PasarModern.com
,
Jakarta
–
Pemerintah resmi menetapkan relaksasi kebijakan impor terhadap 10 komoditas. Salah satu komoditas yang mendapatkan kelonggaran impor adalah
food tray
atau ompreng.
Menteri Perdagangan (Mendag)
Budi Santoso
mengatakan keputusan melonggarkan aturan impor
food tray
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan program
Makan Bergizi Gratis (MBG)
.
Food tray
(2 kode
harmonized system
atau HS) yang sebelumnya memerlukan persetujuan impor (PI) dan laporan surveyor (LS) teknis, kini tidak ada larangan dan pembatasan (lartas).
“
Food tray
, ini adalah produk untuk menunjang program makan bergizi. Jadi, kita berikan kemudahan untuk memperlancar program pemerintah,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.
Lantas, apa saja spesifikasi ompreng yang digunakan dalam program MBG?
Spesifikasi Ompreng dalam Program MBG
Melansir
Antara
, Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki standarisasi mengenai dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perlengkapan makan, dan juga pelaksanaannya. Salah satunya terkait ompreng yang berdasarkan standarisasi harus menggunakan
stainless steel
SUS 304 (
steel use stainless
).
Mengacu pada
repository.uir.ac.id
,
stainless steel
tipe 304 adalah jenis baja tahan karat
austenitic stainless steel
yang memiliki komposisi 0,042 persen karbon, 2 persen mangan, 0,034 fosfor, 0,015 persen sulfur, 0,049 persen silikon, 18-19,5 persen kromium, 8-10,5 persen nikel, 0,1 persen nitrogen, dan sisanya besi.
Stainless steel
tipe 304 adalah baja tahan karat yang serbaguna dan paling banyak digunakan. Salah satu jenis
stainless steel
itu banyak dimanfaatkan dalam dunia industri, mulai dari pertambangan, kimia, makanan, hingga farmasi.
Berdasarkan penelusuran
Tempo, food tray stainless steel
SUS 304 yang digunakan untuk program MBG memiliki ketebalan bahan 0,6 milimeter. Ompreng yang sesuai dengan standar BGN mempunyai 5 sekat untuk meletakkan berbagai jenis makanan, dengan dimensi panjang dikali lebar dikali kedalaman sebesar 28 x 22 x 6 cm.
Ompreng MBG dari Cina Pernah Dikritik DPR
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi pernah menyinggung ribuan
food tray
untuk program MBG yang diimpor dari Cina. Dia menyayangkan wadah menu makanan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu bukan buatan lokal.
“Saya mendengar, ribuan kontainer yang berisi
food tray
itu datang dari Cina, Pak. Memang kita akui produk-produk lokal ini pasti kalah dengan kaitannya dengan harga,” ucap Nurhadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Mei 2025.
Kendati lebih murah, Nurhadi meminta agar BGN tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga kualitas ompreng yang digunakan untuk program MBG. Menurut dia, produk buatan dalam negeri sudah memenuhi standar kesehatan dan aman.
“Ini kami mendorong, kalau melihat industri peralatan dapur dalam negeri saat ini yang sudah mampu memproduksi alat-alat yang memenuhi standar kesehatan, mulai dari panci, wajan, alat potong, termasuk
food tray
sendiri, dan aman digunakan,” ujar Nurhadi.
Dia menyebut penggunaan ompreng dan peralatan masak program MBG dari pemain industri lokal lebih mudah untuk diawasi daripada produk impor. Selain itu, lanjut dia, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan mendapatkan manfaatnya.
“Jika MBG menggunakan produk lokal, maka selain mengurangi kontaminasi dan risiko keracunan, kita juga bisa memberi ruang bagi UMKM untuk bisa bertumbuh kembang,” kata Nurhadi.
Kemudian, Nurhadi juga mengungkap adanya temuan mengenai material
food tray
dari Cina yang diduga dipalsukan guna menyamai mutu
stainless steel
asli. Menurut dia, hal itu sangat berisiko terhadap kesehatan.
“Ada indikasi
food tray
yang melakukan semacam pemalsuan kalau itu produknya tipe SUS 304 ya, Pak. Jadi, mereka itu kayak disemprot bahan tertentu, sehingga yang sebenarnya kandungan besinya lebih banyak, tapi setelah disemprot, itu jadi terkesan kayak
stainless
asli. Tapi, setelah beberapa kemudian, itu bisa luntur dan akhirnya kan bisa membaur ke makanan dan membuat risiko keracunan jadi muncul,” ucap Nurhadi.
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah menetapkan standar teknis minimum
food tray
yang wajib dipenuhi, seperti anti-toksik, tahan panas, dan mudah dibersihkan. Selain itu, dia mendorong sertifikasi
food grade
terhadap peralatan MBG yang lebih tegas.



