Respons Isu Beras Premium Oplosan, Pramono Jamin Penanganan Terbuka

Posted on

Temuan Laboratorium Mengungkap Kualitas Beras yang Tidak Memenuhi Standar

Beberapa merek beras yang didistribusikan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya ditemukan tidak memenuhi kualitas beras premium. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa beberapa merek seperti Alfamidi Setra Pulen dan Beras Premium Setra Ramos tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Temuan ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap beras yang dijual oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait masalah ini. Ia menyatakan bahwa Pemprov Jakarta akan segera menindaklanjuti arahan dari Kementan mengenai dugaan beras oplosan yang didistribusikan oleh Food Station.

“Apapun hasil temuan dan arahan tersebut, saya menegaskan bahwa tidak boleh ditutup-tutupi. Semua pihak harus bertanggung jawab karena keterbukaan sangat penting,” ujar Pramono dalam pernyataannya.

Ia juga meminta Food Station untuk memberikan penjelasan jika temuan tersebut dianggap tidak benar. Penjelasan itu harus disampaikan secara lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Jika kalian semua tidak melakukan apa yang diharapkan, maka harus disampaikan apa adanya,” tambahnya.

Pemprov Jakarta menekankan bahwa Food Station memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di Jakarta. Oleh karena itu, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasional Food Station berjalan dengan baik.

“Untuk menjaga harga di Jakarta dan mencegah inflasi meningkat tajam, mereka memiliki kontribusi signifikan,” ujar Pramono.

Namun, jika nantinya beras dari Food Station terbukti oplosan, Pramono akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ikut campur dalam kasus hukum yang sedang berproses.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono, menyatakan bahwa sampel beras dari Food Station telah diuji di lima laboratorium berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beberapa merek beras tidak memenuhi syarat mutu beras premium. Selain itu, beras tersebut juga dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sehingga merugikan konsumen dan melanggar prinsip keadilan dalam distribusi pangan.

“Jika pihak Food Station membutuhkan salinan data hasil laboratorium, silakan menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri. Mereka telah memiliki seluruh hasil pengujian dan sedang mendalami temuan ini,” kata Arief.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan beras merek Setra Pulen dan Setra Ramos yang diproduksi oleh Food Station Tjipinang Jaya dalam program “Penyediaan dan Pendistribusian Pangan dengan Harga Murah bagi Masyarakat Tertentu”. Program ini dikenal sebagai Pangan Bersubsidi Beras dengan kelas mutu premium.

“Terhadap kedua merek tersebut, Dinas KPKP secara periodik, sedikitnya tiga kali dalam setahun, melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di laboratorium terakreditasi untuk memastikan kesesuaian mutunya,” ujar Hasudungan.

Pada 2025, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel beras kedua merek tersebut di gudang FS pada tanggal 24 Januari dan 16 Juni 2025. Sampel tersebut kemudian diuji di Laboratorium Saraswanti (SIG) Jakarta Pusat dengan hasil sesuai kelas premium.

Mengenai adanya indikasi pelanggaran kualitas beras di ritel modern, Hasudungan menyatakan bahwa Food Station telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri. Menurut dia, pihak Food Station telah memberikan keterangan, dan pemanggilan berikutnya akan dilakukan setelah hasil analisis pemeriksaan terhadap sampel oleh Satgas Pangan selesai dilakukan.

“Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi Jakarta saat ini sedang melakukan pengujian mutu 50 sampel beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas),” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *