai kehangatan pelayanan Bu Ida, serta kemurnian bumbu yang dibuat tanpa pengawet atau MSG.

Kelezatan cungkring ini sangat cocok disantap bersama teh manis panas sambil duduk santai di sela belanja pagi.

5. Tempat Nongkrong Mas Iyan – Gaya Kontemporer yang Tak Lupakan Nuansa Autentiknya

Jalan Pajajarang Indah, di sekitar Taman Air Mancur

Buka: 07.00 – 11.00

Mas Iyan merupakan pemuda yang berupaya memperkenalkan cungkring kepada pangsa pasaran yang lebih besar.

Dia menawarkan cungkring dengan tampilan yang lebih moderen: dapat diambil pulang dalam wadah berbentuk kotak karton sementara masih terjaga kehangiatannya.

Sejumlah vlogger kuliner pemula menggambarkan Mas Iyan sebagai “pelindung warisan budaya dengan sentuhan modern.”

Walaupun terlihat modern, bumbu kacang serta irisan kikilnya masih menurut resep dari neneknya yang berasal dari wilayah Empang.

Kenapa Cungkring Begitu Spesial?

Berdasarkan berbagai foodvlogger dan pecinta masakan, Cungkring merupakan hidangan yang menghadirkan rasa dari tempat asalnya. Ini adalah sarapan tradisional warga Bogor yang sederhana tetapi sangat lezat.

Cungkring tidak hanya sebuah hidangan, tetapi juga merupakan bagian integral dari jati diri dan kebudayaan masak di Kota yang Sering Diguyur Hujan.

Campuran daging sapi bagian kepala yang kurang umum dipakai di tempat lain, saus kacang ala Bogor yang lebih ringan dibandingkan dengan pecel Jawa, ditambah kerupuk beras yang gurih menghasilkan paduan cita rasa yang istimewa dan tidak akan dilupakan.

Penutup

Apabila Anda berniat mengunjungi Bogor, jangan cuma fokus pada destinasi alami atau camilan khas talas.

Luangkan waktu di awal hari untuk menjelajahi dan menemukan cungkringan terfavorit.

Sesampainya disini, tiba lebih awal, lalu duduk di tepian jalanan dan amati kabut tipis yang masih menempel. Nikmati juga makanan ringan khas Bogor yang sederhana tetapi lezat.

Setelah mencicipi kenikmatan cungkringan, kamu pasti akan rindu pada Kota Hujan tidak hanya gara-gara suhunya yang menyegarkan — tapi juga karena sensasinya yang unik dan sulit dilupakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *