Intip deretan bisnis kuliner artis beken yang pernah viral namun akhirnya gagal total dan tutup permanen di pasaran

Posted on

PasarModern.com – Dunia kuliner kerap dianggap sebagai ladang emas yang menggoda, terutama bagi para artis yang sudah memiliki modal besar, nama besar, serta basis penggemar yang loyal.

 Popularitas seolah menjadi jalan pintas untuk meraih kesuksesan di luar panggung hiburan.

Tak heran, dalam beberapa tahun terakhir, banyak artis Tanah Air berbondong-bondong membuka usaha kuliner dengan berbagai konsep unik, mulai dari restoran keluarga, bakmi, kue kekinian, hingga pusat kuliner berskala besar.

Namun kenyataan di lapangan tidak selalu seindah ekspektasi. Bisnis kuliner adalah dunia yang keras, dinamis, dan penuh persaingan.

 Sekuat apa pun nama besar seseorang, tanpa strategi yang matang, konsistensi kualitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar, usaha bisa kehilangan momentum dan akhirnya harus gulung tikar.

Seperti yang dibagikan dalam video rekomendasi kuliner dari kanal YouTube 10 BEST ID, berikut ini rangkuman deretan bisnis kuliner artis terkenal yang sempat viral, ramai pengunjung, bahkan menuai antrean panjang, tetapi pada akhirnya gagal bertahan dan tutup dari pasaran.

1. Ruben Onsu – Bensunda (All You Can Eat Sunda)

Ruben Onsu pernah mencoba peruntungan di bisnis restoran dengan membuka Bensunda pada tahun 2019.

Mengusung konsep all you can eat khas Sunda dengan harga terjangkau, restoran ini sempat menjadi favorit keluarga yang ingin menikmati masakan tradisional secara praktis dan nyaman.

 Popularitasnya sempat menanjak tajam, namun perlahan meredup hingga akhirnya tutup tanpa pengumuman resmi.

Banyak pihak menduga bisnis ini kehilangan momentum dan menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan operasional restoran berskala cukup kompleks.

2. Ayu Tingting – Kuenya Ayu

Di puncak tren kue artis pada tahun 2017, Ayu Tingting meluncurkan bisnis Kuenya Ayu di kawasan Jabodetabek.

 Beragam kue kekinian dengan tampilan menarik sempat menyita perhatian penggemar camilan manis.

 Sayangnya, antusiasme pasar tak bertahan lama. Pada 2019, Kuenya Ayu resmi tutup, diduga karena ketatnya persaingan bisnis kue artis yang terus bermunculan dan cepat berubah mengikuti tren.

3. Raffi Ahmad – Bakmi RN

Bakmi RN milik Raffi Ahmad hadir sejak 2017 dengan konsep mie ayam bercita rasa khas dan harga yang bersaing.

 Di awal pembukaan, Bakmi RN sempat menuai ulasan positif dan menjadi destinasi favorit pencinta mie.

Namun dua tahun kemudian, bisnis ini harus ditutup. Meski tak ada pernyataan resmi, banyak yang menilai Bakmi RN kesulitan menjaga konsistensi pelayanan di tengah persaingan ketat industri makanan cepat saji.

4. Raffi Ahmad – RANS Nusantara Hebat

RANS Nusantara Hebat yang diluncurkan pada Maret 2024 di BSD, Tangerang, digadang-gadang sebagai pusat kuliner kebanggaan nasional.

 Tempat ini menampung lebih dari 100 tenant UMKM kuliner dengan konsep gaya hidup dan nasionalisme.

Namun setelah kurang dari satu tahun beroperasi, tepatnya Februari 2025, kawasan kuliner ini ditutup. Meski disebut sebagai penutupan sementara, hingga kini belum ada kejelasan kapan akan kembali dibuka.

5. Nagita Slavina – Gigi Eat Cake

Gigi Eat Cake sempat menjadi salah satu bisnis kue artis paling viral. Antrean panjang, promosi masif, dan nama besar Nagita Slavina membuat bisnis ini langsung melejit.

Beragam varian kue unik sukses menarik perhatian pasar. Namun kurang dari dua tahun, bisnis ini harus tutup.

Persaingan yang semakin ketat serta perubahan selera konsumen menjadi tantangan besar yang sulit diatasi.

6. Rachel Vennya – Ngikanyu

Ngikanyu milik Rachel Vennya mulai beroperasi pada 2019 dan sempat berkembang sangat pesat hingga membuka banyak cabang.

Sayangnya, seiring waktu, satu per satu outlet harus ditutup karena penurunan jumlah pelanggan di berbagai lokasi.

 Fenomena ini menunjukkan bahwa ekspansi cepat tanpa fondasi yang kuat bisa menjadi bumerang bagi bisnis kuliner.

7. Baim Wong – Bakmi Wong

Bakmi Wong milik Baim Wong sempat viral dan membuka beberapa cabang di Jakarta. Konsep mie ayam dengan cita rasa khas sempat menarik perhatian pasar.

Namun pada akhirnya, seluruh outlet ditutup permanen. Baim Wong bahkan mengakui mengalami kerugian hingga Rp1,5 miliar, akibat tantangan besar dalam operasional dan pemasaran yang tidak sesuai ekspektasi.

8. Ashanty – Lumiere (Lumier)

Bisnis kue Lumiere milik Ashanty berdiri sejak 2020 dan tumbuh pesat hingga memiliki sekitar 15 gerai. Produk seperti lava cake, shokupan, hingga Japanese roll sempat populer.

Namun pada 31 Juli 2025, seluruh outlet ditutup. Keputusan ini diambil karena sulitnya menjaga konsistensi kualitas dan idealisme bisnis di semua cabang, yang berdampak pada sekitar 200 karyawan.

9. Duda Harlino – Sushi Miabi

Sushi Miabi sempat mencuri perhatian di awal kemunculannya berkat promosi para artis pendirinya.

Menu sushi yang variatif membuat restoran ini ramai di awal. Namun seiring waktu, jumlah pengunjung menurun drastis hingga akhirnya berhenti beroperasi, menandai kegagalan bisnis yang awalnya terlihat menjanjikan.

10. Syahrini – Princess Cake

Princess Cake milik Syahrini dikenal dengan konsep kue yang elegan dan kemasan cantik sesuai citra sang artis.

Meski sempat eksis dan menarik perhatian, bisnis ini akhirnya tutup permanen. Minimnya inovasi dan promosi membuat popularitasnya merosot hingga akhirnya ditinggalkan pasar.

Deretan kisah bisnis kuliner artis yang tutup ini menjadi pengingat bahwa popularitas bukanlah jaminan kesuksesan dalam dunia usaha.

Bisnis kuliner menuntut lebih dari sekadar nama besar—dibutuhkan strategi jangka panjang, konsistensi rasa dan pelayanan, pengelolaan operasional yang rapi, serta kemampuan membaca dan beradaptasi dengan perubahan selera pasar.

Dari restoran all you can eat, bakmi, hingga kue kekinian, semuanya membuktikan bahwa dunia bisnis bersifat netral dan kejam bagi siapa pun yang lengah.

 Cerita-cerita ini bukan untuk merendahkan, melainkan menjadi pelajaran berharga bahwa kesuksesan sejati di dunia kuliner hanya bisa diraih dengan kerja keras, perhitungan matang, dan kesabaran menghadapi dinamika pasar yang terus bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *