Sejarah abon, kuliner tradisional China yang menjelma jadi oleh-oleh favorit khas Solo

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Abon adalah makanan tradisional Indonesia bertekstur kering dan berserat halus, bercita rasa gurih-manis, awet disimpan, serta populer sebagai lauk, taburan, atau camilan.
  • Bahan abon beragam, mulai dari daging sapi, ayam, kambing, hingga ikan dan hasil laut, dengan proses perebusan, penyuwiran, pengeringan, dan penyangraian berbumbu.
  • Berasal dari pengaruh Tiongkok (chousong), abon berkembang luas di Indonesia; Solo dikenal dengan abon legendaris seperti Abon Mesran yang jadi oleh-oleh favorit.

 

PasarModern.com, SOLO– Abon adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang sudah sangat dikenal dan digemari oleh berbagai kalangan, termasuk di Solo, Jawa Tengah.

Makanan ini identik dengan teksturnya yang kering, berserat halus seperti kapas, serta cita rasanya yang gurih dan manis.

Di Solo, abon banyak dijumpai di toko oleh-oleh dan sering dijadikan lauk pendamping maupun camilan praktis.

Pengertian dan Ciri Khas Abon

Secara umum, abon adalah makanan olahan yang terbuat dari serat daging hewan.

Daging tersebut dimasak, disuwir-suwir hingga membentuk serat halus, lalu dikeringkan dan dibumbui.

Penampilan abon biasanya berwarna cokelat terang hingga cokelat kehitaman.

Warna ini berasal dari penggunaan gula jawa dan proses pemasakan yang cukup lama.

Tekstur abon sangat khas, menyerupai gumpalan serat kapas atau benang-benang halus.

Karena proses pengeringannya yang optimal dan hampir tidak menyisakan kadar air, abon memiliki daya simpan yang cukup lama.

Jika disimpan dalam kemasan kedap udara, abon dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tanpa bahan pengawet tambahan.

Ragam Bahan Dasar Abon

Pada awalnya, abon dibuat dari daging hewan darat, terutama daging sapi.

Hingga kini, abon sapi masih menjadi jenis yang paling populer di Indonesia. Namun, seiring perkembangan kuliner dan kreativitas masyarakat, bahan dasar abon menjadi semakin beragam.

Selain daging sapi, abon juga dibuat dari daging ayam, kambing, kuda, domba, dan babi.

Tidak hanya itu, bahan dari hasil laut pun banyak digunakan, seperti ikan tuna, ikan tongkol, ikan lele, belut, kepiting rajungan, hingga udang.

Keberagaman bahan ini membuat abon memiliki banyak variasi rasa dan aroma yang khas sesuai dengan bahan dasarnya.

Cara Penyajian dan Konsumsi Abon

Abon sangat fleksibel dalam penyajiannya.

Makanan ini biasanya dikonsumsi sebagai lauk taburan di atas nasi hangat, mi pangsit, atau bubur ayam.

Selain itu, abon juga sering digunakan sebagai isian lemper dan aneka jajanan tradisional lainnya.

Tak sedikit pula orang yang mengonsumsi abon secara langsung sebagai camilan, karena rasanya yang gurih dan praktis untuk dimakan kapan saja.

Inilah salah satu alasan mengapa abon sering dijadikan bekal perjalanan atau oleh-oleh khas daerah.

Proses dan Cara Pembuatan Abon

Proses pembuatan abon memerlukan ketelatenan dan waktu yang cukup panjang.

Tahap awal dimulai dengan pemilihan daging yang berkualitas, baik itu daging sapi, ayam, maupun babi.

Daging kemudian dibumbui dengan garam, penyedap rasa, dan kecap manis.

Setelah dibumbui, daging direbus hingga benar-benar empuk.

Proses perebusan ini bertujuan untuk melarutkan kolagen dan elastin, yaitu zat pengikat serat otot, sehingga daging menjadi lunak dan mudah disuwir.

Ketika sudah matang, daging akan mulai tercerai-berai dan siap untuk disuwir menjadi serat-serat halus.

Tahap berikutnya adalah pengeringan.

Daging yang telah disuwir dapat dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih dua hari atau menggunakan oven, termasuk oven listrik.

Setelah kering, daging disangrai di wajan besar sambil ditumbuk atau diaduk terus-menerus hingga membentuk serat halus seperti kapas.

Pada proses penyangraian ini, berbagai bumbu tambahan dimasukkan, seperti gula jawa, bawang goreng, sedikit kecap, dan bumbu pedas sesuai selera.

Proses ini terus dilakukan hingga abon benar-benar kering, gurih, dan siap dikemas.

Pada beberapa produk abon berkualitas rendah, terkadang ditambahkan bahan pengisi seperti kacang koro pedang atau kacang mete untuk menambah volume dan cita rasa.

Sejarah Abon dan Pengaruh Budaya Tiongkok

Abon memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan dengan percampuran budaya antarbangsa.

Konon, abon berasal dari Tiongkok. Di negara tersebut, abon dikenal sebagai chousong dan umumnya terbuat dari daging babi.

Chousong digunakan sebagai topping atau isian berbagai makanan, seperti roti, bakpao, bubur, nasi, dan camilan.

Seiring dengan hubungan dagang dan pertukaran budaya, teknik pembuatan abon kemudian diperkenalkan ke Indonesia.

Di tanah air, abon mengalami adaptasi sesuai dengan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Bahan dasarnya pun disesuaikan, sehingga daging sapi, ayam, dan ikan menjadi pilihan utama.

Abon babi relatif jarang diperdagangkan di wilayah Indonesia bagian barat karena faktor agama, namun tetap berkembang di daerah-daerah tertentu.

Sentra Produksi Abon di Indonesia

Saat ini, sentra produksi abon sapi di Indonesia banyak terdapat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Daerah seperti Boyolali, Surakarta (Solo), Ngawi, Nganjuk, Salatiga, dan Magelang dikenal sebagai penghasil abon sapi berkualitas.

Selain itu, produksi abon juga dapat ditemukan di kota-kota lain seperti Palembang dan Pontianak.

Untuk abon berbahan dasar daging babi, sentra produksinya banyak terdapat di Bali, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara.

Dari daerah-daerah tersebut, abon kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan melalui proses pengemasan ulang di kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bandung.

Abon sebagai Oleh-oleh Khas Solo

Di Solo, abon telah menjelma menjadi salah satu oleh-oleh khas yang wajib dibawa pulang wisatawan.

Salah satu yang paling terkenal adalah Abon Mesran Mistopawiro.

Toko ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin membeli buah tangan khas Solo.

Toko Abon Mesran Mistopawiro yang berlokasi di Jalan Kalilarangan No. 71, Jayengan, Serengan, Solo, hampir selalu ramai pengunjung

Abon sapi Mesran dikenal memiliki rasa gurih yang khas dan dibuat dari daging sapi pilihan.

Selain abon sapi, tersedia pula pilihan abon ayam yang tak kalah digemari.

Produk abon ini cocok sebagai pelengkap hidangan nasi dan berbagai menu lainnya.

Dengan harga mulai dari Rp27.000, abon Mesran menjadi pilihan oleh-oleh yang terjangkau, praktis, dan tahan lama.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *