– Jika Anda sedang berkunjung ke Jember dan ingin menikmati hidangan khas yang menggugah selera, kota ini memiliki banyak pilihan kuliner yang patut dicoba.
Dari soto ayam berkuah rempah yang telah eksis sejak tahun 1958, hingga martabak khas Malabar yang sarat cita rasa India, semuanya menyimpan cerita dan kelezatan yang khas.
Tidak hanya itu, ada juga nasi pecel dengan lodeh dan lauk lengkap, serta olahan kikil legendaris yang berbeda dari biasanya.
Menurut Budiono Sukses, berikut ini empat rekomendasi kuliner lezat di Jember yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa Anda menyelami kekayaan rasa khas daerah.
1. Soto Ayam Dahlok
Soto Ayam Kampung Dahlok merupakan kuliner legendaris yang sudah eksis sejak tahun 1958. Warung ini berada di Jalan Fatahilah No. 1, Jember, tepat di belakang Optik Dahlok yang menjadi asal nama Soto Dahlok.
Warung ini awalnya dirintis oleh pasangan perantau dari Kediri, dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Soto Ayam Dahlok buka setiap hari mulai pukul 08.30 sampai 20.30, dan hanya tutup saat hari besar Islam.
Rasanya sangat khas, dengan kuah bening yang sedikit keruh namun penuh rempah.
Tersedia beberapa pilihan porsi, yaitu nasi soto ayam kecil biasa seharga 13.000 rupiah, nasi kecil istimewa 20.000 rupiah, nasi besar biasa 17.000 rupiah, dan nasi besar istimewa 27.000 rupiah.
2. Pecel Wali Songo
Pecel Wali Songo berada di Jalan Sultan Agung Gang III, Jember, di antara dua toko bernama Wali Songo yang menjadi inspirasi nama warung ini.
Berdiri sejak tahun 1980-an, tempat makan ini tetap ramai hingga sekarang. Meski lokasinya berada di gang sempit, bagian dalamnya cukup luas dan nyaman. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 05.30 hingga 12.00 siang.
Keunikan pecel ini adalah adanya siraman lodeh tewel di atas sayuran, mirip dengan pecel gudeg khas Jember. Lauk favoritnya adalah ikan AG yang mirip rendang, empal, dan dendeng ragi.
Seporsi nasi pecel dengan lauk ikan AG dibanderol 20.000 rupiah, sedangkan nasi pecel istimewa dengan tambahan telur ceplok, dadar jagung, perkedel, sate telur puyuh, dan dendeng ragi seharga 39.000 rupiah.
3. Martabak Malabar Achmad
Martabak Malabar Achmad yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Jember, menawarkan sensasi rasa yang unik dan berbeda.
Martabak ini berasal dari resep keluarga pendatang asal Malabar, India/Pakistan, bernama Bin Achmad Ihsan yang datang ke Indonesia saat pertempuran 10 November 1945.
Salah satu keunikan martabak ini adalah penggunaan kulit martabak di bagian dalam dan adonan telur di luar, serta penggunaan rempah yang kuat khas India.
Martabak ini bisa dinikmati setiap hari mulai pukul 18.00 sampai 22.30 malam.
Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari 20.000 rupiah untuk martabak biasa, 25.000 rupiah untuk martabak istimewa, dan 30.000 rupiah untuk martabak super.
Martabak ini tidak hanya disajikan dengan acar dan cabai, tetapi juga dilengkapi dengan bumbu kacang ala bumbu sate sebagai cocolan.
4. Kikil Bu Toera
Warung Kikil Bu Toera berada di Jalan Panglima Besar Sudirman, tepatnya di gang sebelah SMPN 2 Jember. Warung ini menyajikan olahan kikil sapi yang berbeda dari kebanyakan.
Jika di Surabaya kikil identik dengan kuah kuning dan berminyak, maka di sini kikil disajikan dengan kuah bening mirip sop buntut. Isiannya pun tidak hanya kikil, tapi juga potongan daging, tulang muda, dan otot sapi.
Warung ini buka setiap hari dari pukul 18.00 hingga 22.30 malam. Harga satu porsi kikil tanpa nasi adalah 12.000 rupiah, dan jika ditambah nasi menjadi 16.000 rupiah.
Meskipun lokasinya tersembunyi, warung ini selalu ramai oleh pelanggan setia yang datang silih berganti.
Jika Anda berkunjung ke Jember, pastikan untuk mencoba keempat kuliner legendaris ini. Selain rasanya yang autentik, masing-masing memiliki cerita dan keunikan yang membuatnya layak dijadikan destinasi kuliner wajib saat berada di kota ini.



