Peluang mencicipi kuliner kuno dan belanja hemat di Pasar Sewandanan Pakualaman, jangan lewatkan!

Posted on

Perayaan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214: Inklusivitas dan Penguatan Kesejahteraan Sosial-Ekonomi

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-214, Kadipaten Pakualaman Yogyakarta menggelar perayaan inklusif yang berfokus pada pelestarian adat dan penguatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Perayaan ini tidak lagi sekadar menjadi ritus keraton yang eksklusif, melainkan bertransformasi menjadi sebuah perhelatan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Umum panitia, BPH Kusumo Bimantoro, menjelaskan bahwa perayaan tahun 2026 ini mengusung tema filosofis Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara. Rangkaian kegiatan dipusatkan di Alun-Alun Sewandanan Pura Pakualaman dan Kabupaten Kulon Progo agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan warga.

Visi dan Makna Tema Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara

Visi luhur yang dibawa pada tahun ini dibingkai utuh dalam sebuah tema sentral bertajuk Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara. Pemilihan tema tersebut sarat akan muatan filosofis Jawa yang mendalam, menyoroti esensi hubungan vertikal manusia dengan Sang Pencipta serta hubungan horizontal dengan sesamanya.

BPH Kusumo Bimantoro menjelaskan secara rinci makna filosofis tersebut. “Tema tersebut mengandung makna mendalam tentang pentingnya membangun keselarasan lahir dan batin melalui doa, rasa syukur, serta harapan yang dipanjatkan secara tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rinarasing Astutui Nir ing Sikara menggambarkan keyakinan bahwa doa yang dipersembahkan dengan ketulusan hati akan menghadirkan keharmonisan dalam kehidupan, baik pada diri pribadi maupun dalam hubungan dengan sesama.”

Agenda Bakti Sosial yang Menyentuh Akar Rumput

Implementasi nyata dari komitmen kesejahteraan tersebut telah diwujudkan melalui serangkaian agenda bakti sosial yang menyentuh akar rumput. Rangkaian panjang peringatan ini sejatinya telah resmi dibuka melalui kegiatan bakti sosial kesehatan bertajuk Dharma Mulyarja: Gizi Sehat untuk Bayi Stunting dan Sosialisasi Kesehatan Ibu Hamil.

Kegiatan tersebut sukses diselenggarakan pada hari Sabtu Wage, 6 Juni 2026, di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung G.K.B.R.A.A. Paku Alam yang memberikan dorongan moril kepada warga. Kegiatan ini berhasil menyalurkan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta penyerahan bingkisan kepada 100 ibu hamil dan 150 balita.

Program Khitanan Bersama dan Pasar Sewandanan

Peduli kesehatan masyarakat, Kadipaten Pakualaman juga melanjutkan program Dharma Mulyarja: Khitanan Bersama. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis Legi, 18 Juni 2026, dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 Waktu Indonesia Barat. Pelaksanaannya mengambil tempat di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo.

Pasar Sewandanan menjadi salah satu pilar utama dalam perayaan tahun ini. Mengangkat semboyan Menyemai Citarasa Klasik, Memanen Geliat Ekonomi Otentik, pasar ini dijadwalkan pada hari Sabtu dan Ahad, 20 dan 21 Juni 2026. Kolaborasi sinergis dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Dinas Koperasi dan UKM, SiBakul Jogja, serta Dinas Kebudayaan DIY membuat pasar ini menjadi ruang apresiasi yang kaya akan ragam kuliner jaman dulu (jadul) serta kerajinan tangan lokal.

Festival Jathilan Klasik Asik dan Kethoprak

Selain Pasar Sewandanan, festival Jathilan Klasik Asik menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Festival ini menjadi langkah konkret guna merawat ekosistem seni pertunjukan rakyat yang mulai tergerus laju zaman. Berlangsung selama dua hari penuh, ajang ini menjadi panggung bergengsi bagi berbagai sanggar dan seniman jathilan untuk unjuk gigi memperebutkan total hadiah pembinaan senilai Rp 27.000.000.

Puncak dari partisipasi massa dalam perayaan ini akan mencapai klimaksnya pada hari Ahad Wage, 21 Juni 2026. Kemeriahan diawali sejak fajar menyingsing melalui kegiatan jalan sehat bertajuk Mlampah Guyub Sesarengan. Selepas berolahraga, ruang edukasi kebudayaan kembali dibuka melalui Kelas Membatik Sesi ketiga.

Penutup yang Meriah

Pada akhirnya, seluruh rangkaian perayaan yang merakyat ini akan diparipurnakan oleh pementasan Kethoprak berjudul Damar Ing Wanci Panglong dari pukul 20.00 hingga 22.00, yang menghadirkan jajaran bintang tamu kenamaan seperti Dalijo Angkring, Oki Setyawati, Harin Sumonah, Ciblek, dan Chothiet.

Melalui rangkaian kegiatan komprehensif yang menjahit harmoni antara kesehatan, ekonomi, dan pelestarian budaya ini, Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta menebarkan undangan terbuka kepada khalayak luas. Seluruh masyarakat, baik warga Yogyakarta maupun para wisatawan, diajak untuk hadir memeriahkan peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214.