Irwan Hidayat: Angkringan Jadi Penggerak Produk Herbal

Posted on

Membangkitkan Kembali Tradisi Minum Jamu di Kalangan Generasi Muda

Di tengah dominasi minuman modern dan gaya hidup yang serba instan, tradisi minum jamu semakin terpinggirkan. Padahal, jamu merupakan warisan leluhur yang telah terbukti mampu menjaga daya tahan tubuh serta membantu meredakan berbagai gejala kesehatan secara alami. Sayangnya, minat generasi muda terhadap jamu justru kalah oleh tren minuman yang belum tentu lebih sehat.

Untuk mengembalikan popularitas jamu, Sido Muncul, produsen jamu legendaris asal Indonesia, meluncurkan inovasi baru dengan nama kegiatan ‘Angkringan Jamu’. Tujuannya adalah memperkenalkan jamu dalam bentuk yang lebih praktis dan sesuai dengan selera masa kini, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat urban dan pelaku usaha kuliner lokal.

Lokasi Pelatihan Pertama: Kabupaten Sleman

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih sebagai lokasi pelatihan perdana. Selain dikenal sebagai pusat angkringan, Yogyakarta memiliki ikatan kuat dengan budaya jamu. Ratusan pelaku angkringan berkumpul di The Westlake Resto untuk mengikuti pelatihan menyeduh jamu dan strategi pemasaran, agar jamu bisa kembali hadir di meja pelanggan dengan cara yang lebih menarik, higienis, dan menguntungkan secara bisnis.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. Dalam paparannya, ia menjelaskan perjalanan Sido Muncul dari perusahaan kecil menjadi brand yang dicintai masyarakat. Komitmen menjaga kualitas produk dan lulus uji khasiat serta klinis menjadi fondasi kepercayaan konsumen.

Kepercayaan Konsumen Sebagai Dasar Kampanye

Kepercayaan konsumen menjadi dasar kampanye ikonik Sido Muncul dengan tagline “Orang Pintar Minum Tolak Angin”. Kata “pintar” dipilih karena semua orang merasa pintar dalam perannya masing-masing. Iklan ini sukses mengubah persepsi publik terhadap jamu, dari yang dianggap kuno menjadi produk modern yang membanggakan.

Strategi ini diperkuat dengan kehadiran tokoh-tokoh populer seperti Anna Maria dalam iklan Sido Muncul dan Mbah Maridjan dalam iklan Kuku Bima Energi. Meskipun iklan berhasil meningkatkan penjualan, Irwan menyadari bahwa hal yang lebih penting adalah bagaimana perusahaan bisa dicintai oleh konsumen.

Bangkitkan Potensi Jamu Melalui Angkringan

Irwan yakin bahwa jamu bisa disajikan di angkringan, yang tak boleh dianggap remeh. Dengan tampilan bersih, harga wajar, menu enak, dan promosi yang tepat, angkringan bisa tumbuh menjadi usaha besar. Ia percaya bahwa angkringan memiliki potensi luar biasa karena akar budaya yang kuat di masyarakat.

“Kalau dulu, orang cuma jualan jamu saja. Tapi angkringan punya kekuatan karena mereka menjual berbagai jenis makanan dan minuman. Jadi, kami ingin menyadarkan para pelaku angkringan bahwa mereka punya kekuatan luar biasa, apalagi kalau ditambah jualan jamu,” kata Irwan.

Edukasi dan Pelatihan untuk Pelaku Angkringan

Melalui pelatihan ini, Sido Muncul berharap gerakan ‘Angkringan Jamu’ bisa menjangkau ribuan pelaku usaha kuliner. Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman tentang aturan pakai dan cara penyajian, tetapi juga edukasi khasiat produk jamu kepada konsumen.

Dokter Herbal Medis, dr. Rianti Maharani, M.Si (HERBAL), FINEM AIFO-K, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali pelaku angkringan dengan pengetahuan yang cukup untuk memperkenalkan jamu kepada masyarakat luas. Menurutnya, angkringan menjadi tempat yang ideal untuk menjangkau masyarakat, terutama di Yogyakarta, yang bisa mendapatkan jamu dengan mudah dan murah.

Selain pelatihan, peserta juga berkesempatan mengunjungi pabrik Sido Muncul dan dikenalkan pada produk-produk unggulan dalam bentuk praktis. Jamu Sido Muncul telah memiliki izin edar BPOM dan diproduksi sesuai standar, sehingga aman untuk dikonsumsi dan mudah disajikan.

Respons Positif dari Pelaku Angkringan

Salah satu peserta pelatihan, Retnasari, pemilik Angkringan Kopi Joss Blangkon di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengaku selama ini sudah melihat adanya potensi pasar jamu di angkringannya. Banyak pelanggan yang menanyakan soal jamu, terutama karena lokasinya dekat tempat wisata.

“Ia berharap dengan dibantu brand Sido Muncul, mudah-mudahan laku,” katanya antusias. Ia mengaku sangat bersemangat dan merasa tergugah untuk maju setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan motivasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *