Sejarah Mihom: Kuliner Legenda Sukoharjo yang Terinspirasi dari 3 Kata Unik

Posted on


, SUKOHARJO

Mihon merupakan hidangan tradisional asli dari wilayah Gawok, yang berada di kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hidangan ini menyajikan sup daging sapi mirip dengan bakmi toprak atau soto.

Mihon terdiri dari bubur ubi kayu yang disertai dengan tetelan dan serutan daging sapi, kemudian diketuti dengan kecambah di atasnya. Rasanya asin dan gurih.


Sejarah Mihom

Nama “Mihom” merupakan singkatan dari Mie Nyemek Homogen, yang menunjukkan konsistensi kuahnya yang rata dan memikat lidah.

Menurut cerita, makanan Mihom telah eksis sejak dekade 1940.

Karakteristik dari saus ini berpusat pada perpaduan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, biji kemiri, serta lada yang digoreng sampai wangi, selanjutnya ditambahkan kecap manis dan sebagian santan sehingga menciptakan cita rasa gurih yang kental.

Seorang pedagang Mihom yang populer adalah Mihom Tempuran.

Bukan hanya rempah-rempahnya saja yang unik, keunggulan Mihom Tempuran juga berada pada pemakaian mi kuning buatan tangan dari pembuat tradisional setempat.

Teksturnya lembut dan sangat baik menyerap bumbu. Sementara disajikannya, masakan ini umumnya dihidangkan bersama potongan daging ayam, telur, kol, serta daun bawang yang memberikan kombinasi rasa manis, asin, dan agak pedas pada setiap sendok.

Istilah “Tempuran” berasal dari tempat asli masakan ini, yakni(Tempuran) di Sukoharjo.

Disinilah Mihom menjadi sajian spesial yang nyaris selalu tersaji pada berbagai kesempatan besar seperti upacara adat, berkumpul bersama keluarga, serta momen merayakan hal-hal penting lainnya.

Di atas segalanya, merasakan permainan Mihom Tempuran bersama dengan anggota keluarga dan saudara dianggap dapat memperkuat ikatan sosial serta menghasilkan atmosfer yang hangat dan penuh kemesraan.

Satu daya tarik tambahan dari Mihon Tempuran adalah metode memasaknya yang tetap menggunakan cara tradisional.

Banyak pedagang yang masih menjaga tradisi memasak dengan menggunakan tungku bertenaga arang.

Cara memasak menggunakan api kecil ini mengharuskan kesabaran, namun hasil akhirnya akan menjadi Mihom yang lezat, beraroma, dan otentik.

Inilah cara yang menjaga agar rasa Mi Hom Tempuran tetap konsisten walaupun dimasak dalam jumlah besar.

Ketenaran Mihom Tempuran tak hanya berfokus pada area Sukoharjo saja.

Saat ini, banyak penggemar makanan dari berbagai wilayah lain yang dengan sengaja berkunjung guna menikmati hidangan tersebut, terlebih lagi di area Pasar Tempuran yang dikenal luas sebagai destinasi utama bagi Mi Hom legenda itu.

Pada hari libur, gerai-gerai Mihom seringkali ramai dikunjungi orang-orang yang menginginkan rasanya khas yang jarang dapat ditemui di lokasi lain.


(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *