PIKIRAN RAKYAT –
Berwisata ke Cianjur rasanya belum sempurna jika belum menjelajahi kekayaan kulinernya. Kota yang dikenal dengan suasana sejuk ini menyimpan banyak pilihan wisata kuliner khas Cianjur yang legendaris dan menggugah selera. Tak heran, wisata kuliner di Cianjur selalu menjadi agenda wajib, terutama saat musim liburan atau akhir pekan bersama keluarga.
Menariknya, kuliner Cianjur dikenal ramah di kantong. Sobat PR tak perlu khawatir soal biaya meski datang bersama keluarga besar. Selain itu, sebagian besar lokasi tempat makan berada tak jauh dari pusat kota dan mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi. Praktis, hemat, dan memuaskan.
Berikut ini sejumlah rekomendasi wisata kuliner Cianjur yang wajib masuk daftar kunjungan Anda.
Sate Maranggi Sari Asih
Berburu kuliner di kawasan Cipanas, Puncak, Jawa Barat, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi sate maranggi legendaris yang satu ini. Meski beroperasi non-stop selama 24 jam setiap hari, sebuah rumah makan sate maranggi justru tak pernah kehilangan pelanggan. Menariknya, tempat makan yang sudah berdiri sejak 2005 ini tetap ramai, baik siang maupun malam.
Rumah makan tersebut bernama Sate Maranggi Sari Asih. Selama hampir dua dekade berjualan, konsistensi rasa menjadi kunci utama kesuksesannya. Cita rasa sate maranggi yang manis, gurih, dan tetap juicy berhasil dipertahankan dari tahun ke tahun, membuat pelanggan lama setia kembali dan pengunjung baru terus berdatangan.
Untuk sate sapi maranggi tanpa lemak, harganya dipatok Rp5.000 per tusuk. Sementara itu, sate dengan lemak dibanderol lebih terjangkau, yakni Rp4.000 per tusuk. Skema harga ini memberi keleluasaan bagi pengunjung untuk memilih sesuai selera dan porsi.
Tak hanya soal sate, keunikan lain dari Sate Maranggi Sari Asih terletak pada cara penyajiannya. Sate disajikan bersama ketan bakar dan sambal oncom yang menjadi pasangan sempurna. Ketan bakarnya dijual seharga Rp4.000 per buah, dengan tekstur pulen dan aroma bakaran yang menggugah selera.
Perpaduan sate maranggi yang kaya rasa, ketan bakar yang hangat, serta sambal oncom yang khas menciptakan pengalaman kuliner yang sulit dilupakan. Tak heran jika Sate Maranggi Sari Asih terus menjadi destinasi favorit dan tak pernah sepi pengunjung, meski buka 24 jam penuh sejak bertahun-tahun lalu.
Ayam Goreng Kampung Sindangbarang
Di jalur selatan Cianjur, tepatnya di samping Jembatan Cibuni, terdapat kuliner sederhana yang tak pernah sepi pengunjung, yakni Ayam Goreng Kampung Sindangbarang. Meski tempatnya bersahaja, kelezatan ayam goreng kampungnya mampu menarik wisatawan hingga pejabat.
Ayam digoreng hingga renyah, lalu disajikan dengan sambal dadakan dan nasi hangat. Rasanya yang gurih sering kali membuat pengunjung tergoda untuk menambah porsi. Soal harga pun bersahabat, mulai dari Rp25 ribu per porsi.
Sate Hanjawar
Berlokasi di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Sate Hanjawar menjadi destinasi kuliner favorit di kawasan Puncak. Berbeda dengan sate maranggi, sate di sini menggunakan daging kambing muda yang empuk dan tidak berbau prengus, sehingga cocok untuk semua kalangan, termasuk yang biasanya menghindari sate kambing.
Tak hanya sate kambing, tersedia pula sate ayam serta menu berkuah seperti sop kambing, sop sapi, hingga tongseng. Harga per porsinya dibanderol mulai Rp50 ribu.
Geco
Geco atau singkatan dari toge dan tauco merupakan kuliner legendaris Cianjur yang populer sejak era 1950-an hingga 2000-an. Kini, makanan khas ini hanya bertahan lewat dua penjual yang setia melestarikannya.
Proses penyajiannya cukup unik. Tauge direbus sekitar lima menit di wajan khusus, lalu disajikan di atas daun pisang. Di atasnya ditambahkan potongan ketupat, tahu, tempe, serta mie aci atau mie golosor. Siraman kuah tauco yang diracik dengan rempah dan sedikit cuka aren menjadi penutup yang menyempurnakan rasa. Perpaduan manis, asam, dan gurihnya begitu memanjakan lidah. Harganya pun ramah, hanya Rp18 ribu per porsi.
Lontong Kuah Cianjur
Lontong Kuah khas Cianjur sudah dikenal sejak awal masa kemerdekaan Indonesia. Berbeda dengan lontong kuah dari daerah lain yang kaya isian, versi Cianjur tampil minimalis dengan potongan lontong, tahu rebus, kerupuk, dan kuah santan.
Meski sederhana, rasanya sangat khas. Kuah santannya diolah dengan sekitar 12 bumbu rahasia yang menghasilkan cita rasa gurih dan lezat. Lontong dan tahu yang lembut berpadu sempurna dengan kuah tradisional ini. Dua penjual yang terkenal adalah Lontong Garasi dan Sinar Pusaka, dengan harga sekitar Rp17 ribu per porsi.
Bubur Cianjur
Bubur Cianjur menjadi salah satu kuliner yang paling mudah dikenali oleh wisatawan. Ciri khasnya terletak pada topping berupa pais bawang dan usus yang memberi rasa unik dan berbeda dari bubur daerah lain.
Bubur ini disajikan dengan kerupuk remuk dan emping. Agar rasanya makin nikmat, bubur sebaiknya diaduk hingga semua topping menyatu. Dengan harga Rp15 ribu per porsi, Sobat PR juga bisa menambahkan sate jeroan atau telur puyuh seharga Rp3.000 per tusuk.
Itulah deretan wisata kuliner Cianjur yang tak hanya lezat dan legendaris, tetapi juga ramah di kantong dan cocok dinikmati bersama keluarga. Jadi, saat liburan ke Cianjur, jangan lewatkan kesempatan mencicipi cita rasa khas yang membuat siapa pun ingin kembali lagi.***



