Kuliner Tersembunyi Sragen: Rica Mentok Pedas Pak Ngadiyo, Buka Pukul 12.00, Habis dalam 2 Jam

Posted on

Warung Rica-Rica Mentok Super Pedas Pak Ngadiyo, Kenikmatan yang Membuat Kembali Datang

Di tengah perlahan menghilangnya keunikan kuliner khas daerah, rica-rica mentok di Kabupaten Sragen menunjukkan bahwa ada tempat yang masih mempertahankan cita rasa tradisional. Salah satu warung yang terkenal dengan hidangan ini adalah “Rica-Rica Mentok Super Pedas Pak Ngadiyo” yang berada di Kampung Katukan, RT 18, RW 6, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang.

Lokasi dan Akses Menuju Warung

Untuk mencapai lokasi warung ini, pengunjung dapat mulai dari kantor Kecamatan Karangmalang. Setelah itu, belok ke jalan yang berada di sebelah timur kantor tersebut. Selanjutnya, berjalan ke arah selatan melewati rumah-rumah warga hingga terasa suasana pedesaan. Setelah melewati dua perempatan, belok ke kiri di ujung kebun warga yang rindang. Di sini, pengunjung akan melihat banyak mobil parkir di depan warung.

Suasana dan Menu yang Menarik

Warung ini berada di teras rumah Ngadiyo sendiri, yang sudah beratap dan dinding setengah terbuka. Saat menyantap menu andalan seperti rica-rica dan mentok goreng, pengunjung akan ditemani semilir angin dari pinggir sawah. Untuk mendapatkan pesanan, disarankan untuk memesan terlebih dahulu melalui nomor telepon 081369727220 karena menu andalan ini cepat habis.

Proses Pengolahan Mentok yang Spesial

Ngadiyo, pemilik warung, menjelaskan bahwa ia membuka warung pada jam makan siang karena proses pengolahan mentok cukup lama. Mentok harus dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulu dan lemak, kemudian dipotong dan dicuci sebelum dimasak. Ia membeli mentok dari pasar dan melakukan semua proses pengolahan sendiri tanpa menggunakan metode presto.

Sejarah dan Perjalanan Warung

Warung ini telah berdiri sejak tahun 2013 dan menjadi salah satu pelopor rica-rica mentok di Kabupaten Sragen. Awalnya, warung ini berada di rumah gedek dengan dinding anyaman bambu. Modal awal yang dikeluarkan hanya Rp 600.000. Sang istri, Kusmiyem, bahkan sempat ingin menjual gelang emas untuk menambah modal, namun akhirnya tidak dilakukan.

Perkembangan dan Tantangan

Dulu, Ngadiyo bisa menghabiskan 20-25 ekor mentok dalam sehari, bahkan dalam waktu satu jam. Namun, saat ini jumlah pembeli sedikit berkurang, terutama setelah masa pandemi. Meski begitu, warung tetap buka karena banyak pelanggan yang datang kembali.

Keberlanjutan dan Cita Rasa yang Sama

Hingga kini, daging mentok diolah di dapur sederhana di rumah Ngadiyo dengan resep dan cita rasa yang sama sejak dulu. Pelanggan tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari luar Kabupaten Sragen seperti Karanganyar, Solo, Madiun, dan Surabaya. Banyak dari mereka yang datang jauh-jauh dan seringkali kecewa karena menu sudah habis.

Harga dan Kesimpulan

Satu porsi lengkap rica-rica dan mentok goreng dibanderol dengan harga masing-masing Rp 30.000. Meskipun usia dan tantangan menghadang, ketekunan dan dedikasi Ngadiyo serta keluarga membuat warung ini tetap bertahan dan menjadi salah satu destinasi kuliner yang patut dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *