Ramen dan Sushi dengan Konsep Unik: Kuliner Jepang di Meja Penggerak Belter

Posted on

Laporan Jurnalis Tribun Jabar, Nappisah


, BANDUNG

– Saat ini tren mengonsumsi makanan di restoran tidak terbatas pada cita rasanya saja, tetapi juga melibatkan aspek pengalaman. Dengan semakin populerannya masakan Jepang yang disenangi oleh berbagai kalangan umur, konsep gerobak penyajian bergulir yang membawa hidangan secara langsung kepada tamu telah menarik minat banyak orang sebagai alternatif segar dalam industri tersebut.

Phenomenon ini kian dirasakan di Bandung, lebih-lebih sejak kedatangan gerai kerjasama RamenYA! x SushiYA yang berlokasi di lantai Concourse, Paris Van Java.

Walaupun tidak menjadi yang pertamakali memperkenalkan konsep ini di Indonesia, kedatangan mereka menandai semakin populernya gaya hidangan ala Jepang dan peminatan terhadapnya.

Di tempat ini, para pengunjung dapat dengan mudah mengambil sushi yang lewat di atas piring beraneka ragam warnanya, dimana setiap warna tersebut menyimbolkan tarif yang tidak sama, suatu metode yang efisien.

RamenYA! X SushiYA juga menawarkan ide ini melalui model pricing yang didasarkan pada warna piring: putih seharga IDR 3 ribu, kuning senilai IDR 6 ribu, oranye berharga IDR 9 ribu, dan biru dihargai IDR 12 ribu.

Ide ini didukung pula oleh tata letak ruangan yang indah dan Instagrammable, mengikuti pola generasi muda yang gemar membagikan pengalaman mereka di platform-media sosial.

Menariknya, tempat ini menampilkan dapur terbuka yang dilengkapi dengan penerangan berkesan hangat.

Bukan hanya tentang ide dasar, ragam pilihan makanan pun turut menjadikan daya tarik tersendiri.

Menurut Chintya, yang merupakan Marketing Manager di RamenYA! bagian dari grup daYA, tempat ini juga dievaluasi berdasarkan aspek ruangan dan strategi.

“Kami memerlukan area yang besar karena sistem konveyor cukup panjang dan kami juga membutuhkan dapur yang sesuai. Inilah alasan mengapa kami membuka cabang di sini, walaupun sebelumnya RamenYa! telah beroperasi di lokasi ini,” jelasnya ketika ditemui di Paris Van Java Mall pada hari Senin (19/5/2025).

Bagi para pengunjung, petualangan ini menawarkan cara terbaru untuk menyantap masakan Jepang tanpa perlu jauh-jauh ke negeri bunga sakura tersebut.

Dia menyebutkan bahwa selain ramen berkuah seperti Legendary Chicken Ramen yang direbus menggunakan kaldu selama 12 jam, juga ada dry ramen serta bermacam-macam agemono atau hidangan goreng.

Satu lagi tambahan terbaru adalah chicken croquette, yang menyempurnakan daftar opsi sebelumnya seperti beef croquette dan salmon croquette.

“Itu lebih kepada variasi saja, sekarang ada opsi daging ayam,” jelas Chintya.

Menurut Chintya, Bandung dijadikan salah satu pusat pembangunan karena kota tersebut dianggap strategis, termasuk berdasarkan jumlah penduduknya dan juga pola kehidupan masyarakatnya yang sangat responsif terhadap perkembangan trend baru.

“Kalau kita lihat Bandung mungkin lebih ke ibu kota kedua, populasinya besar dan permintaan untuk buka di sini juga tinggi. Di sini juga banyak mall, sedangkan RamenYA! belum punya gerai yang stand alone. Jadi, sebisa mungkin kita hadir di setiap mall agar bisa mendekatkan diri ke pecinta ramen dan sushi,” jelasnya.

Sepanjang bulan Mei ini, katanya, mereka menyajikan beberapa paket menarik, antara lain: 2 Chicken Dry Ramen plus 2 Ocha seharga Rp55 ribu, Paket eksklusif di aplikasi GrabFood, serta harga untuk Salmon Head Teriyaki dan Salmon Head Shioyaki adalah Rp20 ribu per orang.

Untuk para tamu, gagasan ini tidak hanya membuat segalanya lebih mudah, tetapi juga memberikan sensasi yang menyenangkan baru saat menikmati masakan Jepang.

“Mantap juga, cukup menunggu hidangan lewat lalu mengambilnya sendiri. Jadi jadi lebih interaktif,” ungkap Adit (24), seorang pengunjung dari kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *