Rini Astuti, Lurah Bukit Kecil Palembang, Membahagiakan Pengusaha Kuliner UMKM

Posted on


, PALEMBANG

– Hoby makan miliknya menjadikan Rini Astuti SH Lurah dari 22 Ilir sebagai sumber kebahagiaan bagi para pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi dalam area sekitar 2,5 hektare di Wilayah Kelurahan 22 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang.

Menginjakkan kakinya ke arah masakan khas Palembang, yaitu pempek, tekwan, serta kerupuk Palembang, Rini Astuti berusaha merasakan nikmatnya hidangan saat pagi hari sementara penduduk sekitar sedang mencari nafkah di area jalan.

Bersama dengan senyumannya, Kepala Wilayah 22 Ilir menanyakan pada sang pedagang jumlah kerupuk yang ada dalam satu kantong, kemudian tidak lupa memesan sebuah mangkuk teh kuah ikan sebagai temannya sambil bercengkerama santai bersama pelaku Usaha Mikro dan Kerajinan Menegokan.

Menurut Rini Astuti, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kelurahan 22 Ilir merupakan salah satu fondasi dalam bidang perekonomian yang bertujuan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta menambah penghasilan para warganya.

“Kita sebenarnya menyoroti program Walikota Palembang beserta Wakil Walikotanya, Ratu Dewa dan Prima Salam tentang Palembang Berkelanjutan dan Sejahtera, serta bagaimana merangsangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ungkap Rini Astuti yang pernah memulai karirnya sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palembang.

Selanjutnya ia ditugaskan di Kelurahan 9 Ilir dengan posisi Kaur Umum. Kemudian tidak lama kemudian, dia diminta untuk menjadi Kasi Kesos di Kelurahan 24 Ilir. Tanpa waktu yang panjang, atasan menunjuknya sebagai Lurah 22 Ilir pada Kecamatan Bukit Kecil di Kota Palembang.

Di kelurahan 22 Ilir terdapat suasana unik ketika pemimpin mengunjungi kantor lurah sambil tersenyum. Tidak mengherankan bila para staf serta sekretaris kelurahan 22 Ilir yaitu Soeprianto telah lama menantikan figur lurah yang mampu menciptakan lingkungan menjadi lebih santai, penuh kegembiraan, dan dapat memacu semangat bekerja mereka.

Hubungan antara masyarakat dengan kelurahan selama masa kepemimpinan saat ini terjalin dengan baik, meskipun kantor lurah 22 Ilir tak berlokasi di area 22 Ilir namun berada di daerah 23 Ilir yang merupakan tempat penyewaan. Kondisi tersebut tetap menjaga suasana damai dan sehat.

“Saat kita berinteraksi dengan tetangga, salah satunya adalah dengan cara membeli makanan lokal yang enak dan pada saat yang sama dapat juga mendengarkan aspirasi penduduk lewat percakapan ringan sambil menikmati sup tekwan,” jelas Rini Astuti.

Orang tua dari Akhmad Rifai Nawawi yang telah meninggal ini adalah seorang mantan pegawai negeri sipil pensiunan dari Balai UNSRI, sementara Jamilah merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil dan pernah menjadi kepala sekolah.

Tentang layanan publik di kantor Kelurahan 22 Ilir, pasti berlangsung seperti yang seharusnya, tanpa hambatan dan seluruh kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan baik.

Seperti yang diinstruksikan kepada penduduk melalui 15 Kepala RT dan 5 Kepala RW, yang melayani sekitar 2.457 orang yang terbagi menjadi 1.260 lelaki dan 1.197 wanita.

Di Kelurahan 22 Ilir memberikan layanan seperti surat domisili, akta perkawinan, sertifikat kematian, bukti ketidakmampuan ekonomi, serta dokumen terkait dengan aktivitas bisnis kepada penduduk lokal,” jelasnya sekaligus menambahkan bahwa kerja bakti bersama antara warga dan kelurahan biasanya digelar setiap Jumat pagi, sedangkan kerja bakti individu dapat dilaksanakan pada hari apa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *