Pengalaman Budaya yang Mendalam di Bali Utara
Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang kaya akan pantai dan budaya. Masyarakat lokal di sini masih memegang teguh adat dan tradisi mereka, serta mewariskannya kepada generasi berikutnya. Meskipun kebanyakan wisatawan mengunjungi bagian selatan Bali yang terkenal dengan pantainya, ada juga sisi utara yang tidak kalah eksotis dan penuh dengan warisan budaya yang menarik untuk dieksplorasi.
Airbnb bekerja sama dengan UNESCO meluncurkan “Bali Cultural Guidebook” sebagai inisiatif untuk memperkenalkan budaya Bali dan kehidupan sehari-hari warga lokal kepada para wisatawan. Buku panduan ini bertujuan untuk merayakan dan melestarikan warisan budaya Bali yang unik, sekaligus menyebarkan pariwisata ke daerah-daerah yang kurang dikenal dan mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab.
Pengalaman Otentik yang Diberikan oleh Guidebook
“Bali Cultural Guidebook” diluncurkan pada Rabu, 10 September 2025, di Jendela Bali, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bali. Buku ini membantu wisatawan untuk menjelajahi sisi lain Bali yang kaya akan budaya, mempromosikan daerah-daerah yang kurang populer, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pariwisata yang bertanggung jawab.
Inisiatif ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi wisatawan, sekaligus mendukung pelestarian warisan dan tradisi budaya. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat lokal. Mich Goh, Director of Public Policy Airbnb, Asia Pasifik, menyampaikan bahwa 90% wisatawan di Asia Pasifik mencari pengalaman budaya yang otentik. Melalui kolaborasi dengan UNESCO, Airbnb ingin memastikan bahwa pariwisata bisa menjadi sarana untuk memperkuat budaya dan identitas lokal.
Lima Kabupaten Bali Utara yang Layak Dikunjungi
Melalui buku panduan ini, wisatawan diajak untuk mengenal 5 kabupaten yang kurang populer di Bali Utara, yaitu Tabanan, Gianyar, Bangli, Buleleng, dan Badung. Daerah-daerah ini telah dipetakan oleh UNESCO antara Agustus hingga Desember 2024 lalu. Mereka memiliki kuliner lokal, seni dan kerajinan, tradisi hidup, serta situs-situs bersejarah. Filosofi Tri Hita Karana, yang mengedepankan harmoni antara alam spiritual, manusia, dan lingkungan, sangat kuat di daerah ini.
Moe Chiba, Culture Programme Specialist UNESCO, menyampaikan bahwa warisan budaya tidak hanya dalam bentuk monumen, tetapi juga praktik kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan agar pariwisata justru memperkuat budaya sehari-hari, bukan malah melemahkannya. Pemilik homestay dan wirausaha lokal pun berperan penting dalam melestarikan dan menceritakan warisan budaya mereka.
Pemandangan Eksotis yang Menyegarkan
Bali Utara menawarkan pemandangan alam yang magis dan eksotis, cocok bagi wisatawan yang ingin melipir dari kebisingan kota atau menghirup udara segar tanpa kepanasan. Salah satu tempat yang menarik adalah Tegalalang di Gianyar dan Jatiluwih di Tabanan, yang menjadi spot sawah terbaik untuk menyegarkan mata. Pemandu wisata, Putu, merekomendasikan berkunjung di bulan April atau Mei saat padi menghijau.
Di Tegalalang, kamu bisa mencoba berbagai atraksi seperti flying fox, ayunan, dan sepeda terbang langsung di atas sawah. Di Bangli, kamu bisa melihat Gunung Batur dan Danau Batur yang indah. Di Kintamani, banyak restoran dan coffee shop yang menyediakan makanan khas Bali dengan view dua bentang alam tersebut.
Belajar Seni dan Adat Bali
Selama perjalanan, Popbela mendapatkan banyak insight tentang budaya dan adat Bali. Salah satu tempat yang menarik adalah Desa Penglipuran, desa adat sekaligus desa wisata. Di sini, kita belajar bahwa Bali memiliki dua suku besar, yaitu Bali Aga dan Bali Majapahit. Perbedaan antara keduanya termasuk sistem kasta, prosesi adat, dan keagamaan.
Desa Penglipuran juga memiliki budaya yang unik, seperti rumah yang seragam dan rapi, tidak melakukan Ngaben, serta bebas dari poligami. Jika ada yang melanggar aturan ini, maka mereka akan dikucilkan dan tidak boleh ikut dalam acara adat.
Pura Ulun Danu Batur di Bangli juga menjadi salah satu pura yang paling suci di Bali. Pura ini diyakini melindungi aliran air dari gunung ke sawah, serta memberkati seluruh jaringan subak. Para wisatawan harus mengenakan pakaian yang sopan, tidak sedang haid, dan berperilaku baik sesuai instruksi pemandu wisata.
Tari Kecak juga bisa dinikmati di Ubud Center, di tengah semaraknya Pusat Kota Ubud. Penampilan Tari Kecak ini diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2015. Ada juga tarian api yang memukau, disebut Fire Dance.
Patung Garuda Wisnu Kencana juga menjadi ikonik Bali. Patung ini bisa dieksplor sampai ke lantai 23 dan memiliki museum di dalamnya yang menceritakan sejarah karya seni tersebut. Patung ini dibuat dari mozaik, tembaga, kuningan, dan baja.
Homestay yang Dekat dengan Warga Lokal
Untuk penginapan, kamu bisa tinggal di homestay beberapa desa wisata atau villa-villa yang tersedia di Airbnb. Kamu bisa menginap di villa atau penginapan yang nyaman dengan view hijaunya sawah, bahkan mendatangkan chef terbaik jika memilih Airbnb SuperHost.
Namun, jika ingin lebih dekat dengan warga lokal dan benar-benar merasakan pengalaman jadi warga setempat, kamu bisa memilih sekitar 70 homestay yang telah dibina oleh Airbnb dan UNESCO. Kamu bisa berinteraksi langsung dengan mereka, berbagi cerita, mendapatkan rekomendasi makanan, mengulik fakta menarik Bali, dan ikut melakukan kegiatan seperti merajut, menenun, menganyam, berkebun, tracking, dan lainnya.

