Adaptasi Barba di Bandung: Dari Makanan Hingga Tantangan Lapangan
Federico Barba, rekrutan anyar Persib Bandung, mengaku sedang beradaptasi dengan suasana Kota Kembang. Setelah sepekan berada di Bandung, dia menemukan banyak hal baru yang membuatnya antusias. Meski sempat mengalami culture shock terutama soal makanan khas Sunda, pemain asal Italia ini tetap menikmati pengalaman kuliner barunya.
Barba tidak menampik bahwa ia sempat merasa kaget dengan perbedaan budaya dan makanan di Indonesia. Sebelumnya, ia terbiasa dengan sajian khas Italia seperti pasta dan pizza. Namun, ia menyadari bahwa proses adaptasi ini menjadi bagian penting dari perjalanan karirnya di Indonesia.
“Ya saya sekarang sedang mencoba untuk menemukan banyak hal, sejujurnya ini bagus. Tapi saya adalah orang Italia, mengenai makanan, saya cinta pasta dan tidak mudah untuk mengubahnya,” ucap Barba.
Sebagai bek berusia 32 tahun, Barba menjadi amunisi anyar Maung Bandung musim ini. Dia didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan yang akan menghadapi jadwal padat di Super League 2025/2026 dan AFC Champions League Two. Kehadirannya semakin menambah deretan pemain belakang berkualitas yang dimiliki Persib.
Sebelumnya, Persib telah memiliki nama-nama tangguh seperti Julio Cesar, Patricio Matricardi, Frans Putros, Alfeandra Dewangga, Kakang Rudianto, hingga Rezaldi Hehanussa. Meski harus bersaing ketat dengan pemain lain, Barba justru merasa senang. Ia menilai Persib kini punya kedalaman skuad yang membuat pelatih Bojan Hodak lebih fleksibel dalam menentukan strategi.
“Sangat bagus, diperkuat banyak pemain yang sangat bagus. Jadi kami bisa bermain dengan empat bek atau tiga bek,” ungkap dia.
Menurut Barba, pertahanan adalah hal yang sangat vital dalam permainan modern. Dengan kombinasi bek dan penjaga gawang yang solid, dia optimistis Persib bisa melangkah jauh musim ini.
“Pelatih punya banyak opsi untuk menentukan dan pertahanan merupakan hal paling utama di tim, jadi ini sangat penting, termasuk penjaga gawang,” lanjut eks pilar timnas Italia U-21 tersebut.
Semangat adaptasi yang ditunjukkan Barba bukan hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Dia berusaha mengenal budaya, lingkungan, serta kehidupan masyarakat Bandung yang penuh warna. Pemain kelahiran Roma itu bahkan mulai mencoba aneka makanan lokal meski lidahnya masih terbiasa dengan kuliner khas Italia.
Kebiasaan baru inilah yang membuat Barba semakin dekat dengan atmosfer Kota Kembang. Dia merasa diterima dengan baik oleh rekan setim, tim pelatih, serta suporter fanatik Persib, yang selalu memberi dukungan penuh. Barba menilai dukungan Bobotoh merupakan energi tambahan. Ia ingin membalas sambutan hangat itu dengan performa terbaik di setiap pertandingan.
Optimisme pun dilontarkan menjelang laga krusial melawan Persebaya Surabaya. Persib akan menjamu Green Force pada pekan ke-5 Super League 2025/2026 di Stadion GBLA, Jumat (12/9) pukul 15.30 WIB. Barba berpeluang besar untuk tampil perdana sebagai starter dalam laga penuh gengsi itu.
Kehadirannya di lini belakang bisa menjadi senjata baru Maung Bandung untuk meredam agresivitas lini serang Persebaya Surabaya. Dia menyadari pertandingan nanti tidak akan mudah karena Persebaya Surabaya dikenal memiliki permainan cepat dan agresif. Namun, pengalaman panjangnya di Serie A Italia diyakini bisa menjadi nilai tambah bagi Persib.
“Jadi kami akan bekerja bersama-sama supaya menjadi lebih baik dan semakin siap untuk pertandingan,” tegas Barba.
Dia menekankan chemistry antar pemain akan terus dibangun agar Persib semakin solid. Laga melawan Persebaya Surabaya menjadi ujian nyata adaptasi cepat sang pemain anyar. Selain harus sigap di lapangan, Barba juga dituntut menyatu dengan ritme tim yang sedang mengejar posisi puncak klasemen.
Persib kini menatap musim ini dengan ambisi besar, baik di kompetisi domestik maupun level Asia. Kehadiran Barba diyakini bisa menjadi kunci untuk menggapai target itu. Adaptasi budaya, termasuk soal kuliner, hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjangnya bersama Maung Bandung. Namun bagi Barba, semua itu adalah pengalaman berharga yang semakin memotivasinya untuk memberi yang terbaik.
Dengan semangat baru dan dukungan penuh suporter, Barba siap membuka lembaran baru di kariernya. Persib berharap bek asal Italia itu bisa segera menjadi tembok kokoh sekaligus inspirasi bagi rekan setim.



