Doa dan Adab Ketika Makan dalam Islam
Rasulullah Saw menganjurkan setiap muslim untuk membaca doa makan. Doa makan mencakup doa sebelum makan, doa setelah makan, serta doa ketika lupa membaca doa makan. Selain itu, setiap muslim perlu mengetahui adab ketika makan agar mendapat berkah dari Allah Swt.
Bacaan Doa Makan
Membaca doa makan bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi juga bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah Swt. Dalam firman-Nya, Allah Swt memerintahkan hamba-Nya agar tidak berlebihan dalam makan dan minum.
“Wahai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)
Berikut bacaan doa makan yang disarankan:
Doa Mau Makan
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma bārik lanā fīmā razaqtanā wa qinā ‘adzāban-nār.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa api neraka.” (HR. Ibnu as-Sani)
Doa Setelah Makan
ٱلْـحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي أَطْعَمَنِي هَٰذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Alḥamdulillāhil-ladzī aṭ‘amanī hādzā wa razaqanīhi min ghairi ḥaulin minnī wa lā quwwah
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.” (HR. Abu Daud)
Doa Ketika Lupa Doa Makan
بِسْمِ ٱللّٰهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Bismillāhi awwalahu wa ākhirahu
Artinya:
“Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”
Adab Ketika Makan
Kementerian Agama menganjurkan setiap muslim untuk mengamalkan adab ketika makan agar mendapat berkah dari Allah Swt. Adab makan dapat meningkatkan kesadaran bahwa setiap rezeki disadari sebagai pemberian Allah, sehingga menumbuhkan rasa syukur dan tidak meremehkan makanan.
Berikut beberapa adab ketika makan yang disarankan:
-
Membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
Tangan sering menjadi media penyebaran kuman, sehingga mencucinya sebelum makan membantu mencegah penyakit, sedangkan setelah makan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini berdasarkan hadis berikut ini:
“Kebersihan itu sebagian dari iman.”
(HR. Muslim No. 223) -
Mengawali makan dengan membaca doa
Membaca doa sebelum makan berarti memohon keberkahan dan perlindungan Allah. Dengan menyebut nama Allah, seorang Muslim terhindar dari gangguan setan yang bisa ikut serta ketika makan tanpa doa. Sebagaimana hadis:
“Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata: ‘Kalian tidak mempunyai tempat untuk bermalam dan makan malam bagi kalian.’ Jika seseorang masuk tetapi tidak menyebut nama Allah saat memasuki rumah, maka setan berkata: ‘Kamu telah mendapatkan tempat bermalam.’ Dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka setan berkata: ‘Kalian telah mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.’”
(HR. Muslim No. 2018) -
Menggunakan tangan kanan saat makan
Islam memuliakan penggunaan tangan kanan untuk aktivitas baik, termasuk makan dan minum. Tangan kiri digunakan untuk hal yang kurang bersih, sehingga dianjurkan menghindarinya saat makan. Rasulullah bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim No. 2020) -
Tidak mengkritik atau mencela makanan
Mencela makanan mencerminkan sikap tidak bersyukur terhadap nikmat Allah. Setiap hidangan adalah rezeki yang patut dihargai, meskipun tidak sesuai selera. Sebagaimana hadis:
“Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak, beliau meninggalkannya.”
(HR. Bukhari No. 5409) -
Mengambil makanan dari bagian yang terdekat
Makan dari sisi terdekat menunjukkan adab, kesopanan, dan rasa hormat kepada orang lain. Kebiasaan ini juga menghindarkan dari sikap rakus. Rasulullah bersabda:
“Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari bagian yang dekat denganmu.”
(HR. Bukhari No. 5376, Muslim No. 2022) -
Menghindari makan secara berlebihan
Islam menganjurkan pola makan seimbang. Terlalu kenyang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan melemahkan spiritualitas. Rasulullah bersabda:
“Tidak ada bejana yang diisi anak Adam lebih buruk dari perutnya.”
(HR. Tirmidzi No. 2380) -
Tidak makan dalam posisi bersandar
Makan sambil bersandar mencerminkan sikap kurang tawaduk dan bisa berdampak kurang baik bagi pencernaan. Rasulullah memberi teladan dengan tidak makan dalam posisi tersebut, dengan bersabda:
“Aku tidak makan sambil bersandar.”
(HR. Bukhari No. 5083) -
Tidak meniup makanan atau minuman
Meniup makanan atau minuman tidak dianjurkan karena dapat menyebarkan kuman dan dianggap kurang sopan. Sebagaimana hadis:
“Rasulullah melarang meniup ke dalam minuman.”
(HR. Tirmidzi No. 1887) -
Mengucap syukur dan membaca doa setelah makan
Mengakhiri makan dengan doa dan pujian kepada Allah merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang jika ia makan, maka ia memuji-Nya.”
(HR. Muslim No. 2734) -
Menjauhi pemborosan makanan
Menyia-nyiakan makanan termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Menghargai makanan berarti menghargai rezeki dari Allah. Sebagaimana firman Allah:
“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf: 31)



