Mantou adalah jenis roti kukus asal Tiongkok yang umumnya dihidangkan bersama berbagai macam lauk seperti beef black pepper atau chicken curry. Anda pun dapat menikmatinya sendiri dengan siraman saus manis. Memiliki tekstur lembut, empuk, serta agak kenyal layaknya bakpao namun tidak memiliki isi dalamnya. Walaupun tampak simpel, menciptakan mantou yang tetap lembab dan tak mengeras sebenarnya memerlukan teknik tertentu loh!
Jika campuran tidak dicampurkan dengan baik atau proses fermentasi-nya kurang optimal, mantau dapat menjadi padat dan keras saat dikukus. Untuk memastikan bahwa roti mantau yang Anda buat bisa mengembang sempurna dan tetap lembut bahkan ketika telah dingin, perhatikanlah lima saran penting di bawah ini!
1. Pakai tepung berprotein tinggi supaya hasilnya kenyal
Terigu dengan kandungan protein tinggi merupakan pilihan penting dalam membuat mantao. Jenis tepung ini memiliki kadar gluten yang lebih besar, memudahkan pembentukan adonan yang lembut dan lentur selama proses fermentasi. Jika menggunakan terigu berprotein rendah, hasilnya mungkin akan retak dan tidak dapat naik secara optimal.
Komponen gluten pada tepung berprotein tinggi membuat mantau memiliki tekstur yang lebih lembut dan empuk. Di samping itu, struktur rotinya menjadi lebih tahan lama dan tidak mudah keras ketika dikukus. Penting untuk menyaring tepung sebelum digunakan supaya tak ada gumpalan dan akhirannya akan semakin halus.
Kalau kamu ingin tekstur mantau yang sedikit lebih ringan, kamu juga bisa mencampurkan sedikit tepung tangmien (tepung kanji untuk dimsum) ke dalam adonan. Campuran ini bisa membantu bikin tekstur mantau makin lembut dan halus di dalam.
2. Uleni adonan sampai kalis elastis
Salah satu elemen utama untuk membuat roti mantau yang lembut adalah teknik pengulenian. Proses ini melibatkan pengerjaan adonan hingga mencapai keadaan kalis dan lentur, ditunjukkan oleh teksturnya yang mulus serta tidak menempel pada tangan. Jika tahap ulenan belum sempurna, maka hasil terakhir mungkin menjadi padat dan kurang lembab.
Langkah meremas adonan ini dapat dijalankan secara manual atau dengan menggunakan mixer. Jika melakukannya sendiri, dibutuhkan waktu antara 15-20 menit agar menjadi kalis. Sementara itu, bila Anda gunakan mixer berkecepatan tinggi yang memiliki alat pengadukan, tahap tersebut akan lebih singkat. Terus remas sampai tekstur adonan mampu ditarik dan tidak sobek demi memastikan struktur gluteennya telah lengkap.
Jangan terburu-buru saat menguleni ya. Ambil waktu yang cukup supaya tekstur mantau yang kamu hasilkan bisa benar-benar lembut dan gak keras setelah dikukus.
3. Biarkan adonan fermentasi pada temperatur dan durasi yang tepat.
Setelah adonan selesai diuleni, langkah selanjutnya adalah fermentasi. Proses ini penting untuk mengembangkan adonan secara alami sehingga hasil mantau jadi empuk dan mengembang sempurna. Umumnya, adonan perlu difermentasi selama 1–1,5 jam atau sampai ukurannya mengembang dua kali lipat.
Pastikan Anda memposisikan adonan di area yang hangat serta tertutup erat. Apabila temperatur di sekitar cukup rendah, maka proses fermentasinya mungkin berjalan lebih lambat sehingga adonan tidak akan mengembang sepenuhnya. Sebagai alternatif, letakkan adonan di dalam oven tanpa dinyalakan namun dengan lampu oven tetap menyala demi menjaga suhu agar tetap hangat.
Jangan menghabiskan waktu terlalu lama untuk proses fermentasi agar tidak membuat rasanya menjadi asam atau merusak strukturnya. Pastikan selalu memeriksa takaran campuran bahan-bahannya serta uji dengan cara mengetuk permukaan adonan menggunakan jarimu. Kalau jejak dari sentuhanmu berangsur pulih, itu tandanya fermentasinya telah mencapai titik yang tepat.
4. Bentuk lalu biarkan dingin sejenak sebelum dikukus
Setelah proses fermentasi awal berakhir, lepaskan udara dari adonan kemudian bentuk seperti yang Anda inginkan. Biasanya, mantau dicetak dengan bentuk memanjang atau bundar datar. Sesudah pembentukan, biarkan istirahat sekali lagi antara 15-20 menit supaya terjadi fermentasi kedua pada massa tersebut. Tahapan ini mendukung untuk menjaga kelembutan dan kelenturan mantau saat sudah dikukus.
Proses fermentasi kedua ini sering diabaikan meskipun sangat berpengaruh pada hasil akhirnya. Jika segera dikukus tanpa melaluinya, mantau mungkin akan menjadi keras dan tidak mengembang sepenuhnya. Biarkan diletakkan diatas nampan yang telah disebut dengan secuil tepung atau dilapisi kertas baking agar terhindari dari kelembutan.
Jangan lupakan menutup adonan menggunakan kain bersih supaya bagian atasnya tidak mengeras ketika dibiarkan. Temperatur lingkungan yang konstan pun perlu dijaga agar proses fermentasi kedua berlangsung sempurna.
5. Kukus menggunakan api sedang tanpa membuka tutup kukusan.
Pada saat melakukan proses pengukusan, pastikan bahwa kukusan telah panas sebelumnya sampai air mendidih. Letakkan mantau di dalamnya dan biarkan dikukus menggunakan api sedang selama 10-15 menit sesuai dengan ukuran makanan tersebut. Tutup kukusan dapat dilapisi dengan kain yang bersih supaya tetesan air tidak merembet ke mantau sehingga menghindari pengerutan pada permukaannya.
Hindari buka-bukaan penutup kukusan saat memasak karena perubahan temperatur yang tiba-tiba dapat membuat mantau loyo dan kurang mengembang. Sesudah masakan sudah matang, cabut api lalu biarkan uap keluar sedikit selama 2-3 menit sebelum Anda angkat hidangan tersebut supaya rotinya tak serta-merta kehilangan bentuknya akibat tekanan udara.
Jika Anda ingin mencoba versi goreng, Anda dapat menggoreng mantau kukus yang telah dingin sampai berwarna coklat keemasan. Teksturnya akan renyah dari luar namun masih lembut di bagian dalam—sangat cocok sebagai camilan atau pendamping hidangan bercita rasa kuat!



